Sya’roni, Pemilik Akun Facebook Allby Madura Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka.

Potret pemilik akun Facebook Allby Madura beserta barang bukti di tangannya. Foto : Akun resmi Polres Sampang.

Kepolisian Resort (Polres) Sampang menetapkan pemilik akun Facebook Allby Madura, Moh. Sya’roni (39) warga Dusun Lang Salebar Laok, Desa Bira Timur, Kecamatan Sokobanah Sampang sebagai tesangka dugaan tindak pidana ujaran kebencian.

Ujaran kebencian (hate speech) tersebut, Sya’roni tujukan terhadap kiai Pondok Pesantren Miftahul Ulum Karangdurin, KH, Ahmad Fauzan Zaini dan KH Muhammad Khoiron Zaini melalui akun Facebook miliknya beberapa waktu lalu.

Kapolres Sampang, AKBP. Abdul Hafidz mengatakan, setelah pihaknya melakukan penyelidikan secara intensif dan memeriksa sejumlah saksi, barulah Sya’roni resmi ditetapkan sebagai tersangka.

“Modus tersangka, mentransmisikan informasi terkait penghinaan dan fitnah, karena komentar Allby Madura menyerang kehormatan kiai karang durin atas dasar kebencian,” jelas Kapolres Sampang saat pers realese virtual, Kamis (8/10/20) siang.

Akibat perbuatannya, Jelas Kapolres Sampang, tersangka terancam  hukuman 6 tahun kurungan penjara, karena terbukti melanggar Pasal 28 ayat 2 junto Pasal 45A ayat 2 UU Nomor 19 tentang perubahan UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau undang-undang ITE.

Dari tangan tersangka, Polres Sampang menyita barang bukti berupa Haandphone Merk Oppo A5 2020 warna hitam berikut screenshot komentar tersangka pada akun Facebooknya. (RM)

Kopri PC PMII Sampang Kembali Desak Kepolisian Tangkap Sisa Pelaku Pelecehan Seksual.

0

Dalam rangka mengawal penanganan tindak kekerasan seksual terhadap wanita, Korps PMII Puteri (KOPRI PC PMII) Kabupaten Sampang kembali menggelar aksi turun jalan di depan Mapolres setempat, Kamis (8/10/20) siang.

Kali ini, Kopri PC PMII Sampang tidak menurunkan massa besar. Nampak hanya sekitar 25 lebih mahasiswi yang berdiri tegap membentangkan baleho sepanjang 10 meter bertuliskan “Menolak Lupa, Tangkap Semua Pelaku Kekerasan Seksual di Kabupaten Sampang” dan kertas kekecewaan lainnya.

Ketua Kopri PC PMII Sampang, Raudatul Jannah mengungkapkan, aksi ini merupakan tuntutan Kopri PC PMII agar Polres Sampang lebih tegas dalam menangani kasus kekerasan seksual di Kab. Sampang.

“Do not let the recurrence of cases of immoral acts that took 9 months to 10 months to occur again in Sampang Regency,”  he said to the media crew.

Ia menjelaskan, dalam kasus ini Kopri PC PMII sebenarnya tidak menuntut Kapolres Sampang hadir menanggapi. Mereka hanya ingin semua masyarakat tahu bahwa Sampang sedang berada pada zona merah kekerasan seksual yang semakin meningkat.

“Ini merupakan tindak lanjut dari aksi 24 September lalu. Kami memberi waktu paling lambat satu bulan pada Polres Sampang untuk menangkap sisa pelaku yang sudah menjadi ODP,” tutupnya.

Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP. Ricky Donairy memberikan penjelasan terhadap insab pers.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP Ricky Donairy menjelaskan bahwa pihaknya tetap menindak lanjut kasus tersebut. dan menegaskan tidak ada satupun kasus yang pihaknya abaikan.

