Dinkes KB Sampang Fokus 1.000 HPK, Cegah Stunting Sejak Dini
Ach. Mukrim - Wednesday, 17 June 2026 | 03:33 AM


salsabilafm.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang terus berupaya menekan angka stunting melalui berbagai program kesehatan yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Upaya tersebut menunjukkan hasil positif dengan tren penurunan angka stunting dalam lima tahun terakhir.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Sampang, Agus Mulyadi, mengatakan, angka stunting di Kabupaten Sampang saat ini berada di angka 2,7 persen, menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2,9 persen.
"Kalau kita lihat tren lima tahun terakhir, data stunting di Kabupaten Sampang memang terus mengalami penurunan. Ini menunjukkan bahwa berbagai upaya yang dilakukan mulai membuahkan hasil," katanya, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, penanganan stunting dilakukan sejak masa kehamilan melalui program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Program tersebut berfokus pada pemantauan kesehatan ibu hamil agar terhindar dari anemia dan berbagai risiko yang dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah atau masalah kesehatan lainnya yang berpotensi memicu stunting.
Selain itu, pemerintah juga mewajibkan ibu hamil melakukan pemeriksaan kesehatan sebanyak enam kali selama masa kehamilan. Proses persalinan pun diarahkan dilakukan di fasilitas kesehatan yang saat ini dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.
"Semua layanan persalinan sudah gratis, sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak melahirkan di fasilitas kesehatan," jelas Agus.
Setelah bayi lahir, pemantauan pertumbuhan dilakukan secara rutin melalui Posyandu. Agus menegaskan, Posyandu memiliki peran penting dalam mendeteksi dini gangguan pertumbuhan anak sehingga intervensi dapat segera dilakukan.
"Balita harus dipantau setiap bulan. Jangan menunggu enam bulan atau satu tahun. Dengan pemantauan rutin, jika ditemukan masalah pertumbuhan bisa langsung dilakukan penanganan," lanjutnya.
Apabila ditemukan balita yang mengalami gangguan pertumbuhan, Dinkes KB akan memberikan intervensi melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal, termasuk bantuan susu dan makanan bergizi lainnya sesuai kebutuhan.
Untuk mempertahankan tren penurunan stunting, menurut Agus, diperlukan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Dia juga mengimbau seluruh orang tua agar rutin membawa balita ke Posyandu guna melakukan skrining kesehatan dan pemantauan pertumbuhan secara berkala.
"Kami berharap seluruh sasaran balita datang ke Posyandu agar kondisi mereka dapat terdeteksi sejak dini. Jika ada masalah, petugas bisa segera melakukan penanganan atau merujuk ke puskesmas," ujarnya.
Selain itu, Dinkes KB Sampang juga berencana memperkuat kerja sama dengan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang beroperasi di Kabupaten Sampang. Program tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan gizi kelompok rentan, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
"Kami sedang membangun komunikasi dengan dapur-dapur MBG agar dapat berkontribusi dalam percepatan penurunan stunting. Karena pada dasarnya MBG menyediakan makanan bergizi yang sangat berpengaruh terhadap peningkatan status gizi masyarakat," ungkap Agus.
Ke depan, pihaknya akan terus mengedepankan upaya pencegahan melalui skrining kesehatan dan penguatan layanan Posyandu. Agus menegaskan, mencegah penyakit jauh lebih baik dibandingkan mengobati, sehingga masyarakat diharapkan tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
"Jangan takut datang ke Posyandu. Jika ditemukan masalah kesehatan, petugas akan membantu dan mengarahkan ke puskesmas agar segera mendapatkan penanganan yang tepat," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Desa Terdampak Kekeringan di Pamekasan Diprediksi Bertambah, BPBD: Tunggu SK dari Bupati
a day ago

Sempat Hilang Dicuri Maling, Motor Milik Warga Pamekasan Akhirnya Kembali
a day ago

Kecam Pelecehan Seksual terhadap Anak, KOPRI PMII Sampang Desak Pelaku Dihukum Berat
a day ago

SPBU Arahkan Pengguna Jeriken Urus Rekomendasi, Disperta KP: Kalau Diperjualbelikan Kembali Kami Tolak
a day ago

Dinsos PPA Sampang Dampingi Korban Rudapaksa 27 Orang, Pastikan Hak Pendidikan Terpenuhi
a day ago

Pemkab Sampang Tunggu Petunjuk ESDM Jatim Tangani Sumur Bor Diduga Mengandung Gas
a day ago

Kantor Imigrasi Pamekasan Deportasi 5 WNA Asal Malaysia dan Pakistan
20 hours ago

Lahan Tembakau di Pamekasan Dirusak OTK, Petani Rugi Rp6,5 Juta
20 hours ago

Desak Polisi Tangkap 27 Pelaku Rudapaksa Anak, DPRD Sampang: Itu Tindakan Biadab
20 hours ago

Gerakan Indonesia Asri 2026 Diluncurkan di Sampang, Dorong Lingkungan Bersih dan Berkelanjutan
2 days ago





