Indonesia Serukan Perdamaian Usai Serangan AS ke Venezuela dan Penangkapan Presiden Maduro
Redaksi - Sunday, 04 January 2026 | 12:41 PM


salsabilafm.com – Pemerintah Indonesia mendorong seluruh pihak untuk mengutamakan langkah perdamaian di tengah eskalasi konflik menyusul serangan berskala besar Amerika Serikat (AS) ke Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro dalam agresi tersebut.
Melalui pernyataan tertulis yang disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di media sosial X, Sabtu (3/1/2026), Indonesia menegaskan pentingnya penyelesaian konflik secara damai.
"Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak terkait untuk mengedepankan penyelesaian secara damai melalui langkah-langkah de-eskalasi dan dialog," tulis Kemlu RI, sebagaimana dilansir Antara.
Indonesia juga mengingatkan agar perlindungan terhadap warga sipil harus menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya ketegangan di negara Amerika Selatan tersebut. Selain itu, Indonesia menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dalam pernyataan yang sama, Kemlu RI memastikan bahwa kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) di Venezuela tetap aman. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas disebut terus memantau perkembangan situasi serta memastikan keselamatan seluruh WNI.
"Saat ini seluruh WNI di Venezuela dilaporkan dalam keadaan aman," ujar Kemlu RI.
Sementara itu, situasi di Venezuela dilaporkan masih mencekam. Media setempat memberitakan sejumlah ledakan dahsyat terjadi di beberapa wilayah pada Sabtu dini hari, seiring meningkatnya ketegangan dengan AS.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepulan asap tebal di sejumlah titik di ibu kota Caracas, disertai bunyi sirene serangan udara. Dilaporkan sedikitnya tujuh ledakan terjadi, sementara jet tempur terlihat terbang rendah di atas kota.
Pemadaman listrik juga dilaporkan terjadi di beberapa kawasan Caracas, termasuk wilayah selatan yang berdekatan dengan pangkalan militer utama.
Menanggapi situasi tersebut, Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil menyatakan bahwa Republik Bolivarian Venezuela menolak dan mengutuk keras tindakan agresi militer AS.
"Venezuela menolak dan mengutuk agresi militer terang-terangan oleh Amerika Serikat terhadap wilayah dan rakyat Venezuela," tegas Yvan Gil melalui unggahan di kanal Telegram resminya. (*)
Next News

Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan dan Distribusi LPG 3 Kg Aman untuk Kebutuhan Masyarakat di Karesidenan Madiun
a day ago

Jelang Lebaran, Ratusan Personel Polres Bangkalan Disiagakan di Akses Suramadu hingga Pelabuhan Kamal
a day ago

Terkendala Sanitasi, 34 Dapur MBG di Bangkalan Dihentikan Sementara
a day ago

Tekan Angka Pengangguran, Disnaker Sampang Gelar Pelatihan 3 Tahap
a day ago

156 Jemaah Umrah Asal Sampang Dipastikan Aman di Tengah Ketegangan Timur Tengah
a day ago

Pastikan Keselamatan Penumpang, Sopir Bus di Terminal Arya Wiraraja Sumenep Lakukan Cek Kesehatan
2 days ago

Ribuan Santri Pulang Kampung, Tradisi Mudik 10 Hari Akhir Ramadan di Sumenep
2 days ago

BGN Stop Sementara Operasional SPPG Penyaji Lele Mentah di Pamekasan
2 days ago

Kunjungan Wisatawan Minim, Layanan Pusat Informasi Pariwisata Sampang Sepi Peminat
2 days ago

Kejar Target RTH, Koleksi Pohon Pule di Alun-Alun Trunojoyo Bertambah
2 days ago





