Jumat, 9 Januari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Hand Traktor Raib di Kantor Disperta KP Sampang, DPRD Curigai Keterlibatan Orang Dalam

Syabilur Rosyad - Thursday, 08 January 2026 | 05:21 AM

Background
Hand Traktor Raib di Kantor Disperta KP Sampang, DPRD Curigai Keterlibatan Orang Dalam
Puluhan Alsintan di Kantor Disperta KP Sampang yang belum tersalurkan, Rabu (7/6/2025). (Rosyad/Salsa/)

salsabilafm.com – Hilangnya alat mesin pertanian (alsintan) berupa hand tractor bantuan untuk petani di kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan KP) Kabupaten Sampang pada 27 Desember 2025 lalu menuai sorotan publik. Bahkan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang mencurigai dugaan keterlibatan orang dalam atas raibnya bantuan tersebut.


Hilangnya hand traktor yang sedianya akan disalurkan kepada kelompok tani di Kabupaten Sampang itu langsung mendapat perhatian serius dari legislatif. Pasalnya, bantuan tersebut bersumber dari anggaran negara dan menyentuh langsung kepentingan petani.


Anggota Komisi II DPRD Sampang, Mutamar Suhri, menegaskan, Disperta KP harus lebih berhati-hati dalam menjaga aset negara, khususnya bantuan pertanian yang diperuntukkan bagi masyarakat.


“Kami menekankan agar Disperta KP segera mendistribusikan bantuan kepada petani. Selain itu, pengamanan aset harus diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” kata Mutamar, Rabu (7/1/2026). 


Dia menilai hilangnya hand tractor tersebut patut dicurigai adanya keterlibatan orang dalam. Menurutnya, DPRD Sampang akan menindaklanjuti kasus ini untuk memastikan penyebab pasti hilangnya alsintan tersebut.


“Kami akan menindaklanjuti untuk mengetahui apakah ada dugaan keterlibatan orang dalam atau tidak. Kami khawatir ada dinamika di internal,” tegasnya.


Sementara itu, Kepala Disperta KP Sampang, Suyono, menjelaskan, total anggaran pengadaan alsintan mencapai Rp580.183.000 untuk pengadaan 19 unit hand tractor yang direncanakan akan disalurkan kepada petani.


Terkait pertanggungjawaban atas hilangnya satu unit alsintan tersebut, Suyono menegaskan, pihaknya telah menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian itu kepada aparat penegak hukum.


“Kami sudah bertanggung jawab dengan melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib. Saat ini prosesnya masih berjalan,” ujarnya.


Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti hilangnya alsintan bantuan petani tersebut. (Syad)