Kunjungi Sampang, Menko Zulhas Targetkan Swasembada Garam Industri Tuntas 2027
Ach. Mukrim - Sunday, 08 March 2026 | 08:03 AM


salsabilafm.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menargetkan Indonesia mampu mencapai swasembada garam industri pada tahun 2027. Target ini dicanangkan guna memutus ketergantungan impor yang selama ini masih terjadi akibat minimnya produksi garam spesifikasi industri di dalam negeri.
Hal itu disampaikan Zulhas saat meninjau pabrik pengolahan PT Garam di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Minggu (8/3/2026).
"Saya ke sini untuk memastikan kondisi gudang dan mesin. Target kita 2027 selesai (swasembada)," ujar Zulhas di area pabrik PT Garam, Sampang.
Dalam kunjungannya, Zulhas menyoroti infrastruktur produksi yang dinilai sudah tidak efisien. Dia menemukan mesin pengolahan garam industri yang telah beroperasi sejak tahun 1970. Menurutnya, usia mesin yang mencapai 56 tahun tersebut menjadi penghambat utama produktivitas nasional.
"Mobil saja kalau sudah tahun 1970 sudah rusak. Di sini kok masih jalan. Saya tadi heran," cetusnya.
Zulhas menilai peremajaan mesin menjadi harga mati jika ingin mengejar efisiensi. Mesin yang sudah uzur cenderung boros biaya operasional namun menghasilkan output yang rendah. Sebagai langkah konkret, pemerintah akan mempercepat pembangunan pabrik garam industri di sejumlah titik strategis, mulai dari Madura, Gresik, hingga Rote.
Saat ini, kebutuhan garam nasional berkisar antara 3 hingga 4 juta ton per tahun. Meski Madura menjadi penopang utama dengan produksi 500 ribu ton per tahun, jumlah tersebut baru mampu memenuhi kebutuhan garam konsumsi.
"Kondisi ini yang menyebabkan pemerintah terpaksa harus melakukan impor garam," tutur Zulhas.
Dia melanjutkan, awalnya pemerintah sempat menargetkan penghentian impor garam pada 2024. Namun, karena keterbatasan infrastruktur dan spesifikasi garam industri yang belum terpenuhi, target tersebut terpaksa digeser ke tahun 2027 dengan dukungan penuh pada pembangunan pabrik baru.
Di sisi lain, Zulhas menjamin ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran tidak akan mengguncang ketahanan pangan nasional. Dia menyebut pemerintah telah melakukan langkah antisipasi sesuai prediksi Presiden Prabowo Subianto.
"Pangan kita aman meski ada perang. Karena sudah kita antisipasi sebelumnya," tegasnya.
Zulhas memaparkan, stok beras nasional saat ini telah melampaui angka 4,2 juta ton. Begitu pula dengan komoditas terigu yang pasokannya dipastikan tidak terganggu karena berasal dari Eropa dan Kanada, bukan dari kawasan konflik. Menjelang momentum Ramadan dan Lebaran, Zulhas mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir.
"Sembako pangan kita aman, tetap terjangkau. Tahun ini kita juga akan bekerja keras agar stok ikan nasional aman," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Deddy Corbuzier: "My Heart is Broken"
2 days ago

Pemerintah Resmi Batasi Medsos, Akun di Bawah 16 Tahun Akan Dinonaktifkan
3 days ago

IHSG Anjlok 3,17 Persen, Penutupan Selat Hormuz Picu Kepanikan Pasar
4 days ago

Jadwal Puncak Arus Mudik 2026: Prediksi Tanggal Padat dan Tips Perjalanan Nyaman
a month ago

Kapan Idul Fitri 2026? Simak Estimasi Jadwal Mudik dan Pemesanan Tiket Kereta Api
a month ago

Soal Kenaikan Gaji ASN 2026, Purbaya: Saya Masih Tunggu Satu Triwulan Lagi
2 months ago

Zaki Ubaidillah, Pebulutangkis Asal Sampang Melaju ke 16 Besar Korea Masters 2025
4 months ago

Terkait Google Cloud, Nadiem Makarim Siap Beri Klarifikasi ke KPK
7 months ago

Mendikdasmen: Pembelajaran Siswa di Bulan Ramadan Tunggu SE 3 Menteri
a year ago

Fahri Hamzah: Presiden Prabowo Larang Bangun Rumah di Lahan Sawah
a year ago




