Aliansi LSM Sampang Desak Kepolisian Dalami Dugaan Pokmas Bermasalah Berujung OTT
SalsabilaNews - Monday, 01 March 2021 | 10:37 PM



Aliansi LSM Sampang mendatangi Mapolres Sampang, Senin (1/3/2021)
Sejumlah aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mendesak Kepolisian Resort (Polres) Sampang untuk melakukan penyelidikan mendalam terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang terjadi beberapa waktu.
OTT tersebut terkait kasus dugaan pemerasan yang melibatkan Ketua dan Sekretaris LSM Badan Pemantau Penyelenggara Pemerintahan Republik Indonesia (BP3RI) wilayah Sampang.
Mereka adalah Rizki (41) warga Dusun Mandangin, Desa Aeng Sareh, dan Amir Hamzah (37) warga Jalan Pahlawan, Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Kota Sampang.
Kedua oknum LSM itu diamankan ketika menerima sejumah uang di warung kopi, Jalan Makboel, Kelurahan Polagan, Kecamatan Kota Sampang, pada 20 Februari 2021 lalu.
Koordinator aliansi LSM, Sidik mendesak Polres Sampang melakukan penyelidikan mendalam terhadap kasus OTT sampai penggunaan dana hibah melalui kegiatan Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang dilakukan kontraktor Asbi sebagai korban pemerasan.
"Apa latar belakang dua oknum LSM melakukan pemerasan. Maka, Polres harus melakukan penyelidikan terhadap kegiatan Pokmas yang diduga bermasalah," jelasnya ketika mendatangi Mapolres Sampang, Senin (1/3/2021).
Pihaknya, sepenuhnya mendukung Polres Sampang menertibkan oknum LSM yang dinilai bersikap nakal dan melakukan hal serupa terhadap kontraktor yang merugikan negara.
"Polres melakukan penegakan hukum harus adil dan transparan. Kami juga mendorong agar dilakukan penyelidikan pada kegiatan Pokmas yang terindikasi bermasalah dan menyebabkan OTT terhadap dua oknum LSM," lanjutnya.
Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP Riki Donaire Piliang menyampaikan, kasus pemerasan terus dilakukan pengembangan dan mengumpulkan alat bukti pendukung untuk bahan penyelidikan terhadap dugaan kegiatan Pokmas tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) milik kontraktor Asbi.
"Kami sedang mengumpulkan alat bukti dan proses penyelidikan. Serta membutuhkan saksi ahli yang dapat menentukan kegiatan sesuai atau tidak dengan RAB," jelasnya.
Riki mengaku, hanya melakukan proses untuk menemukan unsur tidak pidana yang mengarah terhadap kagiatan Pokmas yang berlokasi di wilayah Kecamatan Pangarenag, Kabupaten Sampang.
"Kasus pemerasan tidak serta-merta berhenti terhadap dua oknum LSM. Namun, kami tetap menyelidiki kegiatan pelapor yang terindikasi bermasalah," pungkasnya. (Romi)
Next News

2 Pemuda di Sumenep Dibekuk Polisi, Diduga Curi Motor
2 days ago

Polresta Sumenep Bekuk Warga Mojokerto, Kedapatan Simpan Sabu di Kamar
4 days ago

Nyaris Dimassa, Pencuri Rokok di Bangkalan Diselamatkan Emak-Emak
4 days ago

Bea Cukai Madura Amankan 21 Juta Batang Rokok Ilegal dalam 6 Bulan
4 days ago

Hendak Kabur, Tersangka Pelaku Penganiayaan di Sumenep dibekuk di Bus
5 days ago

Polisi Tangkap Pembobol Toko Pracangan di Pulau Giliyang Sumenep
6 days ago

Kepergok Warga, Aksi 2 Maling Ayam di Sumenep Gagal Total
6 days ago

Mahasiswi di Bangkalan Jatuh dari Motor saat Kejar Begal HP
8 days ago

Kepergok Pemilik, Maling Motor di Sampang Ditangkap Warga
7 days ago

Polisi Bantah Dugaan Adanya Transaksional dalam Kasus Rudapaksa Anak di Sampang
9 days ago





