Perkuat Kepemimpinan Sekolah Rakyat, Disdik Jatim Lakukan Bimtek
Redaksi - Sunday, 18 January 2026 | 09:12 AM


salsabilafm.com – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Jatim) mendukung penguatan kepemimpinan Sekolah Rakyat melalui pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek), sekaligus mendorong penajaman indikator kinerja berbasis dampak.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, mengatakan, pendidikan yang berdampak harus mampu menghadirkan keadilan, membuka harapan, serta menyiapkan masa depan anak-anak Indonesia.
"Pendidikan yang berdampak adalah pendidikan yang menghadirkan keadilan, membuka harapan, dan menyiapkan masa depan anak Indonesia," ujar Aries, Minggu (18/1/2026).
Dia menjelaskan, langkah tersebut sejalan dengan program Jatim Cerdas yang dicanangkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dengan tujuan mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Selain itu, Disdik Jatim juga melakukan penguatan pendampingan dan supervisi substantif, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan Sekolah Rakyat.
"Termasuk penguatan pendampingan, supervisi substantif, serta kolaborasi lintas sektor," tambahnya.
Sementara itu, Muhammad Nuh, Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat sekaligus mantan Menteri Pendidikan Nasional, berpesan agar kepala sekolah dan tenaga kependidikan mengedepankan nilai kesetiaan dalam memimpin Sekolah Rakyat.
"Nilai paling utama dalam mengurusi Sekolah Rakyat dan yang paling mahal itu adalah kesetiaan. Setia itu melebihi tanggung jawab dan tugas," kata Nuh.
Mantan Rektor ITS tersebut menegaskan, kehadiran negara yang paling nyata adalah ketika anak-anak yang paling lemah tetap memperoleh pendidikan bermutu. Menurutnya, pendidikan merupakan instrumen paling beradab untuk memutus mata rantai kemiskinan dan ketidakberdayaan.
"Tidak ada ciptaan Tuhan yang percuma. Manusia adalah sebaik-baik ciptaan Tuhan. Setiap manusia memiliki keunikan, dan temukan keunikan itu sebagai modal sukses," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nuh juga mengapresiasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa atas inisiasi pelaksanaan bimbingan teknis Sekolah Rakyat di Jatim.
Nuh berharap, selain menjadi provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak yang beroperasi di 26 titik, Jawa Timur juga dapat menjadi contoh bagi provinsi lain dalam pengelolaannya.
"Saya belum pernah mendengar provinsi lain melakukan hal yang sama. Ini harus diapresiasi, dan kepala sekolah serta tenaga kependidikan di Jatim wajib bangga," pungkasnya. (*)
Next News

Tepis Stigma Pesantren Ketinggalan Zaman, Nurul Huda: Kualitasnya Setara Sekolah Unggulan
7 hours ago

Puluhan Warga Sampang Laporkan Dugaan Investasi Bodong, Kerugian Ditaksir Rp23 Miliar
7 hours ago

Bapanas RI dan Satgas Pangan Polres Sampang Cek Stok Beras Bulog dan Minyak Kita
8 hours ago

Pemkab Sumenep Bolehkan Pedagang Berjualan Siang Hari Selama Ramadan
10 hours ago

H-1 Ramadan, Warga Pulau Mandangin Keluhkan Pemadaman Listrik Bergilir
10 hours ago

Disdik Sampang Lobi Pusat, Minta Dana BOS Bisa Dipakai Gaji Guru PPPK Paruh Waktu
10 hours ago

Terekam CCTV, Pria di Bangkalan Bobol Toko untuk Curi Rokok
10 hours ago

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026
a day ago

Hilal Tak Terlihat di Sampang, Ketua PCNU: Tunggu Keputusan Sidang Isbat dan PBNU
a day ago

Gegara Main Petasan Kalengan, 2 Warga Sampang Alami Luka Bakar
a day ago





