ARTIKUJT E FUNDIT

DPT Pilkada Pamekasan Capai 666.048 Pemilih

0

salsabilafm.com – Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam pelaksanaan pesta demokrasi, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak, 27 November 2024 mendatang mencapai 666.048 pemilih.

Dengan selisih mencapai angka 23.214 orang dari jumlah total DPT, menempatkan pemilih perempuan mengungguli data pemilih laki-laki.

Angka tersebut berdasar rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) dan Penetapan DPT untuk Pilkada 2024, melalui Rapat Pleno Terbuka KPU Pamekasan, di Ballroom Azana Style Hotel, Jl Jokotole 282 Pamekasan, Kamis (19/9/2024).

Pleno tersebut dihadiri sejumlah stakeholder terkait, seperti Bawaslu Pamekasan, perwakilan partai politik (parpol), serta sejumlah badan adhoc dari 13 kecamatan berbeda di Pamekasan.

“Rekapitulasi DPSHP ini untuk mengumpulkan data dari seluruh kecamatan di Pamekasan, bertujuan untuk menyempurnakan data pemilih, mengidentifikasi sekaligus memperbaiki beberapa data bermasalah yang ditemukan di lapangan,” kata Komisioner KPU Pamekasan, Mohammad Halili.

Identifikasi dan perbaikan tersebut mencakup data pemilih ganda, pemilih meninggal dunia, hingga pemilih pindah domisili. “Jumlah DPT yang kami tetapkan berdasar hasil pleno sebanyak 666.048 orang, meliputi sebanyak 321.417 pemilih laki-laki dan 344.631 pemilih perempuan,” ungkapnya.

“Para pemilih ini nantinya akan menyalurkan hak suaranya di 1.270 TPS (Tempat Pemungutan Suara) di Pamekasan, termasuk di antaranya TPS Khusus yang nantinya akan melayani pemilih di lokasi tertentu,” jelasnya.

Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Pamekasan ini berharap DPT tersebut valid dan akurat.

“Kami berharap data (DPT) ini dapat mencerminkan kondisi pemilih yang sebenarnya, artinya tidak ada kesalahan berarti,” pungkasnya. (*)

Disperta KP Sebut Petani Milenial di Sampang Lebih Memilih Tanam Melon Dibanding Padi

salsabilafm.com – Sektor pertanian di Kabupaten Sampang kini mengalami transformasi signifikan. Generasi muda petani setempat tidak hanya melanjutkan tradisi bertani, melainkan mengintegrasikan teknologi digital dan strategi pemasaran modern serta mengubah lahan konvensional menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang, Suyono, mengaku antusias terhadap perkembangan ini. Menurutnya, era pertanian saat ini jauh lebih sederhana dan efisien berkat penguasaan teknologi oleh para petani milenial.

“Generasi muda kami dapat dengan mudah menguasai pengolahan dengan alat mesin pertanian, ditambah dukungan kemampuan menguasai teknologi digital seperti otomatisasi penyiraman hingga pemasaran hasil tani secara online,” ungkap Suyono, Minggu (6/12/2025).

Dia menjelaskan, saat ini, jumlah petani milenial di Sampang, yang didefinisikan berusia antara 19 hingga 39 tahun, mencapai 233 orang yang tersebar di berbagai kecamatan. Kelompok ini menunjukkan kecenderungan yang berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka cenderung menghindari tanaman pokok seperti padi atau jagung, dan lebih memilih membudidayakan komoditas dengan nilai jual tinggi.

“Petani muda di sini lebih memilih yang punya nilai jual tinggi seperti melon, sayur hidroponik, sampai terjun di pengelolaan alat mesin pertanian,” jelasnya.

Suyono mengungkapkan, salah satu contoh nyata keberhasilan inovasi ini terlihat di daerah Sokobanah. Di lokasi ini, petani milenial berhasil membudidayakan melon berkualitas yang sebelumnya belum pernah ditanam di Sampang.

Lebih dari sekadar panen, lokasi budidaya ini juga dikembangkan menjadi objek wisata petik melon. Model bisnis ganda ini terbukti lebih menguntungkan, menarik pengunjung sekaligus memasarkan hasil tani secara langsung.

