Kamis, 8 Januari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Marak Super Flu, Dinkes KB Sampang: Jangan Panik, Bisa Disembuhkan

Ach. Mukrim - Wednesday, 07 January 2026 | 06:05 AM

Background
 Marak Super Flu, Dinkes KB Sampang: Jangan Panik, Bisa Disembuhkan
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinkes-KB Kabupaten Sampang, Samsul Hidayat. (Mukrim/Salsa/)

saksabilafm.com - Fenomena virus Super Flu atau Influenza A (H3N2) Subclade K mulai memicu kekhawatiran di tengah masyarakat Kabupaten Sampang dalam beberapa pekan terakhir. Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) setempat mulai memperketat pemantauan kesehatan guna mengantisipasi penyebaran varian yang dikenal memiliki daya tular tinggi tersebut.


Virus ini dilaporkan mulai terdeteksi masuk ke Indonesia sejak akhir Desember 2025 dan mengalami tren peningkatan kasus di beberapa wilayah. 


Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinkes-KB Kabupaten Sampang, Samsul Hidayat, menjelaskan, Super Flu sebenarnya adalah varian influenza musiman yang mengalami mutasi. Pihaknya meminta warga untuk tetap tenang dan tidak terlalu namun waspada.


"Ini bukanlah virus baru, melainkan mutasi dari influenza musiman yang sudah lama ada. Istilah 'super' diberikan karena kemampuannya menyebar sangat cepat, namun tingkat keparahannya masih jauh dari tuberkulosis," katanya, Rabu (7/1/2026).


Samsul menambahkan, perbedaan utama varian ini terletak pada rasio penularan yang masif. Satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus ke 2 hingga 3 orang di sekitarnya dalam waktu yang sangat singkat. Virus ini menular melalui saluran pernapasan, baik melalui kontak fisik langsung maupun tidak langsung lewat benda-benda yang terkontaminasi.


"Gejalanya sama kayak flu biasa. Seperti, demam tinggi, gangguan pernapasan, batuk dan pilek parah disertai sakit tenggorokan intens, nyeri otot, pegal-pegal ekstrem di seluruh tubuh atau meriang, kelelahan, sariawan bahkan diare," imbuhnya.


Menurut dia, hingga saat ini belum ada laporan kasus resmi ditemukan di Kabupaten Sampang, namun secara nasional penyebarannya cukup signifikan. Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan temuan kasus tertinggi di Indonesia, yakni mencapai 23 kasus dari total 62 kasus nasional.


Dijelaskan, kunci utama menghadapi virus ini adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Dia juga merekomendasikan masyarakat untuk disiplin menggunakan masker di kerumunan dan rutin mencuci tangan sebagai benteng pertahanan utama. 


Samsul juga memastikan, koordinasi dengan otoritas kesehatan yang lebih tinggi terus berjalan secara intensif. Pihaknya juga akan menginstruksikan seluruh Fasilitas Kesehatan (Faskes) di Sampang untuk bersiaga dan meneruskan informasi edukasi kepada masyarakat.


Pihaknya juga akan terus menyampaikan apa saja imbauan dan instruksi terbaru dari Kementerian Kesehatan serta Dinkes Provinsi Jawa Timur kepada masyarakat luas. "Kami juga menginstruksikan kepada seluruh faskes yang ada di Kabupaten Sampang agar informasi ini diteruskan, sehingga langkah mitigasi kita seirama," tegasnya.


Samsul mengatakan, vaksin virus ini sudah tersedia di Kabupaten Sampang dan dapat diakses di semua Faskes, mulai dari Rumah Sakit, Klinik, hingga Puskesmas setempat. "Kami sangat merekomendasikan masyarakat untuk melengkapi vaksinasi influenza sebagai perlindungan ekstra terhadap risiko gejala berat," jelasnya.


Bagi warga yang terinfeksi, penanganan difokuskan pada istirahat total, dan menjaga hidrasi dengan banyak minum air putih. Menurutnya, kasus flu memang seperti biasa muncul setiap pergantian musim baik dari kemarau ke musim hujan ataupun sebaliknya dan menjelang bulan haji.


"Kami terus memantau situasi di lapangan dan memastikan seluruh fasilitas kesehatan siaga. Jika dalam tiga hari kondisi tidak membaik, atau muncul sesak napas, segera periksakan diri ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Virus ini bisa disembuhkan, jadi jangan panik berlebihan," pungkasnya. (Mukrim)