Jamu Paggher Cak Aji: Sajikan Ramuan Tradisional, Diminati Orang Tua dan Muda
Redaksi - Sunday, 28 June 2026 | 03:40 AM


salsabilafm.com - Di tengah maraknya minuman jamu modern dengan gula pemanis tinggi yang diminati kalangan anak muda hingga orang tua di Sampang, Madura, Jawa Timur, terlihat gerobak bertuliskan "Jamu Paggher Cak Aji". Gerobak jamu yang berlok di jalan KH. Wahid Hasyim ini menyediakan jamu tradisional.
Jamu Paggher Cak Aji ini menyajikan jamu tradisional warisan leluhur dengan rempah-rempah alami yang dilengkapi telur tanpa bahan kimia.
Nunung, peracik sekaligus pemilik jamu Paggher Cak Aji, mengaku sengaja memilih rempah-rempah alami. Manfaatnya, supaya memberikan rasa yang khas dibandingkan jamu siap saji yang ada di toko-toko jamu lainnya.
"Orang-orang sekarang kan sukanya jamu instan, makanya kita bikin versi tiruannya dari segi tampilan tren, cuma ini jauh lebih sehat karena menggunakan jamu rempah-rempah asli tanpa bahan kimia," ujar Nunung, Sabtu, (27/6/2026).
Nunung menyebutkan, keunggulan utama dari jamu Paggher Cak Aji adalah seluruh bahan jamunya disajikan secara setiap ada pesanan masuk. Dia menegaskan sama sekali tidak memakai bahan bubuk instan ataupun kemasan pabrik.
"Begitu ada yang beli, jamunya langsung kita tumbuk, kita potong, kita peras secara mendadak, dan kita masak. Jadi, benar-benar murni segar tanpa bahan instan," ucapnya.
Dia menjelaskan, STMJ menjadi ramuan andalannya karena dikhususkan untuk meningkatkan stamina pria. Sedangkan ramuan Telang Keraton dipercaya berkhasiat untuk menurunkan kolesterol, hipertensi, hingga mengatasi insomnia. Sementara ramuan Jancruk mengobati batuk, pilek, dan flu, apalagi di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang,
"Yang paling banyak diminati adalah jamu STMJ yang saat ini masih eksis di kalangan tua maupun remaja. Orang biasanya beli 3 bungkus hingga 5 bungkus, apalagi di malam Jum'at itu ramai," terangnya.
Pelanggan jamu Paggher Cak Aji ini datang dari berbagai generasi, mulai dari anak-anak muda hingga lansia. Mereka datang membawa keluhan kesehatan masing-masing.
"Walaupun kita bukanya dari jam 15.00 sampai jam 22.00, tapi sampai jam 23.00 malam masih ada orang yang mengantre," pungkasnya. (Bad)
Next News

Terduga Pelaku Pembunuhan ASN Bangkalan Terkuak, Kuasa Hukum Korban: Semoga Secepatnya Diungkap
10 hours ago

Warga Sampang Keluhkan Keterlambatan Pengangkutan Sampah, DLH Perkim Sebut Antrean Solar Jadi Penyebab
10 hours ago

Apel Peringatan Harganas ke-33, Dinkes KB Sampang Tekankan Pentingnya Peran Ayah Asuh Anak
18 hours ago

Berbagi Inspirasi di Podcast Janitra Media, Sulistiyowati Ajak Generasi Muda Adaptif di Era Digital
a day ago

Pemprov Jatim Bantu Ratusan Drum Aspal Untuk Perbaikan Jalan Rusak di Pamekasan
a day ago

Jemput Bola, Rekrutmen Calon Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep
2 days ago

Pertamina Pastikan Pasokan BBM di Jatim Aman, Optimalkan Distribusi Selama 24 Jam
2 days ago

Tanggapi Anggota Dewan Kelola MBG, Fafan: Kembali ke Aturan Internal Tiap Partai
2 days ago

Satgas MBG Sampang: Tiga SPPG Belum Dicabut Status Penghentiannya
2 days ago

5 Peserta Latsarmil Calon Manajer KDMP Meninggal, Kemhan Janji Evaluasi Total
2 days ago