Kemampuan petani milenial dalam mempelajari teknik pengelolaan tanaman yang didukung teknologi, serta kemampuan membuka pasar lebih luas melalui platform digital, adalah kelebihan utama yang tidak dimiliki oleh generasi petani sebelumnya.

“Inovasi ini tidak hanya menjamin ketahanan pangan lokal di masa depan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di pedesaan Sampang,” pungkas Suyono. (Mukrim)

Minim Sinar Matahari, Produksi Ikan Asin di Sampang Anjlok Hingga 30 Persen

0

salsabilafm.com – Industri ikan asin di Kabupaten Sampang, kembali menghadapi tantangan serius seiring datangnya musim hujan. Kondisi cuaca yang didominasi oleh mendung, curah hujan tinggi, dan minimnya sinar matahari menjadi penghalang utama yang mengancam keberlangsungan produksi tradisional.

Berdasarkan laporan dari beberapa sentra pengolahan, produksi ikan asin mengalami penurunan drastis. Diperkirakan mencapai 30 persen atau lebih selama periode musim hujan ini.

Ruqoyyah, salah satu pengusaha ikan asin di Kecamatan Camplong, Sampang, mengaku minimnya sinar matahari menjadi kendala klasik. Menurutnya, poses pembuatan ikan asin secara konvensional sangat bergantung pada metode pengeringan alami di bawah sinar matahari. Ketika musim hujan tiba, kelembapan udara meningkat dan intensitas matahari berkurang signifikan.

“Biasanya cuma dua hari ikan sudah kering sempurna. Tapi kalau hujan begini, bisa molor sampai empat atau lima hari,” katanya, Minggu (7/12/2025).

Dia menjelaskan, molornya waktu pengeringan ini bukan tanpa risiko. Ikan yang terlalu lama basah atau lembab menjadi rentan terhadap serangan jamur dan pembusukan. Akibatnya, banyak produk yang tidak lolos standar kualitas dan terpaksa dibuang, menyebabkan kerugian materiil bagi produsen.

Permasalahan ini tidak hanya berhenti di tingkat pengolahan. Cuaca ekstrem di perairan juga seringkali menyebabkan nelayan kesulitan untuk melaut dan menangkap ikan segar. Hal ini berdampak pada berkurangnya pasokan bahan baku dan membuat harga ikan segar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) cenderung naik.

“Situasi ini menciptakan dilema ganda bagi pengusaha. Bahan baku sulit didapat, sementara proses produksi juga terhambat oleh faktor cuaca,” jelasnya.

Untuk bertahan di tengah kondisi sulit ini, lanjutnya, para pelaku industri mencoba berbagai cara adaptasi, mulai dari penggunaan penutup plastik bening untuk menciptakan efek rumah kaca saat hujan reda, hingga penataan rak jemur bersusun untuk memaksimalkan sirkulasi udara.

Beberapa produsen skala besar mulai melirik solusi jangka panjang dengan berinvestasi pada alat pengering buatan (oven) bertenaga listrik atau gas. Meskipun membutuhkan modal awal yang besar, teknologi ini menjamin proses produksi tetap berjalan stabil tanpa terpengaruh cuaca.

“Harapannya ada bantuan atau dukungan teknologi dari pemerintah daerah agar kami bisa terus berproduksi meski musim hujan, sehingga ekonomi masyarakat pesisir tetap berjalan,” pungkas Ruqoyyah. (Mukrim)

Siswi SD di Sampang Tewas Tenggelam di Sungai

0

salsabilafm.com – Peristiwa nahas terjadi di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Seorang siswi sekolah dasar (SD) berusia 11 tahun, Wilda Aristia Hartoto, meninggal dunia setelah terseret arus Sungai Kembang Kuning atau kanal sungai Kemuning pada Minggu (7/12/2025).

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Mohammad Hozin, mengatakan, insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 08.00 WIB di Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung.

Kronologi kejadian bermula ketika korban bersama tujuh temannya sedang mandi dan menikmati rujak di pinggir sungai. Setelah selesai, dua anak kembali ke sungai untuk mengambil pakaian salah satu teman mereka yang terbawa arus air.

