KPID Jatim Silaturahmi ke Ponpes Lirboyo Kediri, Tindaklanjuti Aduan Masyarakat
Redaksi - Thursday, 16 October 2025 | 08:41 PM


salsabilafm.com – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur mengunjungi Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Rabu (15/10/2025) malam. Kunjungan tersebut selain silaturahmi dengan pengasuh Pondok Pesantren, juga sebagai bentuk tindak lanjut terhadap aduan masyarakat terkait tayangan program siaran Xpose Uncensored yang ditayangkan oleh Trans 7 pada tanggal 13 Oktober kemarin.
Program siaran Xpose Uncensored Trans 7 yang memantik amarah publik, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU) dianggap berbau SARA, ujaran kebencian, dan disinformasi tentang pondok pesantren.
Tujuh komisioner KPID Jawa Timur yang hadir, masing-masing: Royin Fauziana (Ketua), Khoirul Huda (Wakil Ketua), Aan Haryono (Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran), Yunus Ali Ghafi (Koordinator Bidang Pengelolaan Kebijakan dan Struktur Penyiaran), Rosnindar Prio Eko Rahardjo (Koordinator Bidang Kelembagaan), Malik Setyawan (Bidang Pengelolaan Kebijakan dan Struktur Penyiaran), serta Fitratus Sakinah (Bidang Kelembagaan), ditemui langsung oleh salah satu pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, K.H. Abdullah Kafabihi Mahrus yang didampingi sejumlah pengurus dan alumni yang tinggal di Kediri.
Ketua KPID Jawa Timur, Royin Fauziana, mengatakan, silaturahmi KPID Jawa Timur ke Pondok Pesantren Lirboyo sebagai bentuk tanggung jawab moral KPID Jawa Timur yang salah satu tugas dan fungsinya untuk memonitoring atau melakukan pengawesan isi siaran lembaga penyiaran.
"KPID Jawa Timur juga menyesalkan atas tayangan tersebut, yang berpotensi melanggar aturan penyiaran. Untuk itu kami merasa perlu mendatangi Pondok Pesantren Lirboyo sebagai bentuk tanggung jawab moral KPID Jawa Timur yang bertugas mengawasi isi siaran," kata Royin.
K.H. Abdullah Kafabihi Mahrus mengatakan, pihaknya sudah memaafkan kejadian yang menurutnya sangat mendiskreditkan pendidikan di pondok pesantren. Kiai yang akrab disapa Buya Kafa tersebut menegaskan, pola pendidikan di pondok pesantren selain mencerdaskan santri, juga mengajarkan hal utama tentang adab dan akhlak.
Sikap hormat yang ditunjukkan oleh santri terhadap para kiai dan guru tersebut merupakan bentuk penghormatan seorang murid kepada gurunya yang telah menularkan ilmunya kepada para santri.
"Santri-santri itu menghormati kiai dan gurunya karena di pondok (pesantren) diajarkan soal adab dan akhlak. Jadi itu bukan bentuk feodalisme! Bahkan kalau di rumah kita juga diajari untuk cium tangan orang tua dan guru kita. Itu bentuk terima kasih dan hormat kita kepada orang yang telah mengajari kita," tutur Buya Kafa.
Terkait aksi unjuk rasa menyampaikan pendapat di Kantor KPID Jawa Timur yang dilakukan oleh sejumlah pihak, di antaranya Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal), Buya Kafa mengaku bersyukur bisa berjalan dengan baik dan lancar serta dalam suasana kondusif. Selain itu, Buya Kafa merasa senang bahwa unjuk rasa berlangsung santun dan damai.
"Alhamdulillah, mereka menyampaikan aspirasinya dengan damai dan baik. Artinya proses belajar di (Pondok Pesantren) Lirboyo berhasil membuat santri-santri memiliki adab dan akhlak yang baik. Bisa menghormati orang lain," katanya.
Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Jawa Timur, Rosnindar Prio Eko Rahardjo, mengapresiasi sambutan hangat yang diberikan Pondok Pesantren Lirboyo dalam pertemuan tersebut. Pasca pertemuan direncanakan akan dilakukan kegiatan antara KPID Jawa Timur dengan Pondok Pesantren Lirboyo berupa sosialisasi dan penguatan literasi tentang penyiaran terhadap santri-santri.
"Beberapa waktu lalu KPID Jawa Timur juga sudah menyelenggarakan kegiatan literasi tentang penyiaran dan tantangannya, bekerja sama dengan Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri. Insya Allah kegiatan positif ini akan kami lanjutkan, tentunya juga dengan lembaga-lembaga yang lain," ujarnya. (*)
Next News

BGN Bekukan 27 Dapur MBG di Sampang, Ini Daftarnya
9 hours ago

Pastikan Stok Energi Aman Selama Lebaran, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Siagakan Satgas RAFI 2026
9 hours ago

Mulai 18 Oktober 2026, Produk UMKM Tanpa Label Halal Dilarang Dijual di Sampang
10 hours ago

Iran Resmi Mundur dari Piala Dunia 2026, Ini Alasannya
10 hours ago

Soal Lele Marinasi Jadi Menu MBG di Pamekasan, BGN: Buat Lauk Buka Puasa
10 hours ago

Mudik Gratis Perdana ke Masalembu, Ratusan Penumpang Berangkat dari Pelabuhan Kalianget
11 hours ago

DWP Bapenda Sumenep Gelar Khotmil Qur'an dan Berbagi Bansos di Bulan Ramadan
a day ago

Ratusan Drum Aspal Bantuan Pemprov Jatim Diprioritaskan untuk Perbaikan Jalan Rusak di Sampang
a day ago

Viral! Sekolah di Pamekasan Tolak Menu MBG Lele Mentah
a day ago

Siapkan Mudik Gratis Idulfitri 2026, Pemkab Sumenep Alokasikan Rp860 Juta untuk Transportasi Laut
a day ago