“Terakhir kali unjukrasa PMII, baru satu tersangka yang kami amankan. Tapi saat ini alhamdulillah kami sudah mengkap 4 pelaku. Hal ini menunjukkan bahwa kami bekerja dan tidak mengabaikan apa yang di sampaikan PMII,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus berupaya melacak dan menagkap 2 tersangka lainnya. karena keduanya saat ini tidak ada di Sampang dan belum diketahui keberadaannya. (RM)

Gelar Pelatihan Dan Pelantikan, PC ISNU Kab. Sampang Tuai Dukungan Penuh Pemerintah Daerah

0

Menggelar Pelatihan Kewirausahaan Pemuda (Pesantrenpreneur) dan Pelantikan PAC ISNU se- Kabupaten Sampang, Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Sampang mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Hal ini terlihat dari hadirnya Wakil Bupati Sampang H. Abdulloh Hidayat, Forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), beberapa OPD Sampang, dan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) saat pembukaan pelatihan tersebut digelar di Pendopo Bupati setempat, Rabu (7/10/20) pagi

Dukungan juga nampak dari internal NU, lewat kehadiran wakil Syuriah PCNU Sampang, KH. Jabir Ali Ridho, Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang, KH. Itqon Bushiri, dan tokoh NU Sampang lainnya.

Ketua PC ISNU Sampang, Ubaidillah memberikan sambutan acara. Foto : Fahromi Nashihuddin. Ketua PC ISNU Kab. Sampang, Ubaidillah menyampaikan terimakasih terhadap semua pihak yang telah memberikan dukungan atas terselenggaranya pelatihan dan pelantikan PAC ISNU se- Kab. Sampang

“Terimakasih pak Wabup atas arahannya kepada OPD, ini adalah bentuk akselerasi yang baik antara pemerintah dan Nahdlatul Ulama,” ucapnya.

Pria yang juga menjabat sebagai komisi I DPRD Sampang itu turut menyampaikan terimakasih terhadap dukungan PW ISNU Jawa Timur, Prof Dr M. Mas’ud Said dan pihak terkait lainnya yang telah mendukung dan mengikuti kegiatan melalui video conference.

Disampaikan dia, dalam pelatihan ini ISNU telah mengundang trainer-trainer handal di bidang digital marketing, dan wirausaha. Selain itu ISNU juga siap mendanai secara maksimal untuk out come yang mempunyai dampak nyata terhadap masyarakat.

Kemudian ia memohon doa terhadap semua pihak, utamanya para tokoh kiai dan ulamak yang hadir saat itu. “Para kiai, usaha kami tidak akan berjalan tanpa doa dan restunya. Saya merasa bahwa doa para alim ulamak lah yang membuat kita tergerak ikhlas, lancar, dan sukses,” katanya.

Wakil Bupati Sampang, H Abdulloh Hidayat meresmikan pelantikan PAC ISNU dengan memukul gong. Foto : Fahromi Nashihuddin.

Sementara itu, Wakil Bupati Sampang, H Abdulloh Hidayat memberikan apresiasi dan menyampaikan terimakasih terhadap PC ISNU yang telah menyelanggaran kegiatan ini, serta siap memberikan dukungan penuh atas semua program ISNU kedepan.

“Mudah-mudahan dengan adanya pengurus baru ini, NU terutama dan banom-banomnya bisa bersinergi dengan kabupaten Sampang, sehingga yang kita cita-citakan bersama Sampang Hebat Bermartabat tercipta jadi kenyataan untuk kita semua,” pungkasnya. (RM)

BLT UMKM Masuk Tahap 3, Ini Penjelasannya !

0
Dra. Hj. Suhartini Kaptiati ketika dijumpai di kantor Diskumnaker. Foto: Ahmad Bashori

Untuk melakukan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari dampak wabah virus Covid-19, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Kabupaten Sampang memfasilitasi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar mendapat bantuan dari Pemerintah Pusat.

