Dilarang Main Seumur Hidup, Ini Sanksi Lain yang Diterima Hilmi 'Tendangan Kungfu'
Redaksi - Wednesday, 07 January 2026 | 07:57 AM


salsabilafm.com - Insiden tendangan kungfu brutal yang dilakukan pemain PS Putra Jaya Muhammad Hilmi Gimnastiar terhadap pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha, tak berhenti sebagai pelanggaran di lapangan hijau. Aksi tersebut justru menjadi titik awal rangkaian sanksi keras, kecaman publik, hingga ancaman proses hukum.
Dalam laga Liga 4 Jawa Timur, tindakan Hilmi yang dinilai di luar batas fair play itu berujung panjang. Mulai dari pemecatan oleh klubnya sendiri, hukuman seumur hidup dari PSSI Jawa Timur, hingga rencana pelaporan ke jalur hukum oleh tim korban.
PS Putra Jaya Kabupaten Pasuruan mengambil langkah tegas dengan memberhentikan Muhammad Hilmi Gimnastiar dari tim. Sebab, tindakannya dinilai tidak sesuai azas fair play dan mencederai nilai olahraga sepak bola. Keputusan tersebut dituangkan dalam surat pemecatan resmi bernomor PSPJ/02/05-01-2026 yang ditandatangani Ketua Harian PS Putra Jaya Sumurwaru, Gaung Andaka Ranggi P.
"Kami memutuskan untuk melakukan. pemberhentian kerja kepada pemain kami yang bernama Muhammad Hilmi Gimnastiar," tulis Ketua Harian PS Putra Jaya Sumurwaru, Gaung Andaka Ranggi P dalam surat pemecatan tersebut.
Pihak klub juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi, khususnya kepada tim Perseta 1970 yang pemainnya menjadi korban.
"Kami selaku pengurus PS Putra Jaya Sumurwaru juga meminta maaf kepada semua pihak atas perbuatan pemain kami khususnya kepada tim Perseta 1970," jelas Gaung Andaka Ranggi P.
Komite Disiplin PSSI Jawa Timur menilai, tindakan Hilmi sebagai pelanggaran berat yang melanggar sejumlah pasal dalam Kode Disiplin PSSI. Berdasarkan fakta dan pertimbangan hukum, Komdis menjatuhkan sanksi tegas berupa larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup.
"Menghukum, Muh. Hilmi Gimnastiar (NPG 23) dari Klub Putra Jaya Pasuruan dengan hukuman larangan beraktifitas sepak bola seumur hidup," tulis Putusan Komite Disiplin PSSI Jawa Timur.
Selain hukuman larangan seumur hidup, Hilmi juga dijatuhi denda sebesar Rp 2.500.000 sebagai bagian dari sanksi disiplin.
Ketua Komite Disiplin PSSI Jawa Timur, Makin Rachmat mengaku prihatin atas insiden kekerasan yang kembali terjadi di lapangan sepak bola Jawa Timur. Dia mewanti-wanti agar kejadian serupa tidak berujung fatal seperti tragedi yang pernah terjadi sebelumnya.
"Jangan sampai tragedi Jumadi Abdi terulang. Bagaimana Eri Erianto pemain legenda Persebaya juga meninggal saat bermain sepak bola," ungkap Ketua Komdis PSSI Jatim, Makin Rachmat.
Manajer Perseta 1970 Tulungagung, Rudi Iswahyudi, mengungkapkan, dampak serius yang dialami Firman Nugraha akibat tendangan brutal tersebut. Meski awalnya Firman menolak dibawa ke rumah sakit, kondisinya memburuk beberapa jam setelah pertandingan.
"Sebelumnya nggak mau dibawa ke rumah sakit, kemudian malamnya mengeluh sesak napas, akhirnya kami bawa ke rumah sakit dan setelah dilakukan rontgen dinyatakan ada yang retak rusuk bawah," kata Rudi.
Firman hingga kini masih menjalani observasi dan penanganan lanjutan di Bangkalan. Kondisi tersebut dinilai memengaruhi psikologis tim Perseta 1970.
"Secara mental pasti berpengaruh," ujar Rudi.
Perseta 1970 menilai insiden tendangan tersebut sudah jauh melampaui konteks pertandingan sepak bola dan mencoreng prinsip fair play. Manajemen tim berharap sanksi tidak hanya berhenti di ranah disiplin olahraga.
"Kejadian tersebut itu sudah di luar dari konteks permainan ya. Saya sampaikan lagi, nanti selain ada sanksi disiplin, saya berharap pada sanksi hukum," kata Rudi.
Dia menambahkan, pihaknya tengah mengkaji kemungkinan membawa kasus ini ke ranah hukum agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak di dunia sepak bola.
"Kami berencana untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum, saat ini masih dalam kajian. Kami akan konsultasi dulu dengan Askab PSSI Tulungagung," pungkasnya. (*)
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
11 hours ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
11 hours ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
11 hours ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
11 hours ago

Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
11 hours ago

Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
11 hours ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
11 hours ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
11 hours ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
12 hours ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
a day ago





