Panggil Disdik-Kemenag Terkait Polemik SDN Batoporo Timur 1, DPRD: Hasilnya Mendekati Ditutup
Ach. Mukrim - Monday, 26 January 2026 | 09:47 AM


salsabilafm.com - Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, melakukan pemanggilan Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Batoporo Timur 1, Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, dan Kementerian Agama (Kemenag) Wilayah Sampang, Senin (26/01/2026).
Kepala Kemenag Wilayah Sampang, Fandi mengungkapkan, dari hasil pertemuan bersama legislatif menghasilkan kesepakatan untuk melakukan update data siswa. Jika nanti ditemukan data yang double atau residu dari pengupdetan itu, maka pihaknya dan Disdik akan mengembalikannya ke prosedur regulasi dan orang tua siswa.
"Terkait pemanggilan yang dilakukan oleh Komisi IV DPRD Sampang barusan ada beberapa formulasi yang kami sepakati bersama, dan itu merupakan tindak lanjut dari MoU yang secara teknis nanti kami bisa duduk bersama antara Disdik dan Kemenag untuk kami update data terakhir," jelas Fandi.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Sampang, Nor Alam mengatakan, pihaknya sudah melakukan pertemuan bersama dengan pihak-pihak terkait yang ada di SDN Batoporo Timur 1. Dari pertemuan itu dihasilkan 28 data siswa yang residu. Orang tua dari 28 siswa itu menurut dia memilih menyekolahkan anaknya ke MI. Sementara 5 siswa lainnya setelah dilakukan kunjungan ke rumahnya oleh kepala sekolah dan operator sekolah, 3 diantaranya memilih menyekolahkan anaknya ke MI. Sedangkan 2 lainnya masih bingung dan belum memilih.
Namun, jelas Nor Alam, 2 siswa itu masih memilih untuk sekolah di SD, maka akan diarahkan ke SDN Batoporo Barat 4 sebagai SD terdekat.
"Kami sudah melakukan pertemuan dengan orang tua siswa, kepala sekolah dan operator sekolah di KUA Kecamatan Kedungdung," tuturnya.
Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Sampang, Mahfud menyampaikan, hasil dari pemanggilan dan rapat bersama Disdik, Kemenag dan pihak SDN Batoporo Timur 1 lebih mengarah ke penutupan lembaga tersebut. Sebab, setelah orang tua siswa dikumpulkan, mereka memilih menyekolahkan anaknya ke MI.
"Hasil pertemuan barusan insyaallah masalah SDN Batoporo Timur 1 mendekati ke ditutup," ujarnya.
Dikatakannya, hasil pemanggilan itu juga tertuang dalam nota kesepahaman antara Pemkab Sampang dan Kemenag wilayah Sampang. Di dalamnya ada kesepakatan untuk melakukan verifikasi data siswa bersama antara Disdik Sampang dan Kemenag. Dalam kesepakatan itu, DPRD meminta agar bulan Februari mendatang verifikasi data itu sudah harus selesai.
Verifikasi data itu, kata Mahfud, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan ke seluruh lembaga di Kabupaten berjuluk Kota Bahari itu. Secara teknis nanti verifikasi data itu dilakukan di tiap-tiap Kecamatan. Yang disitu operator dari Disdik Sampang dan Kemenag akan bergantian dalam menginput data. Selain itu, verifikasi data juga akan melibatkan Dispendukcapil.
"Kesepakatan itu juga dituangkan dalam nota kesepahaman dengan Bupati yang sudah di tanda tangani di pagi tadi. Yang disitu pertama akan melakukan verifikasi data secara bersama antara Kemenag dan Disdik untuk menghindari residu," pungkas Mahfud. (Mukrim)
Next News

Tepis Stigma Pesantren Ketinggalan Zaman, Nurul Huda: Kualitasnya Setara Sekolah Unggulan
6 hours ago

Puluhan Warga Sampang Laporkan Dugaan Investasi Bodong, Kerugian Ditaksir Rp23 Miliar
6 hours ago

Bapanas RI dan Satgas Pangan Polres Sampang Cek Stok Beras Bulog dan Minyak Kita
6 hours ago

Pemkab Sumenep Bolehkan Pedagang Berjualan Siang Hari Selama Ramadan
9 hours ago

H-1 Ramadan, Warga Pulau Mandangin Keluhkan Pemadaman Listrik Bergilir
9 hours ago

Disdik Sampang Lobi Pusat, Minta Dana BOS Bisa Dipakai Gaji Guru PPPK Paruh Waktu
9 hours ago

Terekam CCTV, Pria di Bangkalan Bobol Toko untuk Curi Rokok
9 hours ago

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026
a day ago

Hilal Tak Terlihat di Sampang, Ketua PCNU: Tunggu Keputusan Sidang Isbat dan PBNU
a day ago

Gegara Main Petasan Kalengan, 2 Warga Sampang Alami Luka Bakar
a day ago