“Nahas, kedua anak tersebut ikut terseret arus. Satu anak berhasil menyelamatkan diri, sementara korban Wilda Aristia Hartoto tenggelam,” katanya.

Warga sekitar, Lanjut Hozin, yang mendengar teriakan langsung melakukan pencarian secara mandiri. Setelah kurang lebih 30 menit pencarian, sekitar pukul 09.00 WIB, korban ditemukan dalam kondisi lemas dan tidak bernyawa.

Upaya pertolongan sempat dilakukan oleh relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Kedungdung dengan melakukan tindakan RJP (Resusitasi Jantung Paru), namun nyawa korban tidak tertolong.

“Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Gunung Eleh untuk disemayamkan. Adapun unsur yang terlibat dalam penanganan insiden ini meliputi warga setempat dan relawan PMI Kecamatan Kedungdung,” pungkasnya. (Mukrim)

Usulkan PBNU Kembalikan Konsesi Tambang kepada Pemerintah, Said Aqil: Lebih Besar Madharat daripada Manfaat

0

salsabilafm.com – KH Said Aqil Siroj menyampaikan pandangan terbarunya terkait polemik konsesi tambang yang diberikan pemerintah kepada PBNU. Pandangan ini dikemukakannya saat menghadiri silaturahim di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (6/12/2025).

Dilansir dari nu.or.id, Kiai yang menjabat Mustasyar PBNU ini mengusulkan agar konsesi tambang sebaiknya dikembalikan kepada pemerintah demi menghindari mudarat yang semakin nyata bagi jam’iyah.

Kiai Said pada awalnya memandang kebijakan pemerintah yang memberikan konsesi tambang kepada PBNU sebagai bentuk apresiasi negara terhadap kontribusi NU dan sebagai peluang untuk memperkuat kemandirian ekonomi organisasi. Pada saat itu, langkah tersebut dianggap tepat, selama dikelola dengan tata kelola yang kuat serta membawa manfaat nyata bagi warga NU.

Namun, situasi yang berkembang dalam beberapa bulan terakhir justru menunjukkan hal yang berbeda. Persoalan internal yang muncul di tubuh PBNU, perdebatan mengenai tata kelola, serta polemik yang melebar ke ruang publik telah menimbulkan kegaduhan yang merugikan organisasi.

“Saya sejak awal menghormati inisiatif pemerintah. Itu bentuk penghargaan yang baik. Tetapi melihat apa yang terjadi belakangan ini, konflik semakin melebar, dan itu membawa madharat yang lebih besar daripada manfaatnya. Maka jalan terbaik adalah mengembalikannya kepada pemerintah,” ujar Kiai Said di hadapan para kiai dan santri Tebuireng.

Kiai Said menegaskan, NU sebagai Jam’iyah Diniyah Ijtima’iyah (organisasi keagamaan dan kemasyarakatan) memiliki mandat spiritual dan sosial yang sangat besar. Sebabnya, organisasi harus menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan konflik internal dan polarisasi kader, mengganggu marwah dan independensi organisasi; memunculkan persepsi negatif publik terhadap NU, menyeret jam’iyah ke dalam dinamika bisnis dan politik yang berisiko tinggi, serta mengaburkan prioritas besar NU dalam pendidikan, dakwah, kesehatan, dan pemberdayaan umat.

“NU ini rumah besar umat. Jangan sampai terseret pada urusan yang membawa kegaduhan dan menjauhkan kita dari khittah pendirian. Kalau sebuah urusan membawa lebih banyak mudarat, maka tinggalkan. Kembalikan supaya NU fokus pada tugas-tugas sucinya,” tegas Ketua Umum PBNU 2015-2021 itu.

Menurut Kiai Said, kemajuan warga NU tidak bergantung pada konsesi tambang, melainkan pada penguatan pendidikan pesantren, ekonomi kerakyatan, beasiswa, kesehatan, dan digitalisasi layanan umat.

“Keberkahan NU itu dari ketulusan, dari amanah, dari keilmuan. Bukan dari proyek tambang. Kita bisa maju tanpa itu semua, asal tata kelola dan pelayanan ke umat diperkuat,” pungkasnya. (*)

BNPB Catat 897 Jiwa Meninggal dan 451 Hilang akibat Bencana Sumatra

0

salsabilafm.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa jumlah korban meninggal akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus bertambah. Hingga Sabtu (6/12/2025) pukul 15.30 WIB, total korban meninggal tercatat 897 jiwa.

Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BNPB juga mencatat 451 orang masih dinyatakan hilang, sementara lebih dari 4.200 orang mengalami luka-luka.

Dampak kerusakan material akibat bencana besar di Sumatera ini sangat luas. Sebanyak 123.500 rumah rusak, dan 52 kabupaten/kota di tiga provinsi tersebut terdampak.

Kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas umum dan infrastruktur vital, termasuk jembatan, perkantoran, fasilitas pendidikan, serta pusat pelayanan kesehatan.

Berdasarkan data Pusdatin BNPB, terdapat 1.100 fasilitas umum, 344 rumah ibadah, 268 fasilitas kesehatan, 222 gedung pemerintahan, 522 sekolah, dan 405 jembatan yang mengalami kerusakan.

BNPB terus melakukan koordinasi untuk penanganan darurat, evakuasi korban, serta distribusi bantuan logistik bagi warga terdampak bencana. (*)

Jembatan Penghubung 2 Desa di Gili Genting Sumenep Ambruk

0

salsabilafm.com – Sebuah jembatan penghubung antar desa di Kecamatan Pulau Giligenting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, amblas pada Jumat (5/12/2025). Akibatnya, akses utama masyarakat yang biasa melintas dari Desa Bringsang menuju Desa Aenganyar terputus total.

Heri, warga setempat menyebut, jembatan itu vital bagi warga untuk beraktivitas sehari-hari, baik untuk bekerja, bersekolah, maupun kegiatan distribusi barang kebutuhan harian.

“Warga kini terpaksa menggunakan jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh dan membutuhkan waktu tempuh lebih lama,” kata Heri, Jumat (5/12/2025).

Diketahui, jembatan tersebut sudah berusia puluhan tahun dan selama ini menjadi satu-satunya penghubung langsung antar desa di wilayah tersebut. Warga mengatakan, kerusakan jembatan sebenarnya sudah lama diprediksi karena konstruksinya telah rapuh dan tidak lagi layak digunakan.

“Jembatan itu memang sudah tua. Sudah puluhan tahun. Jadi memang perlu perbaikan sejak lama,” ujar Heri.

Runtuhnya jembatan juga menyebabkan dua warga mengalami luka-luka akibat terjatuh ke bawah struktur jembatan yang patah.

Menurut Heri, korban pertama terjatuh tepat saat badan jembatan itu ambruk dan tidak sempat menghindar. Korban kedua mengalami kejadian serupa ketika melintas kemudian terperosok karena tidak mengetahui bahwa jembatan sudah runtuh.

“Korban kedua itu jatuh saat kondisi jembatan sudah amblas. Dia melaju dari arah barat dan tidak tahu kalau jembatan sudah putus,” tuturnya.

Sejumlah warga yang berada di lokasi langsung melakukan pertolongan dan mengevakuasi kedua korban dengan alat seadanya. Mereka juga langsung menutup total jalur tersebut untuk mencegah pengguna jalan lain kembali mengalami kecelakaan.

Pemerintah Desa (Pemdes) Bringsang tengah berupaya mencari solusi darurat agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Salah satu opsi cepat yang dipertimbangkan adalah memasang rangka kayu sebagai akses sementara untuk kendaraan warga melintas di atas jembatan. “Untuk sementara ini mau menggunakan kayu agar bisa dilewati. Karena ini akses utama masyarakat,” pungkasnya.(*)

Begini 3 Cara Bersihin Tangan Bekas Noda Kuning Kunyit

0

salsabilafm.com – Rempah kunyit segar dikenal punya aroma dan warna yang lebih kuat dibanding bubuk kunyit kemasan. Namun, penggunaan kunyit segar sering menyisakan masalah noda kuning pekat yang menempel di jari dan kuku. Warnanya bisa mulai dari kuning pucat sampai oranye mencolok, dan cukup sulit dibersihkan hanya dengan sabun.

