Rabu, 17 Juni 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Gencar Gerakan Posyandu Aktif, Angka Stunting di Sampang Turun Jadi 2,7 Persen

Ach. Mukrim - Wednesday, 17 June 2026 | 03:25 AM

Background
Gencar Gerakan Posyandu Aktif, Angka Stunting di Sampang Turun Jadi 2,7 Persen
Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Posyandu Kabupaten Sampang, Evi Slamet Junaidi saat mendemonstrasikan makanan penurunan stunting. (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang menggelar kegiatan Gerakan Posyandu Aktif sebagai upaya memperkuat pencegahan dan penurunan angka stunting di wilayah setempat. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Bupati, Rabu (17/6/2026).


Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Posyandu Kabupaten Sampang, Evi Slamet Junaidi, mengatakan, Posyandu telah mengalami berbagai transformasi sejak diterbitkannya Permendagri Nomor 13 Tahun 2024. Transformasi tersebut mencakup perubahan pelayanan dan kelembagaan yang kini mulai dikenal luas oleh masyarakat.


"Posyandu mengalami beberapa transformasi sejak adanya Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, baik transformasi pelayanan maupun transformasi kelembagaan," katanya. 




Menurutnya, Gerakan Posyandu Aktif diharapkan mampu memastikan pengukuran, intervensi, dan pencegahan stunting dilaksanakan secara serentak dan optimal di seluruh Posyandu di Kabupaten Sampang.


Evi juga mengajak setiap keluarga untuk berperan aktif dalam pengasuhan balita guna mencegah stunting. Salah satunya melalui kegiatan Lomba Balita Sehat yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak.




"Pencegahan stunting bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga harus dilakukan di tingkat keluarga. Melalui pengasuhan yang baik dan pemantauan rutin, upaya penurunan angka stunting dapat berjalan lebih maksimal," terangnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Sampang, Dwi Herlinda Lusi Harini, menjelaskan, seiring transformasi sistem kesehatan yang berfokus pada integrasi layanan primer, Posyandu ke depan tidak hanya melayani bayi, balita, ibu hamil, dan ibu nifas, tetapi juga seluruh siklus kehidupan mulai dari bayi hingga lansia.


Dengan semakin luasnya cakupan layanan Posyandu, kata Lusi, diperlukan dukungan dari seluruh lintas sektor agar fungsi Posyandu kembali optimal sebagai garda terdepan deteksi dini berbagai permasalahan kesehatan masyarakat.




Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pengukuhan Ketua Tim Pembina Posyandu tingkat kecamatan. Keberadaan tim tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan pelaksanaan program Posyandu di seluruh wilayah Kabupaten Sampang.


Dia menambahkan, sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2025 tentang Posyandu, terdapat enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjadi sasaran Posyandu, meliputi bidang kesehatan, pendidikan, perumahan rakyat, pekerjaan umum, sosial, serta ketenteraman dan ketertiban umum.




"Dukungan kepala desa juga sangat penting, terutama dalam pemenuhan sarana, prasarana, dan operasional Posyandu di desa. Dengan berjalannya Posyandu secara optimal, program prioritas pemerintah seperti pencegahan dan penurunan stunting dapat terlaksana dengan baik," katanya.


Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinkes KB Sampang, Agus Mulyadi, menyampaikan, tren angka stunting di Kabupaten Sampang terus menunjukkan penurunan dalam lima tahun terakhir.


"Angka stunting saat ini berada di kisaran 2,7 persen, menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2,9 persen," ujarnya.




Agus menjelaskan, upaya pencegahan stunting dimulai sejak masa kehamilan melalui program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pemerintah terus mendorong ibu hamil melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin minimal enam kali selama masa kehamilan serta melahirkan di fasilitas kesehatan.


Setelah bayi lahir, pemantauan pertumbuhan dilakukan secara berkala melalui Posyandu. Apabila ditemukan masalah gizi atau gangguan pertumbuhan, pemerintah akan memberikan intervensi berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal maupun bantuan lainnya.




"Posyandu memiliki peran penting dalam skrining dan pemantauan rutin setiap bulan. Dengan pemantauan yang teratur, masalah pertumbuhan anak bisa segera terdeteksi dan ditangani tanpa harus menunggu kondisi semakin parah," jelasnya.


Untuk mempertahankan tren penurunan stunting, Agus menekankan pentingnya komitmen bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Sebabnya, dia mengimbau seluruh orang tua agar rutin membawa balitanya ke Posyandu untuk mendapatkan layanan skrining dan pemantauan kesehatan.


Selain itu, Dinkes KB Sampang juga berupaya menjalin kerja sama dengan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ada di Kabupaten Sampang. Program tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pemenuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sehingga mendukung percepatan penurunan stunting.




"Kami memiliki prinsip lebih baik mencegah daripada mengobati. Karena itu masyarakat jangan takut datang ke Posyandu. Jika ditemukan masalah kesehatan, petugas akan segera melakukan penanganan atau merujuk ke puskesmas agar dapat ditangani lebih cepat," pungkas Agus. (Mukrim)