Geografi Pulau Madura: Mengulas Kondisi Alam dan Potensi Produksi Garam Nasional
Fajar - Thursday, 29 January 2026 | 04:45 PM


salsabilafm.com - Pulau Madura, yang terletak di sebelah utara Jawa Timur, memiliki karakteristik geografi yang sangat kontras dengan pulau induknya. Dengan luas wilayah sekitar 5.168 kilometer persegi, Madura didominasi oleh topografi yang relatif rendah namun bergelombang, dengan formasi batuan kapur yang kuat. Kondisi alam inilah yang membentuk identitas sosial dan ekonomi masyarakatnya, termasuk munculnya julukan "Pulau Garam".
Struktur Tanah dan Topografi
Secara geologis, Madura merupakan kelanjutan dari zona pegunungan kapur yang membentang dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Tanah di Madura cenderung kering dan kurang subur untuk tanaman pangan yang membutuhkan banyak air seperti padi. Oleh karena itu, masyarakat Madura lebih banyak mengandalkan tanaman palawija seperti jagung dan tembakau. Namun, di balik tantangan agrikulturnya, struktur tanah kapur ini menyimpan kekayaan material tambang seperti batu gamping dan fosfat yang melimpah.
Iklim Kering dan Produksi Garam
Mengapa Madura dijuluki Pulau Garam? Jawabannya terletak pada kombinasi iklim dan garis pantai. Madura memiliki musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kering dibandingkan wilayah lain di Jawa Timur. Suhu udara yang tinggi dan hembusan angin laut yang konsisten menciptakan kondisi ideal untuk proses penguapan air laut.
Sentra produksi garam utama berada di wilayah pesisir selatan, seperti Sumenep, Pamekasan, dan Sampang. Di sini, air laut dialirkan ke ladang-ladang kristalisasi yang luas. Panas matahari yang terik memicu penguapan alami hingga menyisakan kristal-kristal garam murni yang kemudian dipanen. Kualitas garam Madura diakui secara nasional karena kandungan NaCl yang tinggi, menjadikannya penopang utama kebutuhan garam konsumsi maupun industri di Indonesia.***
Next News

Bonus Atlet Sampang Tertunda, Disporabudpar Sebut Anggaran Hibah Tak Mencukupi
5 months ago

Bonus Tak Kunjung Terwujud, Atlet Sampang Kecewa
5 months ago

Muhlis, Atlet Catur Tunarungu Asal Sampang Raih 3 Medali di SEA Deaf Games 2025
5 months ago

Wakili Indonesia, Atlet Catur Disabilitas Asal Sampang Siap Beraksi di SEA Deaf Games 2025
5 months ago

Mahasiswa di Pamekasan Sosialisasikan Anti Perundungan ke Sekolah
5 months ago

Target Tingkatkan IPM, DPRD Sampang Usulkan Santri Dapat Ijazah Kesetaraan
6 months ago

Gelar Kongres Tahunan, PSSI Sampang Fokus Wujudkan Pelatih Berlisensi
6 months ago

Kokohkan Sinergitas dengan Pemerintah, PKL GOR Indoor Sampang Lakukan Rapat Evaluasi.
6 months ago

Tajin Sappar, Bubur Tradisional Simbol Solidaritas dan Ungkapan Syukur Masyarakat Madura
6 months ago

Sekolah Rakyat di Sampang Terancam Tertunda, Pendaftaran Baru Dibuka 2026
6 months ago





