Ruang Kelas SDN di Bangkalan Berlantai Tanah, Siswa: Biasanya Bangku Ada Debu
Redaksi - Wednesday, 17 June 2026 | 05:30 AM


salsabilafm.com – Kondisi memprihatinkan terlihat di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tlomar 2, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Gedung sekolah yang sudah dibangun sejak puluhan tahun tersebut berdiri hanya beralaskan tanah tanpa keramik. Kondisi sekolah yang minim fasilitas ini memaksa para siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan segala keterbatasan.
Suasana SDN Tlomar 2 jauh dari kata layak jika dibandingkan dengan bangunan sekolah di area perkotaan. Meski berstatus negeri, gedung yang berdiri di atas tanah pecaton atau tanah inventaris desa ini dibangun seadanya.
Dalam satu gedung, terdapat tiga ruang kelas untuk mengakomodasi proses pembelajaran siswa kelas I hingga kelas VI. Akibatnya, kondisi ruangan terpaksa disekat seadanya demi melangsungkan KBM.
Dari tiga ruangan yang tersedia, hanya dua kelas yang bisa digunakan secara aktif dengan pintu pemisah yang rapuh. Tak hanya itu, bangku dan meja tempat belajar para siswa pun sudah reot dan jumlahnya sangat terbatas.
Kondisi sekolah tanpa lantai keramik ini memaksa para siswa bersahabat dengan debu dan batu kerikil setiap harinya. Meski begitu, para siswa SDN Tlomar 2 tetap semangat untuk menuntut ilmu.
Salah satu siswa kelas VI, Zaenab Rosyada, mengaku sudah tidak asing dengan meja belajar yang selalu berdebu. Sejak duduk di bangku kelas I, dia sudah terbiasa belajar di atas tanah liat.
"Biasanya bangku ada debu dan lantai tanah banyak batu-batuan," ungkap Zaenab, Rabu, (17/6/2026).
Kendati demikian, Zaenab tetap rajin bersekolah dan menaruh harapan besar agar sekolahnya bisa segera diperbaiki demi kenyamanan bersama. "Harapan saya, semoga sekolah ini cepat dibangun," tuturnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN Tlomar 2, Okta Tricahyana, mengungkapkan, kondisi memprihatinkan ini sudah terjadi sejak dirinya pertama kali bertugas di sekolah tersebut pada tahun 2015.
"Bisa dilihat sendiri, kondisi sekolah ini memang sudah tidak ada lantai dan atapnya sebagian sudah anjlok. Banyak bangunan yang rusak, terutama bagian jendela dan atap kelas," jelas Okta.
Okta mengaku pihak sekolah telah berulang kali mengajukan bantuan revitalisasi fisik ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan. Namun, pengajuan tersebut selalu membentur kendala administratif terkait status kepemilikan lahan.
"Sekolah ini juga sama sekali tidak memiliki fasilitas penunjang seperti toilet siswa dan ruang perpustakaa," ungkapnya.
Akibat sarana dan prasarana yang tidak layak, minat warga sekitar untuk menyekolahkan anak mereka di SDN Tlomar 2 terus menurun drastis. Saat ini, total jumlah siswa di sekolah tersebut hanya tersisa 50 anak, dengan rata-rata 7 hingga 10 siswa saja per kelasnya. Warga lebih memilih menyekolahkan anak mereka ke tempat lain yang bangunannya lebih aman.
Okta berharap Pemerintah Kabupaten Bangkalan serta pihak terkait dapat segera menemukan solusi hukum dan administratif untuk merenovasi sekolah ini. Menurutnya, perbaikan tidak hanya demi kenyamanan KBM, tetapi juga menyangkut keselamatan jiwa para siswa.
"Semoga cepat diberi bantuan demi kenyamanan dan keselamatan siswa. Bagaimanapun, warga di sekitar sini sangat membutuhkan fasilitas sekolah yang layak," pungkasnya. (*)
Next News

Ponpes Assirojiyyah Kajuk Sampang Kembali Latih Santri Tangguh Bencana
a day ago

Ribuan Warga Pulau Pagerungan Kecil Sumenep Segera Nikmati Listrik
a day ago

Nelayan Pamekasan Dilaporkan Hilang, Tim Gabungan Lakukan Pencarian
a day ago

Ari Adriansyah Sampang Lolos Top 42 D'Academy 8, Dapat 3 SO dari Juri
a day ago

Ormas Gaib Desak PLN Benahi Tiang Miring dan Tegangan Turun
a day ago

MUI Sampang Minta DPRD Dukung RUU Pidana LGBT Masuk Prolegnas
a day ago

Marak Kasus Dugaan Kekerasan Seksual, MUI Sampang: Fenomena Gunung Es
a day ago

Pengawasan Program MBG di Sampang Diperketat, Wabup: Penindakan Kewenangan BGN Pusat
a day ago

PCNU Sampang Salurkan Air Bersih ke 4 Desa Terdampak Kekeringan di Karang Penang
a day ago

PCNU Sampang Gelar Silaturahim dan Istighotsah Sambut Muktamar NU ke-35
a day ago




