Jumat, 27 Februari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Harga Cabai Rawit di Bangkalan Rp110 Ribu per Kilogram, Ibu-ibu Serbu Pasar Murah

Redaksi - Friday, 27 February 2026 | 05:09 AM

Background
 Harga Cabai Rawit di Bangkalan Rp110 Ribu per Kilogram, Ibu-ibu Serbu Pasar Murah
ibu-ibu belanja di pasar murah. ( Istimewa/)

salsabilafm.com - Keberadaan Gerakan Pangan Murah dan Pasar Murah di depan Pendopo Agung Bangkalan, Jalan Letnan Abdullah, Kelurahan Kraton, Jumat (27/2/2026) pagi, menjadi pelipur lara warga di tengah lonjakan harga bahan pokok.


Selain beras dan minyak goreng, cabai rawit juga menjadi salah satu komoditas hortikultura yang diburu emak-emak setelah harganya melambung hingga menyentuh Rp 105 ribu-Rp 110 ribu per kg.


"Cabai sudah habis semua," terang pemandu atau MC Gerakan Pangan Murah dan Pasar Murah melalui pengeras suara.


Operasi pasar murah yang digelar Pemkab Bangkalan itu merupakan kegiatan kedua di setiap Jumat selama Ramadan. 


Tim Bidang Pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan mengungkapkan, pihaknya menyediakan sebanyak 15 kg cabai rawit yang dilepas seharga Rp 10 ribu per ons. 


"Alhamdulillah sudah habis, kalau harga di pasaran Rp 105 ribu hingga Rp 110 ribu per kg. Teman-teman Dinas Perdagangan juga menyediakan masing-masing 10 kg cabai rawit dan cabai besar, alhamdulillah habis semua," ungkapnya.


Selain cabai rawit, komoditas bahan pokok lain yang paling banyak diserbu emak-emak adalah beras, telur, dan minyak goreng.


Hal itu tampak dari barang-barang belanjaan yang dibawa pulang para ibu-ibu. 


Ibu rumah tangga, Dewi asal Kelurahan Kraton, Bangkalan, mengungkapkan, harga beras didapatnya lebih murah yakni seharga Rp 14 ribu per kg.


Dia pun membeli beras kemasan 5 kg seharga Rp 55 ribu.  


"Lumayan banyak selisihnya, bisa buat membeli cabai Rp 10 ribu. Pasar murah ini sangat membantu, kebetulan ini buat kebutuhan adik. Dari pada saya belanja di pasar tradisional, ini ada yang murah," ujar Dewi. 


Selain beras, telur, minyak goreng, dan cabai rawit, Gerakan Pangan Murah dan Pasar Murah yang bekerja sama dengan Pemprov Jatim melalui Etalase Pengendalian Inflasi Kabupaten/Kota (Epik) itu juga menyediakan daging sapi, daging ayam, susu, bawang merah, bawang putih, tomat, hingga beraneka ragam camilan. 


Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Bangkalan terhadap Harga Eceran per Kg Barang Kebutuhan Pokok per 26 Februari 2026 yang diterima, cabai besar seharga Rp 25 ribu, cabai rawit Rp 105 ribu-Rp 110 ribu, bawang merah Rp 36 ribu-Rp 38 ribu, bawang putih Rp 32 ribu, telur Rp 30 ribu, dan tomat Rp 8 ribu.


Sementara beras medium Rp 14 ribu atau Rp 70 ribu per 5 kg, beras premium Rp 16 ribu atau Rp 80 ribu per 5 kg.


Untuk Minyakita rata-rata Rp 16 ribu hingga Rp 19 ribu per liter di pasaran, dan gula pasir rata-rata Rp 17 ribu hingga Rp 18 ribu per kg.


Pantauan di Gerakan Pangan Murah dan Pasar Murah Bangkalan, Minyakita dilepas seharga Rp 15 ribu per liter dan gula pasir seharga Rp 16.500 per kg.


Untuk cabai rawit seharga Rp 10 ribu per ons, cabai merah Rp 5 ribu per 1/4 kg, beras Rp 14 ribu per kg atau Rp 55 ribu per 5 kg. 


Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Bangkalan, Muh Rasuli mengungkapkan, gelaran Gerakan Pangan Murah dan Pasar Murah tersebut dalam rangka pengendalian inflasi di Kabupaten Bangkalan, khususnya selama Ramadan dan jelang Hari Raya Idulfitri. 


"Gerakan Pangan Murah ini digelar setiap pekan, yakni di Hari Jumat dalam rangka untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok dan bahan pokok lainnya," ungkap Rasuli.


Operasi Pasar Murah itu tidak hanya diikuti Dinas Koperasi, UMKM, Perdangangan, namun juga Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan namun juga sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga para pelaku UMKM di Kabupaten Bangkalan. 


"Kami juga bekerja sama dengan Provinsi Jawa Timur, yakni Etalase Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten/Kota, serta beberapa vendor. Semoga kesempatan ini bisa sedikit membantu masyarakat dalam memenuhi bahan kebutuhan pokok," pungkasnya. (*)