Minggu, 17 Mei 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Stok Beras di Sampang Melimpah, Dipastikan Aman hingga 6 Bulan ke Depan

Syabilur Rosyad - Sunday, 17 May 2026 | 11:48 AM

Background
Stok Beras di Sampang Melimpah, Dipastikan Aman hingga 6 Bulan ke Depan
Satgas pangan Polres Sampang saat melakukan inspeksi, Sabtu (16/5/2026) (Rosyad/Salsa/)

salsabilafm.com - Satgas Pangan Polres Sampang memastikan stok beras di wilayah tersebut dalam kondisi aman dan melimpah. Stok diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama 3 hingga 6 bulan ke depan.


Kasatreskrim Polres Sampang, IPTU Nur Fajri Alim melalui Kanit Pidsus Polres Sampang, IPDA Muammar Amin mengatakan, kepastian itu disampaikan usai Satgas Pangan Polres Sampang melakukan inspeksi langsung ke Gudang Bulog Sampang, Sabtu (16/5/2026). 


"Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden. Hasil pengecekan menunjukkan, stok beras yang tersimpan di Gudang Bulog Sampang saat ini mencapai 200 ton," katanya, Sabtu (16/5/2026). 




Tak berhenti di situ, dalam waktu dekat Bulog juga akan menerima tambahan pasokan sebanyak 100 ton beras.


"Alhamdulillah, stok beras di Gudang Bulog Sampang saat ini mencapai 200 ton. Selain itu, dalam waktu dekat akan ada tambahan pemasukan beras lagi sebesar 100 ton. Jumlah ini sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 3 sampai 6 bulan ke depan," jelasnya.




Kondisi tersebut sekaligus menjadi sinyal positif bagi stabilitas pangan di Kabupaten Sampang. Apalagi daerah ini juga bersiap menghadapi Panen Raya Kwartal II yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 mendatang.


Muammar juga menambahkan, pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Pertanian setempat terkait kesiapan panen raya. Produksi hasil panen diprediksi mampu memperkuat cadangan pangan dan menjaga harga beras tetap stabil di pasaran.


"Tak hanya fokus pada ketersediaan stok, Polres Sampang juga menegaskan komitmennya dalam mengawasi jalur distribusi pangan agar tidak terjadi penimbunan maupun permainan harga yang merugikan masyarakat," pungkasnya. (Syad)