Industri Smartphone di 2026 Terancam, Imbas Krisis Chip Memori
Redaksi - Tuesday, 20 January 2026 | 06:15 AM


salsabilafm.com - Pada tahun 2026 industri smartphone global terancam memasuki fase sulit. Hal ini imbas dari krisis chip memori yang semakin parah.
Dikutip dari CNBC Indonesia, pemasok Nvidia, Micron Technology Inc., melaporkan bahwa kekurangan chip memori makin cepat terjadi pada kuartal terakhir dan diperkirakan berlangsung hingga setelah 2026 seiring lonjakan permintaan semikonduktor kelas atas untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
"Kekurangan yang kami lihat ini belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Manish Bhatia, Executive Vice President of Operations Micron, dikutip dari Finance Yahoo, Selasa (20/1/2026).
Menurut Micron, memori berbandwidth tinggi untuk akselerator AI kini menghabiskan sebagian besar kapasitas industri chip. Akibatnya, menimbulkan kekurangan pasokan untuk kebutuhan konvensional seperti smartphone dan PC. Kondisi ini membuat produsen ponsel dan komputer mengantre untuk mengunci pasokan memori setelah 2026.
Dampak kenaikan harga komponen mulai terasa di China. Media lokal, Jiemian, melaporkan bahwa Xiaomi, Oppo, dan Transsion memangkas target pengiriman smartphone 2026 karena biaya memori terus meningkat. Oppo bahkan memangkas target hingga 20 persen. Ketiganya belum berkomentar terkait laporan tersebut.
Industri riset Counterpoint memperkirakan pengiriman smartphone global akan turun 2,1 persen tahun ini akibat krisis chip memori yang memicu kenaikan biaya dan menekan produksi. Produsen PC termasuk Dell juga memberi peringatan serupa.
Jika kondisi ini berlanjut, pelaku bisnis smartphone di tingkat distribusi hingga ritel berpotensi menghadapi tekanan ganda: harga barang naik sementara permintaan konsumen melemah. Situasi tersebut menjadi sinyal krisis bagi pedagang HP di 2026.
Di sisi lain, prospek industri chip memori justru berkebalikan. Harga saham Micron, SK Hynix, dan Samsung melonjak sepanjang 2025 berkat booming AI. SK Hynix mengaku seluruh kapasitas chip untuk 2026 telah habis terjual, sementara Micron menyatakan chip memori AI mereka juga sudah terpesan penuh.
Micron sendiri mempercepat ekspansi pabrik untuk mengejar permintaan. Perusahaan mengakuisisi lahan pabrik di Taiwan senilai US$1,8 miliar dan meningkatkan investasi fasilitas di AS sebagai bagian dari rencana membawa 40 persen kapasitas produksi DRAM ke wilayah Amerika. (*)
Next News

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026
20 hours ago

Hilal Tak Terlihat di Sampang, Ketua PCNU: Tunggu Keputusan Sidang Isbat dan PBNU
a day ago

Gegara Main Petasan Kalengan, 2 Warga Sampang Alami Luka Bakar
a day ago

Ikuti Ponpes Al Karawi, Warga Desa di Sumenep Mulai Puasa Ramadan Hari Ini
a day ago

Tentukan Awal Ramadan, Lembaga Falakiyah PCNU Sampang Pantau Hilal di Pelabuhan Taddan
a day ago

Warung Makan di Bangkalan Buka Sore Hari Selama Ramadan
20 hours ago

Sore Ini, PCNU Bangkalan Akan Gelar Pemantauan Hilal
20 hours ago

Aklamasi, Kiai Muchlis Nasir Terpilih Jadi Ketua PCNU Pamekasan 2026-2031
2 days ago

Jam Kerja ASN Bangkalan Dipotong Selama Ramadan
2 days ago

Satgas MBG Sampang Pastikan SPPG Mandangin Tetap Jalan: Investor Sudah Ada
2 days ago