Untuk mengatasi noda membandel ini, ada beberapa cara yang bisa dicoba di rumah. Dilansir dari detikcom, berikut tiga metode paling efektif yang direkomendasikan para pakar:

  1. Baking Soda + Lemon.
    Editor kuliner dari Wine Enthusiast, Nils Bernstein, menyarankan untuk menggunakan campuran baking soda dan perasan lemon demi menghilangkan noda kunyit. Berikut langkahnya:

Campurkan baking soda dengan sedikit lemon hingga membentuk pasta. Oleskan ke bagian jari atau kuku yang terkena noda. Gosok perlahan sampai pasta berbusa, kemudian bilas dengan sabun dan air.

Metode ini bekerja cukup cepat dan tidak menimbulkan sensasi perih berlebihan. Selain mengangkat noda, campuran ini juga membuat kulit terasa lebih halus.

  1. Cuka + Gula
    Masih dari rekomendasi Bernstein, kombinasi cuka dan gula pasir juga bisa digunakan sebagai scrub alami. Berikut langkahnya:

Campurkan gula dengan beberapa tetes cuka.
Gunakan sebagai scrub pada jari yang bernoda.
Bilas setelah beberapa kali gosok.

Hasilnya memang cukup efektif, tetapi metode ini bisa terasa sangat perih jika ada luka kecil di tangan atau jari.

  1. Lemon + Air + Cairan Bleaching Food-Grade.
    Chef Ranjan Dey dari restoran New Delhi, San Francisco, merekomendasikan metode yang disebut paling manjur. Berikut langkahnya:

Campurkan perasan lemon dengan sedikit air.
Tambahkan setetes bleach food-grade.
Gosok lembut pada bagian yang terkena kunyit, lalu bilas dengan sabun dan air. Metode ini dinilai paling efektif mengangkat noda membandel hingga tuntas. Namun tetap hati-hati, karena cairan lemon bisa terasa pedih jika tangan sedang terluka.

Dengan teknik yang tepat, noda kuning kunyit yang membandel bisa hilang dalam hitungan menit. (*)

Kemenag Sampang Konfirmasi Biaya Haji 2026 Jadi Rp60,6 Juta, Turun Rp310 Ribu

0

salsabilafm.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sampang mengonfirmasi bahwa biaya ibadah haji untuk tahun 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Tak hanya itu, juga ada penambahan kuota keberangkatan.

Kepala Seksi Haji dan Umroh Kemenag Sampang, Sayfuddin, menjelaskan, untuk tahun 2026, biaya haji bagi jamaah embarkasi Surabaya ditetapkan sebesar Rp60.645.422. Menurun tipis dari biaya tahun 2025 yang berada di angka Rp60.955.751.

“Selisih penurunannya memang hanya sekitar Rp310 ribu rupiah. Meskipun tipis, ini tetap menjadi kabar baik dan angin segar bagi jamaah yang sedang mempersiapkan anggaran pelunasan,” jelasnya, Sabtu (6/12/2025)

Menurutnya, penyesuaian biaya tersebut merupakan hasil dari evaluasi komponen layanan haji, baik yang mencakup layanan di tanah air maupun di Arab Saudi.

Selain kabar penurunan biaya, pihaknya juga mengumumkan adanya penambahan kuota haji untuk wilayah Kabupaten Sampang. Total kuota yang didapat meliputi 543 jamaah reguler, ditambah 39 jamaah lansia. Penambahan kuota ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi persoalan daftar tunggu haji yang selama ini panjang.

“Peningkatan kuota otomatis membuka peluang lebih besar bagi pendaftar lama untuk segera berangkat dan mempercepat antrean,” tambahnya.

Sayfuddin juga mengingatkan para calon jamaah untuk fokus pada persiapan kesehatan menjelang masa pelunasan dan keberangkatan. Ia menekankan, syarat istitoah (kemampuan) kesehatan kini menjadi syarat mutlak dan proses pemeriksaan semakin ketat.

