Minggu, 14 Juni 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Festival Kuliner Sampang, Bebek Songkem, Dhun Adhun, dan Nasi Kobel Jadi Primadona

Ach. Mukrim - Sunday, 14 June 2026 | 08:47 AM

Background
Festival Kuliner Sampang, Bebek Songkem, Dhun Adhun, dan Nasi Kobel Jadi Primadona
Festival Kuliner Sampang 2026. (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang menggelar Festival Kuliner Kekayaan Intelektual (KI) Komunal Kabupaten Sampang Tahun 2026 di Taman Wijaya Kusuma, Minggu (14/6/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang Yuliadi Setiyawan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Sampang, kepala perangkat daerah, pelaku usaha kuliner, serta berbagai unsur terkait lainnya.


Kepala Disporabudpar Kabupaten Sampang, Marnilem, menyampaikan, festival ini menjadi bagian dari upaya pelestarian sekaligus promosi kuliner khas daerah yang tercatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KI Komunal), serta mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.




"Tiga kuliner khas Kabupaten Sampang yang menjadi fokus utama dalam festival ini yakni Bebek Songkem, Dhun Adhun, dan Nasi Kobel sebagai bagian dari identitas budaya yang perlu terus dijaga dan diperkenalkan kepada masyarakat luas," ujarnya.


Marnilem menambahkan, sebanyak 20 tenant turut ambil bagian dalam festival tersebut yang terdiri dari pelaku usaha kuliner lokal serta partisipasi siswa SMA dan SMK se-Kabupaten Sampang yang menampilkan berbagai produk unggulan hasil kreativitas mereka.




Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiyawan, menyampaikan, Festival Kuliner KI Komunal tidak hanya menjadi ruang promosi produk kuliner lokal, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menjaga warisan budaya sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.


"Kuliner tradisional merupakan bagian dari identitas daerah yang harus kita jaga bersama. Melalui festival ini, kami ingin mendorong agar produk lokal Sampang semakin dikenal, memiliki daya saing, serta mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.


Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan komunitas ekonomi kreatif menjadi kunci dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.




"Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sampang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian kekayaan intelektual komunal sekaligus memperkuat pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah," pungkasnya. (Mukrim)