Bantuan tersebut berupa program Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai 2,4 juta rupiah.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kabupaten Sampang, Dra. Hj. Suhartini Kaptiati, memaparkan bahwa Tim Teknis Diskumnaker Sampang telah mengajukan sebanyak 10.000 data.

Adapun perealisasian BLT tersebut terbagi menjadi beberapa tahapan. Yakni 2.314 UMKM pada tahap pertama dan 1.187 UMKM di tahap kedua, serta 2.500 UMKM pada tahap ke tiga.

“Untuk tahap pertama dan kedua, pelaku UMKM telah menerima pencairan BLT tersebut. Sedangkan tahap ke tiga masih by proses,” jelasnya pada jurnalis salsabilafm, Rabu (07/09/20) pagi.

Wanita yang akrab disapa ibu Tin itu menambahkan, bagi pelaku UMKM yang hendak mengajukan pencarian BLT tersebut, harus memenuhi beberapa syarat pengajuan.

Yaitu, Warga Negra Indonesia (WNI), Memilik Nomor Induk Kependudukan (NIK), memiliki usaha mikro yang di buktikan dengan Surat Usulan Penerima Bantuan dari pengusul, bukan Aparatur Sipil Negara (ASN), Bukan Anggota TNI-Polri serta bukan pegawai BUMN ataupun BUMD.

Sedangkan Pengusulnya antara lain Dinas Provinsi, Kabupaten/Kota yang membidangi Koperasi UMKM, Koperasi yang disahkan oleh Badan Hukum, kementrian Lembaga perbankan dan perusahan pembiayaan yang terdaftar di OJK atau Otoritas Jasa Keuangan. (BZ)

Sekda Kab. Sampang Melaksanakan Monitoring PTM SDN dan SMPN Tahap 3

0
Sekda Kabupaten Sampang berdialog dengan peserta belajar. Foto : Fahromi N

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang, H. Yuliadi Setiawan melaksanakan Monitoring Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahap 3 SDN dan SMPN di Kab. Sampang, Selasa (6/10/20) pagi.

Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Karang Penang dan Kecamatan Omben dengan total ada 6 sekolah yang dimonitoring, meliputi :

UPTD SDN 1 Karang Penang Onjur 1, UPTD SMPN 1 Karang Penang, UPTD SDN Blu’uran, UPTD SDN Omben 2, UPTD SDN Kamondung 2, dan UPTD SMPN 3 Omben. (RM)

Adakan Pelatihan Dan Ijazah Ruqyah, Berikut Pesan Ketua Tanfidziyah Terhadap Warga Nahdliyin

0

Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang saat memberikan sambuta. Foto : Fahromi N

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang mengadakan Pelatihan Praktisi Ruqyah Aswaja An-Nahdliyah Bersama Jam’iiyah Ruqyah Aswaja (JRA) Raksa Sampang di kantor  PCNU setempat, Selasa (6/10/20) pagi.

Gus Allama ‘Alauddin Shiddiqi M.Pd.i, Mujiz JRA hadir sebagai pemateri dalam pelatihan dan ijazah yang diikuti oleh 65 peserta dari praktisi baru dan 40 peserta praktisi lama Ruqyah Aswaja An-Nahdliyah Sampang.

Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang, KH. Moh. Itqon Bushiri menjekaskan bahwa Ruqyah adalah bagian pengobatan dalam Islam. Pengobatan dalam Islam terbagi dua, pertama Thibyah, pengobatan medis dan Ruqyah, pengobatan yang menggunakan doa.

Adapaun tujuan pelatihan, untuk menjelaskan bahwa para ulamak melakukan pengobatan Ruqyah dengan bertawassul dan memohon serta pasrah kepada Allah untuk mendapatkan kesembuhan, karena kesembuhan semata-mata hanya milik Allah.

