Warga Sampang Keluhkan Keterlambatan Pengangkutan Sampah, DLH Perkim Sebut Antrean Solar Jadi Penyebab
Ach. Mukrim - Monday, 29 June 2026 | 09:44 AM


salsabilafm.com - Beberapa pekan terakhir ini warga Kabupaten Sampang mengeluhkan keterlambatan pengangkutan sampah. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat karena menimbulkan bau tidak sedap.
Supriyah, 40 tahun, warga Jalan Jaksa Agung Suprapto, mengatakan, tumpukan sampah menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan masyarakat maupun pengguna jalan. Dia berharap, pengangkutan sampah dapat kembali dilakukan tepat waktu agar tidak terjadi penumpukan.
"Kami berharap sampah bisa diangkut lebih pagi seperti biasanya. Kalau sampai siang masih belum diangkut, baunya mulai menyengat dan mengganggu lingkungan," katanya, Senin (29/6/2026).
Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup dan Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DLH Perkim) Kabupaten Sampang, Aulia Arief, menjelaskan, keterlambatan pengangkutan sampah dalam beberapa pekan terakhir dipengaruhi oleh pembatasan dan antrean pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya solar, yang dibutuhkan armada pengangkut sampah.
Kondisi tersebut menyebabkan waktu operasional armada menjadi lebih panjang karena harus mengantre di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
"Meski demikian, pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan dan seluruh armada masih beroperasi secara optimal. Hanya saja, kecepatan pelayanan mengalami penurunan akibat waktu tunggu pengisian BBM yang cukup lama," ucapnya.
Aulia menyebut volume sampah saat ini masih relatif stabil dan dapat ditangani. Namun, terdapat tambahan sampah di beberapa titik yang berasal dari kawasan permukiman baru serta aktivitas warga yang melakukan pemangkasan pohon dan tanaman di sekitar rumah, terutama pada masa peralihan musim.
"Kami berharap masyarakat dapat memahami kendala operasional yang sedang dihadapi. Di sisi lain, pemerintah daerah terus berupaya menjaga layanan kebersihan agar pengangkutan sampah tetap berjalan dan tidak menimbulkan penumpukan yang berkepanjangan di lingkungan masyarakat," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Kecelakaan Tunggal di Jalan Imam Bonjol Sampang, Pengendara Vario Meninggal Dunia
a day ago

Catut Nama untuk Minta Uang ke Sekolah, PWI Sampang Akan Laporkan Oknum Pers
a day ago

2 SPBU di Sampang Disanksi Pertamina, Diduga Jual BBM Tak Sesuai Ketentuan
a day ago

Peduli Keamanan dan Keselamatan, HCML Gelar Simulasi Krisis di GMS Pasuruan
a day ago

Dilanda Kekeringan, Pemkab Sampang Gelar Salat Istisqa di Alun-alun Trunojoyo
a day ago

Dugaan Penipuan Berkedok Imam Mahdi di Bangkalan Dilaporkan ke Polisi
2 days ago

Polisi Gerebek Lokasi Sabung Ayam di Sampang, Tegaskan Zero Tolerance Judi
2 days ago

Pimpin Apel Hari Santri 2026, Ketua PCNU Sampang Tekankan Pentingnya Persatuan
2 days ago

Peringati Hari Santri, PCNU Sampang Salurkan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan
2 days ago

Proyek Jalan Madupat–Omben Rp3,9 Miliar Disoal, Warga Klaim Lahan Dipakai Tanpa Izin
3 days ago
