Dark Mode dan Psikologi: Pengaruh Mode Gelap terhadap Mata, Fokus, dan Tidur
Redaksi - Thursday, 05 February 2026 | 09:15 AM


Dark Mode dan Psikologi: Lebih Dari Sekadar Gaya Gelap
Semua aplikasi dan sistem operasi kini menawarkan "Dark Mode" atau mode gelap. Mulai dari YouTube, Instagram, sampai Windows dan MacOS, semuanya punya opsi ini. Kadang, kita hanya nyalain atau matiin, tapi apa sebenarnya yang terjadi di otak kita ketika mata kita terpapar cahaya gelap? Apakah gelap itu memang lebih baik untuk mata? Atau sebenarnya ada efek psikologis yang bikin kita betah lama-lama di depan layar? Yuk, kita kulik bareng-bareng.
Sejarah Singkat Dark Mode
Konsep dark mode sebenarnya sudah lama. Sejak era CRT, layar hitam dengan font putih sudah dianggap standar karena memudahkan mata. Pas monitor LED muncul, desain UI cenderung putih, sehingga para desainer harus memikirkan ulang. Dark mode muncul sebagai solusi, baik dari segi estetika maupun ergonomi. Menurut beberapa studi, mode gelap dapat mengurangi kecerahan layar sehingga tidak terlalu memantul pada mata, khususnya di ruangan gelap.
Efek Psikologis: Mood, Fokus, dan Kebiasaan
1. Perasaan Tenang
Gelap secara visual biasanya diasosiasikan dengan ketenangan dan fokus. Di dunia digital, saat kita switch ke dark mode, otak kita ikut menyesuaikan. Kita merasa lebih "in‑depth" saat membaca artikel, menonton video, atau bermain game. Tidak jarang, orang melaporkan merasa lebih tenang dan lebih mudah terbenam dalam konten.
2. Faktor Kontras dan Konsentrasi
Dengan kontras yang tinggi (teks putih di atas latar hitam), mata seringkali lebih mudah men-fokus. Ini membantu menurunkan kelelahan mata, khususnya ketika bekerja di malam hari. Namun, bila terlalu kontras, bisa membuat mata "tendang" dan akhirnya lelah lebih cepat. Jadi, seimbang itu penting.
3. Pengaruh Pada Tidur
Salah satu argumen terbesar orang yang pro dark mode adalah bantu tidur. Cahaya biru dari layar memang dapat menghambat produksi melatonin. Tetapi, mode gelap tidak secara otomatis mengurangi emisi cahaya biru; yang penting adalah lampu dan kecerahan. Tetapi, karena warna gelap lebih lembut, beberapa orang merasa lebih mudah tidur setelah mengubah mode.
Studi Kasus: "Gamers, TikToker, dan Content Creators"
Beberapa komunitas gamers, khususnya yang main game di malam hari, sering memanfaatkan dark mode. Mereka berpendapat bahwa mode gelap memberi nuansa "realistik" pada game, sehingga imersi lebih tinggi. Di sisi lain, TikToker yang sering membuat konten malam hari melaporkan bahwa dark mode membuat video mereka terlihat lebih profesional dan dramatis. Tetapi, ada juga yang bilang, "Kalo mode gelap, tampilan UI aplikasi bisa kurang jelas." Jadi, keuntungannya tergantung pada konteks penggunaannya.
Kenapa Beberapa Orang Suka dan Beberapa Tidak?
- Pengalaman Pribadi – Siapa yang suka, siapa yang tidak? Ada yang merasa gelap membuat mata lebih mudah menyesuaikan, sementara yang lain malah merasa gelap membuat mata "gak caya".
- Pengaturan Layar – Tidak semua aplikasi memiliki dark mode yang bagus. Beberapa tampil terlalu gelap, bikin teks jadi sulit dibaca.
- Kebiasaan Visual – Jika kamu terbiasa melihat UI putih, peralihan ke gelap bisa bikin mata terkejut. Sementara yang sudah terbiasa, gelap terasa natural.
Tips Memanfaatkan Dark Mode dengan Bijak
1. Atur Kecerahan Layar – Gak ada salahnya menurunkan kecerahan, apalagi saat malam. Jadi, mode gelap lebih terasa natural.
2. Gunakan Filter Cahaya Biru – Fitur ini membantu mengurangi paparan cahaya biru, yang berdampak pada kualitas tidur.
3. Coba Sesuai Konteks – Kalau kamu lagi nonton film atau video, mode gelap biasanya lebih nyaman. Tapi kalau lagi nulis atau browsing, coba cek apakah teksnya jelas.
4. Perhatikan Postur Tubuh – Mode gelap itu bagus, tapi jangan lupa, posisi duduk yang salah atau mata terlalu dekat dengan layar tetap akan menambah beban mata.
Kesimpulan: Dark Mode, Lebih dari Sekadar Trend
Dark Mode adalah solusi yang menarik bagi banyak orang. Dari segi psikologi, mode ini mempengaruhi mood, fokus, dan bahkan kebiasaan tidur. Tapi, bukan berarti satu solusi untuk semua. Kita harus memilih sesuai kebutuhan, baik itu untuk bekerja, gaming, maupun hiburan. Jadi, kalau kamu belum pernah coba, langsung saja nyalain dark mode, nikmati perbedaan warna, dan rasakan sendiri bagaimana cahaya gelap bisa merubah cara kita melihat layar.
Ingat, kuncinya bukan hanya mode, tapi juga bagaimana kamu menyesuaikannya dengan rutinitas sehari-hari. Selamat mencoba, dan semoga mata kita tetap sehat di era digital ini!
Next News

Fake Followers: Angka Fantasi di Dunia Sosial Media
2 days ago

Algoritma Media Sosial: Seorang Guru di Tengah Dunia Digital
2 days ago

Hidup di Dunia Tanpa Tunai
2 days ago

Sekali Klik Bisa Jadi Masalah
2 days ago

Cybercrime: Kejahatan yang Tidak Pernah Tidur
2 days ago

Kenapa Password Masih Jadi Pertahanan Utama Kita?
2 days ago

Ketika Semua Orang Jadi Kritikus di Internet
2 days ago

Apa yang Tertinggal Setelah Kita Scroll?
2 days ago

Era Streaming: Cara Baru Menikmati Hiburan dan Berinteraksi
2 days ago

Selfie di Era AI: Mengapa Filter Wajah Begitu Digemari?
2 days ago