“Kita hanya berusaha membantu dengan doa-doa menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an dan semua pengobatan adalah hak Allah. Dalam Al-Qur’an disebutkan *Wa idza maridhtu fahuwa yasyfiini*,” ucapnya.

Melalui pelatihan ini, ketua Tanfidziyah PCNU Sampang berharap  agar warga Nahdlatul Ulama berserah diri kepada Allah. “Segala penyakit, ujian, dan cobaan itu milik Allah, kita tidak boleh lepas dari dzikir dan sholat lima waktu,” pungkasnya. (RM)

Pemilik akun facebook “Allby Madura” akhirnya memutuskan menyerahkan diri ke Mapolres Sampang,

Pemilik akun facebook “Allby Madura” akhirnya memutuskan menyerahkan diri ke Mapolres Sampang, Selasa (06/10/20) dini hari, setelah sebelumnya sempat menimbulkan gejolak di tengah masyarakat akibat perbuatannya.

Perbuatan itu berupa ujaran kebencian pemilik akun bernama asli Sya’roni tersebut terhadap sejumlah Kiai Pondok Pesantren Miftahul Ulum Karangdurin. Ujungnya ribuan massa yang tergolong dalam Himpunan Alumni Karangdurin (HIMAKA) menuntutnya agar diproses hukum.

Sya’roni menyerahkan diri didampingi oleh keluarga dan sejumlah tokoh masyarakat, diantaranya Kepala Desa Bira Timur H. Fathurrohman dan H. Sapra’i Kepala Desa Karang Anyar Ketapang.

Suadi, salah seorang yang turut mendampingi mengatakan, kedatangan Sya’roni ke Mapolres Sampang untuk menyerahkan diri sebagai bentuk tanggung jawab atas apa yang ia lakukan.

“Kepada yang terhormat keluarga besar guru besar Gus Fauzan Zaini dan Gus Khoiron Zaini sebagai pengasuh PP. Karang Durin, dan simpatisan, kami yang hina ini memohon maaf sebesar-besarnya atas komentar yang sangat menyinggung,” tulisnya.

Dalam tulisannya, Sya’roni juga mengaku sangat menyesal karena telah menulis komentar  yang memantik amarah dari para alumni. “Saya mohon maaf karena kondisi saya tidak memungkin untuk memberikan klarifikasi langsung saat itu,” tambahnya.

Hingga berita ini dilansir oleh salsabilafm, Selasa (6/10) pagi, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait hal ini. (RM)

Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Sampang berhasil menangkap sebanyak 7 tersangka

0

Abdul Hafidz mengatakan keseluruhan pelaku diamankan di 7 tujuh tempat berbeda dengan total barang bukti Sabu seberat 43 Gram. “Adapun TKP nya meliputi Tambelangan, Dalpenang, Camplong Pancor, Pangereman, Tamberuh Daya dan Sokobenah yang terakhir tertanggal 3 oktober 2020,” terangnya.

Keseluruhan pelaku, 6 laki-laki dan 1 perempuan dengan status penjual atau bandar. “Untuk pasal yang disangkakan, pasal 112 ayat 2 dan 114 ayat 2. Penangkapan ini dilakukan oleh Satres Narkoba Polres Sampang bersinergi dengan Polsek jajaran,” ujarnya.

Orang nomor satu di Polres Sampang tersebut mengungkapkan, MZ, Ibu rumah tangga asal Sokobanah Sampang, merupakan tersangka dengan barang bukti terbanyak, yakni 16 gram Sabu.

Menurut keterangan pihak kepolisian, MZ, diamankan ketika melakukan transaksi di rumahnya, Desa Sokobenah Sampang oleh Polsek setempat. 

