Jumat, 5 Juni 2026
Salsabila FM
Kriminal

Pria di Bangkalan Bunuh Adik Ipar, Diduga Cekcok Kandang Ayam

Redaksi - Thursday, 04 June 2026 | 06:46 AM

Background
Pria di Bangkalan Bunuh Adik Ipar, Diduga Cekcok Kandang Ayam
Polisi saat melakukan olah TKP. ( Istimewa/)

salsabilafm.com — Seorang pria berinisial S (50), warga Desa Soket Laok, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, tewas setelah dibacok menggunakan celurit oleh pelaku berinisial J (50). Pelaku yang merupakan kakak ipar korban kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.


Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, mengatakan, peristiwa tersebut terjadi setelah pelaku mendatangi rumah korban usai tiba dari Surabaya. 


"Saat datang, korban dan pelaku sempat bersalaman," kata Agung, Kamis (4/6/2026).




Tak lama setelah bertemu, korban dan pelaku terlibat cekcok. Dalam pertengkaran itu, pelaku diduga mengeluarkan sebilah celurit dan langsung mengayunkannya ke arah korban. Sabetan senjata tajam tersebut mengenai bagian perut kiri korban.


Akibat luka yang cukup parah, korban kehilangan banyak darah dan terjatuh di lokasi kejadian. Menurut polisi, luka bacok tersebut bahkan menembus organ dalam korban.




Keluarga yang mengetahui kejadian itu segera membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, korban meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan penanganan lebih lanjut. 


"Korban lalu dibawa ke ruang jenazah dan menjalani visum," ujar Agung. 


Setelah menerima laporan, polisi langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan. Sementara itu, pelaku diduga melarikan diri dan hingga kini masih diburu petugas.




"Polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku," katanya.


Berdasarkan informasi awal yang diperoleh penyidik, aksi pembacokan diduga dipicu perselisihan terkait letak kandang ayam. Meski demikian, polisi masih mendalami motif dan kronologi lengkap kejadian tersebut. 




"Masih kami dalami, untuk korban sudah dimakamkan setelah menjalani visum tadi malam," kata Agung


Dokter spesialis forensik RSUD Syamrabu Bangkalan, dr Edy Suharto, mengatakan, hasil visum menunjukkan korban mengalami luka serius pada bagian perut. 


"Lukanya cukup dalam sampai kena ke usus, pendarahan di situ yang mengakibatkan korban kehilangan nyawa," ujar Edy. (*)