“Kami mengimbau agar jamaah menjaga kondisi tubuh sejak jauh hari. Persiapan kesehatan sangat vital selain kelengkapan dokumen administrasi seperti paspor,” pungkas Sayfuddin. (Mukrim)

Retribusi Parkir di Sampang Belum Maksimal, Realisasi Masih 74 Persen

0

salsabilafm.com – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir di Kabupaten Sampang hingga triwulan keempat belum mencapai target maksimal. Hingga saat ini, realisasi retribusi parkir tepi jalan umum (TJU) baru mencapai 74,2 persen dari target yang ditetapkan.

Kepala Bidang Hubungan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang, Khotibul Umam, mengatakan, Dishub mengelola dua sektor parkir, yaitu parkir TJU dan parkir khusus. Khusus untuk parkir TJU, terdapat 22 titik potensi yang tersebar di sejumlah ruas jalan utama Kota Sampang.

“Tahun ini, target retribusi parkir ditetapkan sebesar Rp 3,5 miliar. Namun, realisasinya baru mencapai Rp 2,598 miliar atau sekitar 74 persen,” katanya, Sabtu (6/12/2026).

Rendahnya capaian tersebut, kata dia, disebabkan oleh sistem parkir berlangganan yang pembayarannya digabung dengan pajak kendaraan bermotor di Samsat.

“Masih banyak masyarakat yang tidak taat pajak, dan ini sangat memengaruhi capaian retribusi parkir berlangganan,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, berbagai upaya telah dilakukan oleh Dishub bersama UPT Pengelola Pendapatan Provinsi Jatim untuk meningkatkan pendapatan, termasuk penagihan dari rumah ke rumah (door-to-door) dan operasi gabungan bagi wajib pajak yang menunggak.

Meskipun demikian, Umam mengaku pesimistis target 100 persen akan tercapai, dan memprediksi realisasi maksimal hanya akan berada di kisaran 80 -85 persen.

“Kami optimis, namun demikian, sampai satu bulan terakhir ini target kita masih 74 persen. Kami tetap mengusahakan hingga tutup tahun sampai pada 80 hingga 85 persen,” katanya.

“Kami tetap berupaya meningkatkan pendapatan, meskipun setiap bulan rata-rata hanya sekitar Rp 250 juta,” tegasnya.

Sementara itu, Pengelola Data Pelayanan Perpajakan (PDPP) Kantor Bersama Samsat Sampang, Wildan Mahbuby, mengungkapkan, potensi pajak kendaraan di Sampang adalah yang terkecil di Jawa Timur. Banyak warga Sampang yang menggunakan kendaraan berpelat nomor luar daerah, sehingga kontribusi terhadap retribusi parkir berlangganan menjadi rendah.

“Potensi lebih besar sebenarnya ada pada penarikan langsung di tepi jalan. Namun, kami tetap melakukan sosialisasi melalui kecamatan dan kelurahan untuk mengingatkan masyarakat agar taat pajak,” ucapnya.

Sementara, Ketua Komisi II DPRD Sampang Alan Kaisan menegaskan akan mengevaluasi Dishub apabila capaian PAD retribusi parkir tidak sampai pada target.

“Kami nanti akan evaluasi sekaligus akan mengundang Dishub, apa betul tidak mencapai target karena orang tidak bayar atau memang ada pembiaran dari Jukir. Atau juga bisa laporan dari Jukir tidak utuh ke Dishub,” pungkas Alan. (Mukrim)

9 Manfaat Daun Mimba untuk Kesehatan

0

salsabilafm.com – Daun mimba atau “Azadirachta Indica” dikenal sebagai salah satu alternatif pengendalian hama atau pestisida nabati, dengan berbagai bahan aktif yang terkandung. Mimba memiliki kemampuan anti-bakterial dan insektisidal sehingga dapat digunakan sebagai pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Dilansir dari detik.com, daun ini memiliki sebutan lain di beberapa daerah. Seperti di Jawa disebut imba, di Madura disebut mempheuh, di Bali disebut intaran, dan di Inggris atau Belanda disebut tanaman margosa tree dan neem tree.

Daun mimba juga memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Berikut penjelasan daun mimba dari dr Danang Ardiyanto, MKM, sebagai dokter, praktisi herbal, dan peneliti di HortusMed Wellness Center B2P2TOOT Tawangmangu.

