Rabu, 17 Juni 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

616 Jamaah Haji Asal Sampang Dijadwalkan Tiba di Tanah Air pada 19 Juni 2026

Ach. Mukrim - Wednesday, 17 June 2026 | 03:42 AM

Background
616 Jamaah Haji Asal Sampang Dijadwalkan Tiba di Tanah Air pada 19 Juni 2026
Jemaah haji asal Sampang saat berada di Bus. (Mukrim/Salsa/)


salsabilafm.com - Setelah menunaikan ibadah haji di Arab Saudi, sebanyak 616 jamaah haji asal Kabupaten Sampang dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada Jumat (19/6/2026). Hal itu disampaikan Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Sampang, Sayfuddin, Rabu (17/6/2026). 


Syaifuddin mengatakan, jamaah haji asal Sampang terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 67 dan Kloter 68. Jamaah Kloter 67 diperkirakan tiba di Kabupaten Sampang sekitar pukul 12.30 WIB. Sementara jamaah Kloter 68 dijadwalkan tiba pada hari yang sama sekitar pukul 14.00 WIB.




"Saat ini posisi jamaah haji asal Kabupaten Sampang berada di Madinah dan sedang melakukan persiapan untuk pulang ke Indonesia," katanya, Rabu (17/6/2026). 


Dia menjelaskan, secara umum kondisi kesehatan jamaah haji asal Sampang dalam keadaan baik. Petugas haji daerah akan terus memantau kondisi jamaah hingga seluruhnya tiba di daerah dengan selamat.


Untuk proses pemulangan, Kemenhaj Kabupaten Sampang berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sampang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Setelah tiba di Asrama Haji, jamaah akan langsung diberangkatkan menggunakan bus menuju Pendopo Trunojoyo Sampang sebagai lokasi penyambutan.




Menurut Sayfuddin, terdapat perubahan prosedur penanganan barang bawaan jamaah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya jamaah harus mengambil koper besar dan air zamzam di Asrama Haji, kini barang tersebut akan diserahkan kepada petugas haji daerah.


"Jamaah setelah tiba di Asrama Haji langsung menuju bus untuk kembali ke Kabupaten Sampang. Sedangkan koper besar dan air zamzam akan dibawa oleh petugas daerah dan dapat diambil di Kantor Kemenhaj Kabupaten Sampang dengan membawa paspor," ujarnya.




Meski secara prosedur jamaah diarahkan untuk dijemput di daerah masing-masing guna menghindari kepadatan di Asrama Haji, pihaknya tetap memperbolehkan keluarga yang ingin menjemput langsung di Asrama Haji.


Pihaknya juga mengimbau keluarga jamaah untuk menjaga ketertiban selama proses penyambutan. Keluarga jamaah yang hadir di Pendopo Trunojoyo diharapkan mengikuti aturan yang telah ditetapkan agar proses pemulangan berjalan aman, tertib, dan lancar.


"Nanti yang diperbolehkan masuk ke dalam Pondopo itu cuma dua orang dari pihak keluarga," kata dia. 




Sayfuddin bilang, dari total 618 jamaah haji asal Kabupaten Sampang yang berangkat pada musim haji 1447 Hijriah, sebanyak 616 orang dijadwalkan kembali ke Tanah Air. Sementara dua jamaah lainnya meninggal dunia di Arab Saudi setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji.


Jamaah yang meninggal dunia dari Kloter 67 adalah Muhammad Tohir M. Suud Burhan, warga Jalan Teuku Umar, Kecamatan Sampang. Almarhum meninggal dunia di Makkah pada 28 Mei 2026 setelah menjalani perawatan akibat sakit.




Sedangkan jamaah yang meninggal dunia dari Kloter 68 adalah Slamet Riyadi Miad, warga Perumahan Puri Matahari, Kecamatan Sampang. Almarhum meninggal dunia di Rumah Sakit An Nur, Makkah, pada 10 Juni 2026.


Kedua jamaah tersebut meninggal dunia setelah menunaikan rangkaian ibadah haji, termasuk wukuf di Arafah. Keduanya dimakamkan di Arab Saudi sesuai ketentuan yang berlaku.


"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini," pungkas Sayfuddin. (Mukrim)