Guru PPPK Telantar Usai Terima SK, DPRD Sampang Akan Bentuk Pansus
Ach. Mukrim - Monday, 26 January 2026 | 08:00 AM


salsabilafm.com - Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang akan mengusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk mengevaluasi secara total manajemen kepegawaian tenaga pendidik di wilayah setempat.
Langkah ini diambil menyusul laporan sejumlah guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu yang telantar meski telah menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan.
Persoalan ini mencuat setelah para tenaga pendidik baru tersebut mendatangi sekolah penempatan, namun ditolak oleh pihak lembaga. Sekolah-sekolah tersebut berdalih bahwa kuota atau formasi guru sudah penuh, sehingga para pemegang SK PPPK ini tidak mendapatkan jam mengajar maupun ruang kelas.
Ketua Komisi IV DPRD Sampang, Mahfud, menyayangkan lemahnya sinkronisasi data antara Dinas Pendidikan (Disdik) dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sampang.
"Dinas Pendidikan seharusnya sudah menyiapkan data sekolah mana saja yang memang kekurangan guru. Jika sekarang SK sudah turun tapi ditolak sekolah karena alasan penuh, ini adalah keteledoran tim teknis di Dinas Pendidikan," katanya, Senin (26/1/2026).
Menurutnya, persoalan ini seharusnya tidak terjadi jika Dinas Pendidikan melakukan pemetaan dan analisis kebutuhan guru secara akurat sebelum mengajukan data ke BKPSDM dan Bupati.
Mahfud menilai sinkronisasi data antara kebutuhan di lapangan dengan penempatan yang tertera di SK sangat krusial agar tidak muncul penolakan yang merugikan para tenaga pendidik.
"Melihat kompleksitas permasalahan pendidikan di Kabupaten Sampang yang terus berulang-mulai dari polemik KBM hingga karut-marut administrasi PPPK, kami berencana mengambil langkah politik yang lebih serius," tegasnya.
Dikatakan, persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena merugikan hak para tenaga pendidik. Mahfud berjanji akan mengusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) kepada pimpinan DPRD Sampang. Pansus ini nantinya akan bertugas mengaudit dan mengevaluasi secara menyeluruh kinerja sistem pendidikan di Kabupaten Sampang.
"Saya akan usulkan pembentukan Pansus ke pimpinan. Terkait disetujui atau tidak, itu nanti bergantung pada kesepakatan fraksi-fraksi lain. Namun, ini langkah penting agar masalah pendidikan di Sampang tidak terus menjadi benang kusut," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
15 hours ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
15 hours ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
15 hours ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
15 hours ago

Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
15 hours ago

Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
15 hours ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
15 hours ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
15 hours ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
16 hours ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
2 days ago





