Minta Maaf, Jusuf Kalla Klarifikasi Ceramah Viral di UGM Soal Perdamaian
Redaksi - Monday, 20 April 2026 | 10:58 AM


salsabilafm.com - Jusuf Kalla Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 akhirnya buka suara terkait polemik ceramahnya yang viral di media sosial. Dalam konferensi pers di Jakarta pada Sabtu (18/4/2026),
JK menyampaikan permintaan maaf karena terlambat memberikan klarifikasi kepada publik.
"Pertama, saya minta maaf karena baru hari ini dapat menjelaskan masalah-masalah yang viral, karena saya subuh tadi baru pulang dari Jepang,"
kata JK dilansir dari Antara.
Dia menegaskan, potongan video ceramah yang beredar, tidak menggambarkan keseluruhan isi materi yang disampaikan saat mengisi tausiah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Ramadan 2026.
Menurut JK, ceramah tersebut disampaikan dalam konteks yang sangat spesifik, yakni di lingkungan masjid dan kampus, dengan audiens yang mayoritas Muslim dan kalangan intelektual.
"Ceramah Ramadan itu artinya yang hadir hanya orang muslim, di masjid lagi. Kemudian di kampus, berarti orang yang hadir adalah intelektual. Itu dulu yang perlu dipahami," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, JK juga menampilkan cuplikan video konflik Maluku dan Poso sebagai bagian dari penjelasan materi ceramahnya. Dia menilai penting untuk menghadirkan konteks sejarah agar audiens memahami latar belakang pembahasan.
"Karena ini menyangkut Maluku dan Poso, saya ingin perlihatkan dulu sekilas. Mungkin sebagian belum lahir, karena itu terjadi sekitar 26 tahun yang lalu," katanya.
JK menambahkan, video yang ditayangkan hanyalah bagian awal konflik dan tidak sepenuhnya menggambarkan keseluruhan peristiwa.
"Video ini hanya pembukaan konflik itu, belum intinya karena yang bisa diambil oleh jurnalis pada waktu itu hanya di kota," jelasnya.
JK menegaskan, inti ceramah yang disampaikannya adalah mengenai pentingnya perdamaian, bukan seperti yang dituduhkan sejumlah pihak.
"Saya diundang dengan tema perdamaian. Jadi, khususnya membahas langkah-langkah perdamaian," kata dia.
Sebagai informasi, ceramah tersebut disampaikan JK pada 5 Maret 2026 dengan tajuk Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar. Namun potongan ceramah itu baru viral pada pertengahan April 2026. (*)
Next News

Harumkan Sumenep, Gita Nada Idaman Al-Munawarah Raih Juara 2 WBL Marching Competition Season 5
14 hours ago

Balap Liar di JLS Sampang, 36 Sepeda Motor Diamankan Polisi
14 hours ago

Melihat Sampang dari Seberang Jalan: Menggugat Pendidikan dan Ruang Perempuan Lewat Diskusi Literasi
16 hours ago

MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah
16 hours ago

Penginjak Alquran di Pamekasan Terancam 5 Tahun Penjara
16 hours ago

600 Ton Beras SPHP Diduga Dioplos, Kerugian Negara Capai Rp3,3 Miliar
16 hours ago

Pengurus Ranting dan Lembaga MWC NU Pulau Mandangin 2026-2031 Resmi Dilantik
16 hours ago

Warga Bangkalan Temukan Bayi Perempuan Menangis di Teras Toko
3 days ago

Pura-pura Tanya Alamat, Pria Tak Dikenal di Bangkalan Diduga Lecehkan Siswi
3 days ago

HCML Tuan Rumah GCM ke-336, Perkuat Koordinasi Pasokan Gas Jawa Timur–Jawa Tengah
2 days ago





