27 SD di Sumenep Ditutup Selama 3 Tahun Terakhir
Ach. Mukrim - Wednesday, 30 July 2025 | 06:45 PM


salsabilafm.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menutup dan menggabungkan puluhan sekolah dasar (SD) selama tiga tahun terakhir.
Disdik mencatat, sebanyak 27 sekolah dasar telah ditutup dan digabung sejak tahun 2022 hingga 2025.
Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Di antaranya berdasarkan daya dukung penduduk atau calon siswa di wilayah tersebut dan jumlah lembaga pendidikan di sekitarnya.
Kabid Sekolah Dasar Disdik Sumenep, Andriansyah Ali Sochibi mengatakan, analisis jumlah penduduk mengacu pada potensi anak usia sekolah dalam satu wilayah, yang menentukan kelayakan berdirinya satu sekolah. Idealnya, di tengah populasi sekitar 2.000 jiwa, terdapat minimal satu hingga dua lembaga sekolah yang dapat melayani anak-anak usia sekolah di wilayah tersebut.
"Nanti jumlah penduduk ini pengaruhnya terhadap, berapa sebenarnya jumlah lembaga yang layak di kawasan itu," katanya, Rabu (30/7/2025).
Dijelaskannya, penutupan dan penggabungan ini adalah upaya menata ulang lembaga pendidikan agar lebih efisien dan sesuai kebutuhan wilayah. "Selama tiga tahun terakhir, Dinas Pendidikan mencoba memperbaiki, sekaligus sebagai bentuk efisiensi, efektivitas keberadaan lembaga di Sumenep," jelasnya.
Keputusan penutupan dan penggabungan ini disebut sebagai upaya rasionalisasi, agar lembaga pendidikan bisa berjalan lebih efektif dan tidak kekurangan siswa. Data Disdik menyebutkan, jumlah SD di Sumenep pada 2022 mencapai 661 lembaga, dan turun menjadi 634 lembaga pada tahun 2025.
Hingga 2025, jumlah total lembaga sekolah dasar di Sumenep, termasuk SD, MI dan sederajat, mencapai 1.194 lembaga yang tersebar di 27 kecamatan. Seribu lebih sekolah dasar sederajat itu dinilai mencukupi untuk menampung anak usia sekolah dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta berdasarkan sensus tahun 2023.
"Sebenarnya jumlah lembaga (SD dan sederajat) di Sumenep cukup banyak jumlahnya," pungkasnya. (*)
Next News

Terseret Kasus Dugaan Perselingkuhan, Kapus Robatal Sampang Terancam Dipecat
a day ago

Fasilitas Pantai Camplong Tak Terawat, Disporabudpar Soroti Tanggung Jawab Pengelola
a day ago

SDN di Bangkalan Bakal Dibongkar untuk Sekolah Rakyat, Siswa Belajar di Teras Rumah
a day ago

Pantai Slopeng Sumenep Dipilih Jadi Lokasi Puncak Hari Jadi Jatim ke-81
a day ago

Kadindik Jatim Nilai Wacana Tidak Otomatis Naik Kelas Dorong Murid Lebih Giat Belajar
14 hours ago

OTT di BNPB, KPK Amankan 14 Orang dan Sita Uang Rp1,4 Miliar
14 hours ago

Kecelakaan Innova Vs N-Max di Jalan Raya Camplong Sampang, 3 Orang Dilarikan ke RSUD
14 hours ago

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Penyuluh KB Sampang Salurkan 15 Tangki Air Bersih
2 days ago

KPM PKH Sampang Diminta Teken Pernyataan Bermaterai, Moh Hakim: Benar Ada Surat Tersebut
2 days ago

Dugaan TPPO PMI Asal Sampang: Dijanjikan Kerja di Dubai, Berakhir di Libya
2 days ago





