Kuota Sekolah Rakyat Sumenep Belum Terpenuhi, Pendamping PKH: Kami Bekerja Sendirian
Redaksi - Tuesday, 02 June 2026 | 06:50 AM


salsabilafm.com — Target penerimaan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, belum tercapai meski batas waktu pemenuhan peserta didik berakhir pada Mei 2026.
Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Sumenep, Hairullah, mengatakan hingga awal Juni jumlah calon siswa yang telah melengkapi berkas masih di bawah kuota yang ditetapkan.
Untuk jenjang SMP, baru 22 calon siswa yang berkasnya lengkap. Sementara untuk jenjang SD hanya dua calon siswa yang telah memenuhi persyaratan administrasi.
Padahal, kuota yang harus dipenuhi masing-masing sebanyak 30 siswa untuk satu rombongan belajar (rombel) SD dan 30 siswa untuk satu rombel SMP.
"Yang menyatakan minat sekitar 40 anak. Tetapi sebagian masih belum melengkapi berkas," kata Hairullah, Selasa (2/6/2026).
Menurut Hairullah, lambatnya pemenuhan kuota siswa terjadi karena minimnya keterlibatan lintas instansi dan lembaga dalam proses penjaringan calon peserta didik.
Dia mengaku selama ini pendamping PKH di tingkat kecamatan hingga desa merasa bekerja sendiri untuk mencari calon siswa Sekolah Rakyat. Mulai dari pendataan, sosialisasi, hingga pendampingan keluarga calon siswa lebih banyak dilakukan oleh petugas PKH.
"Kami merasa bekerja sendirian. Yang bergerak di lapangan tetap pendamping PKH," ujarnya.
Hairullah mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sumenep telah menggelar rapat lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) untuk membahas pemenuhan siswa Sekolah Rakyat. Namun, hasil rapat tersebut dinilai belum berdampak terhadap percepatan penjaringan siswa di lapangan.
"Rapat sudah dilakukan, tetapi tidak ada tindak lanjut yang terlihat. Akhirnya petugas PKH tetap berjibaku sendiri mencari calon siswa," katanya.
Menurut dia, jika upaya pemenuhan siswa dilakukan secara terorganisir, camat, kepala desa, perangkat desa, hingga instansi terkait dapat ikut membantu mencari dan mendata calon peserta didik yang memenuhi kriteria, maka target kuota siswa diyakini lebih mudah tercapai.
Karena itu, pihaknya berharap seluruh elemen di lingkungan Pemkab Sumenep ikut bergerak menyukseskan program Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
"Jangan sampai pendamping PKH ditinggalkan bekerja sendiri. Program ini membutuhkan dukungan semua pihak agar kuota siswa segera terpenuhi," pungkasnya. (*)
Next News

30 Siswa Sekolah Rakyat Pamekasan Bakal Ditempatkan di Sampang
11 hours ago

Mobil Dinas Diduga Dipakai Warga Sipil, Begini Tanggapan Kepala Bapperida Pamekasan
11 hours ago

Kunjungi KPID Jatim, Salsabila FM Perkuat Komitmen Penyiaran Sehat dan Transformasi Digital
11 hours ago

Korlantas Polri Tunda Operasi Patuh 2026, Konsen Hari Bhayangkara
2 days ago

Pemkab Pamekasan Perbaiki Data Penerima Bansos PKH, Kadinsos: 45 Persen Salah Sasaran
2 days ago

BGN Batasi Maksimal 6 Dapur MBG Per Kecamatan, Ini Kata Korwil SPPG Sumenep
2 days ago

Satgas MBG Bangkalan: Per Hari Ini Ada 14 Dapur Berhenti Sementara
2 days ago

Sejumlah Jabatan Strategis di Pemkab Sampang Kosong, BKPSDM Tunggu Proses dan Kemampuan Anggaran
2 days ago

PKL di Sampang Akan Dikenakan Retribusi, Proyeksi PAD Capai Rp32,1 Juta
2 days ago

Isi BBM Subsidi ke Jeriken Tak Sesuai Barcode, SPBU di Sampang Disanksi Pertamina
a day ago




