25 Tahun Bekerja di Malaysia, PMI Asal Bangkalan Meninggal Dunia
Redaksi - Friday, 26 December 2025 | 07:13 AM


salsabilafm.com – Salah satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, meninggal dunia saat bekerja di Malaysia. PMI tersebut diketahui telah bekerja di negeri jiran selama puluhan tahun melalui jalur nonprosedural atau ilegal.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bangkalan, Jemmi Tria Sukmana, mengatakan PMI tersebut bernama Rahmat (58), warga Desa Lerpak, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan.
Berdasarkan informasi yang diterima Disperinaker Bangkalan, Rahmat diduga meninggal dunia akibat sakit jantung.
Sebelum meninggal, ia sempat mendapatkan perawatan medis di Hospital Ampang Selangor, Malaysia.
"Setelah mendapatkan informasi adanya PMI meninggal itu, kami berkoordinasi dengan Pos Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) yang ada di Pamekasan untuk proses pemulangan jenazah," ungkap Jemmi, Jumat (26/12/2025).
Petugas Disperinaker Bangkalan bersama mobil ambulans dari P4MI Pamekasan kemudian menjemput jenazah Rahmat di Bandara Juanda, Surabaya, pada Kamis (25/12/2025) sore.
"Jenazah kami bawa ke rumah duka di Desa Lerpak tadi malam untuk diserahkan pada pihak keluarga," tuturnya.
"Meski bekerja melalui jalur nonprosedural, kami tetap memfasilitasi pemulangan jenazah hingga ke keluarga sebagai bentuk kepedulian kami terhadap para PMI," tambahnya.
Jemmi menyebut, kasus PMI yang bekerja di luar negeri melalui jalur ilegal bukan kali ini saja terjadi. Menurut dia, masih banyak masyarakat Bangkalan yang bekerja ke luar negeri secara nonprosedural.
"Kami terus memberikan pembekalan informasi teknis pemberangkatan PMI prosedural, sekaligus membangun komitmen untuk bersinergi dalam mereduksi keberangkatan PMI nonprosedural terutama langsung dari pengawasan perangkat desa," ungkapnya.
Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat dapat bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi. Dengan demikian, para PMI dapat bekerja dengan lebih aman, terpantau, dan terdata oleh pemerintah.
"Kami imbau masyarakat bisa bekerja ke luar negeri menggunakan jalur resmi atau prosedural demi keamanan para PMI sendiri," pungkas dia.(*)
Next News

Tabrakan Innova vs Rush di Camplong Sampang, 4 Orang Luka-luka
12 hours ago

Pria di Pamekasan Bacok Warga, Diduga Akibat Cemburu
12 hours ago

Hilang Sehari, Lansia di Sampang Ditemukan Selamat di Pinggir Sungai
12 hours ago

Kemenag Sampang Pastikan Umrah Normal, Bantah Isu Penundaan Akibat Konflik Timur Tengah
12 hours ago

Motif Pembunuhan Petani di Sampang Belum Diketahui, Polisi: Mohon Bersabar
12 hours ago

Hindari Macet di Pasar Srimangunan, Ini Daftar Jalur Alternatif Mudik di Sampang
17 hours ago

Polemik Lyco Coffe, Polisi Minta Semua Pihak Menahan Diri
9 hours ago

Diduga Langgar Perda, Satpol PP Sampang Akan Tutup Lyco Coffe
11 hours ago

Pegang Teguh Ajaran Al-Ghazali, Ratusan Warga di Bangkalan Gelar Salat Lailatul Qadar Berjamaah
11 hours ago

Pertamina Patra Niaga Bersama Aparat Penegak Hukum Jaga Distribusi BBM Bersubsidi di Jember
11 hours ago