Kandungan Daun Mimba

Dilansir dari modul World Agroforestry Centre, pohon mimba adalah pohon yang banyak ditemukan di India maupun di tempat beriklim kering lainnya. Pohon ini tumbuh baik di provinsi NTB dan NTT, dengan berbagai manfaat untuk pertanian dan kesehatan.

Produk mimba dapat digunakan sebagai pupuk hijau, pestisida, dan insektisida. Pestisida alami yang terbuat dari mimba merupakan alternatif pestisida kimia bagi petani.

Daun mimba memiliki beragam kandungan nutrisi. Berikut ini temuan kandungan nutrisi daun mimba oleh Forest Research Institute, di antaranya:

Protein (7,1%)
Karbohidrat (22,9%)
Mineral
Kalsium
Fosfor
Vitamin C

“Sementara untuk senyawa aktif, daun mimba mengandung senyawa-senyawa diantaranya adalah β-sitosterol, hyperoside, nimbolide, quercetin, quercitrin, rutin, azadirachtin, nimbin, nimbine, 6-desacetylbimbine, nimbolide, dan quercetin,” papar dr Danang.

Manfaat Daun Mimba

  1. Antioksidan
    dr Danang menyebutkan bahwa zat azadirachtin dan nimbolide pada daun mimba, menunjukkan aktivitas antioksidan melalui pencegahan aktivasi prokarsinogen.

“Selain itu daun mimba cuma mampu mencegah kerusakan DNA oksidatif, peningkatan regulasi enzim antioksidan, dan detoksifikasi karsinogen,” terangnya.

  1. Antikanker
    Dalam keterangannya, dr Danang juga menjelaskan bahwa daun mimba ternyata juga mengandung flavanoid dan berbagai bahan lain yang berperan penting dalam penghambatan perkembangan kanker.

“Beberapa penelitian melaporkan bahwa daun mimba menunjukkan efek penghambatan pada pertumbuhan sel ganas melalui modulasi proliferasi sel, apoptosis, gen supresor tumor, dan berbagai jalur molekuler lainnya,” kuak dr Danang.

  1. Antiradang
    Kandungan nimbidin pada daun mimba mampu menekan fungsi makrofag dan neutrofil yang relevan dengan peradangan.
  2. Pelindung Fungsi Hati (Hepatoprotektor)
    Dr Danang juga memaparkan bahwa saat dilakukan studi pada hewan, terdapat efek perlindungan dari konstituen aktif mimba. Nimbolide terhadap toksisitas hati yang diinduksi karbon tetraklorida (CCl4) diujikan pada tikus.

“Hasilnya menunjukkan bahwa nimbolida memiliki efek hepatoprotektif terhadap kerusakan hati yang diinduksi CCl4, dengan efisiensi yang sama dengan standar silymarin. Temuan penelitian lain mengungkapkan bahwa ekstrak daun ditemukan memiliki perlindungan terhadap nekrosis hati yang diinduksi parasetamol pada tikus,” ungkap dr Danang.

  1. Perawatan Luka
    Daun mimba mempromosikan aktivitas penyembuhan luka melalui peningkatan respon inflamasi dan neovaskularisasi.
  2. Antidiabetes
    Ekstrak A. indica menunjukkan toleransi glukosa oral yang baik dan secara signifikan mengurangi aktivitas glukosidase usus.
  3. Antimikroba
    Mimba dan bahan-bahannya berperan dalam penghambatan pertumbuhan berbagai mikroba seperti virus, bakteri, dan jamur patogen.
  4. Penyembuhan Jerawat
    Mimba memiliki sifat anti-inflamasi yang mengurangi jerawat, sehingga dipercaya dapat meredakan kekeringan pada kulit, gatal-gatal, dan kemerahan pada kulit. Mimba juga mencegah jerawat dan noda kulit.
  5. Kesehatan Mulut dan Gigi
    Sebuah riset menunjukkan bahwa daun mimba efektif dalam meningkatkan kesehatan gigi. Efektivitas yang dimiliki oleh daun mimba ternyata seimbang dengan chlorhexidine gluconate.

“Riset tersebut yang akhirnya menjadi dasar para peneliti untuk merekomendasikan daun mimba sebagai obat perawatan kesehatan gigi yang lebih alami dan ekonomis,” jelas dr Danang. (*)