Selasa, 15 September 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Musik Daul Pamekasan Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Redaksi - Tuesday, 15 September 2026 | 03:12 AM

Background
Musik Daul Pamekasan Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia
Musik daul Pamekasan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. (Istimewa/)

salsabilafm.com – Musik daul dari Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) oleh Kementerian Kebudayaan pada 4 September 2026.


Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto mengatakan penetapan tersebut diharapkan menjadi semangat baru bagi seniman dan generasi muda untuk menjaga musik daul sebagai bagian dari identitas budaya daerah.


"Penetapan ini tentu diharapkan bisa menjadi semangat baru bagi para seniman dan generasi muda untuk terus menjaga keberlangsungan musik daul sebagai bagian dari identitas budaya Pamekasan," dilansir dari suarasurabaya.net, Selasa (15/9/2026) malam.




Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pamekasan Akhmad Basri Yulianto menjelaskan, penetapan WBTbI dilakukan melalui proses panjang dengan dukungan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur.


Musik daul dinilai memiliki nilai budaya kuat karena telah berkembang di Pamekasan selama lebih dari 50 tahun. Keunikan instrumen, keberadaan kelompok seni, serta pembinaan berkelanjutan turut menjadi pertimbangan.




Pemkab Pamekasan berharap status tersebut dapat memperkuat pelestarian musik daul melalui keterlibatan pemerintah, seniman, masyarakat, dan dunia pendidikan.


"Pemkab Pamekasan kini juga mendorong pengenalan musik daul di lingkungan pendidikan, termasuk melalui pembentukan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di perguruan tinggi," ujar Basri.


Pembina Kelompok Musik Daul Semut Ireng, Abdul Hannan Tahir, mengatakan tradisi musik daul berawal dari kebiasaan masyarakat sejak dekade 1970-an untuk membangunkan warga saat sahur Ramadan.




Hannan mulai mengaransemen musik tersebut pada 1984. Namun, istilah daul baru digunakan dan diresmikan pada akhir 1999.


Saat ini, musik daul berkembang di berbagai wilayah Pamekasan. Setidaknya terdapat satu kelompok musik daul di setiap desa dan kelurahan. Musik tersebut juga rutin ditampilkan dalam kegiatan masyarakat, termasuk perayaan akhir tahun pelajaran sekolah.(*)