Saat ditanya oleh awak media, MZ mengaku baru tiga bulan menjual barang haram tersebut dengan alasan untuk menghidupi ketiga anaknya. “Saya sudah 8 tahun bercerai dengan suami, jadi terpaksa menjual Sabu untuk menghidupi tiga anak saya,” sesalnya. (RM)

яндекс

Ratusan masyarakat Sampang Utara melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolres setempat

Aksi ini berawal dari ujaran kebencian (hate speech) diberanda Akun Facebook  “Allby Madura” terhadap kiai Pondok Pesantren Miftahul Ulum Karangdurin, KH, Ahmad Fauzan Zaini dan KH Muhammad Khoiron Zaini. Parahnya lagi, salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), juga tidak luput dari cacian.

Baihaqi, Bidang Kepemudaan Himaka mengatakan, penghinaan dan pelecehan yang terkesan merendahkan terhadap Masyaikh Karangdurin ternyata tidak hanya kali ini saja. Tetapi telah berulang kali dilakukan oleh pemilik akun.

“Unjuk rasa ini kami lakukan karena masa sudah tidak sabar, akun Alby Madura ini sudah ke empat kalinya melakukan pelecehan terhadap guru kami, bahkan dia pun telah menandatangani surat pernyataan yang ditandatangani oleh 7 saksi, termasuk bapak kepala desa bira timur,” jelasnya saat gelar aksi, Senin (05/10/20) pagi.

Oleh sebab itu, lanjut dia, Himaka menuntut agar Polres Sampang secepatnya memproses hukum pemilik akun Facebook “Allby Madura” dan melakukan penangkapan. Akan tetapi, jika dalam waktu dekat tuntutan tersebut tidak terpenuhi, maka pihaknya akan kembali membawa massa yang lebih besar.

Sementara itu Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz menyampaikan terimakasih kepada HIMAKA yang telah mendukung pihak kepolisian dalam proses ungkap kasus yang saat ini masih dalam tahap lapor.

Kemudian ia berjanji akan meningkatkan kasus ke tahap sidik. “Untuk saksi-saksi dan konten-konten yang ada akan kami kumpulkan bersama penyidik, dan kami akan segera melakukan tindakan lebih lanjut,” pungkasnya. (BZ)

Jika Terealisasikan, Dinkes Sampang Siap Salurkan Vaksin Covid-19 Kepada Masyarakat

Sebagai upaya mengatasi pesebaran pandemi Covid-19, Pemerintah Republik Indonesia (RI) akan menyebarkan seratus juta lebih vaksin ke seluruh wilayah tanah air mulai akhir tahun 2020. 

Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Agus Mulyadi menyampaikan, Senin (5/10/20) pagi, pihaknya siap melaksanakan setiap tugas yang dicanangkan pemerintah pusat terhadap instansinya.

Terkait vaksin Covid-19, Agus menjelaskan, sebenarnya Dinkes sudah siap tanpa ada persolan. Akan tetapi mungkin ada beberapa kesulitan yang akan dijumpai dalam merealisasikannya, seperti dalam mengadvokasi masyarakat.

“Karena vaksin yang rutin saja banyak penolakan, apalagi vaksin Covid yang merupakan program baru. Tapi kami siap menindak lanjuti kalau itu memang kebijakan pusat,” ucapnya.

Dijelaskan dia, Problem antara halal dan haram merupakan alasan pertama penolakan vaksin bagi masyarakat, ia meyakinkan bahwa pemerintah telah menguji dan memastikan bahwa vaksin Covid-19  halal.

“Kemudian problem kedua, efek dari vaksin itu biasanya panas, kebanyakan masyarakat merasa diobati kok malah panas mending tidak usah, nah inilah kendala insidentil di lapangan,” jelasnya.

Sedangkan promblem yang sangat masif adalah persoalan HOAX yang memberitakan vaksin macam-macam, sehingga menimbulkan persepsi yang keliru di masyarakat.

Oleh sebab itu, Agus berharap, agar masyarakat koperatif terhadap program yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dan mau menerima vaksin supaya masyarakat terbebas dari penyakit yang menular, khususnya yang bisa dicegah dengan imunisasi termasuk Covid-19. (RM)