Selasa, 28 April 2026
Salsabila FM
Kriminal

Ibu-ibu di Bangkalan Geruduk Bandar Arisan, Total Kerugian Capai Rp1 Miliar

Redaksi - Monday, 27 April 2026 | 07:56 AM

Background
Ibu-ibu di Bangkalan Geruduk Bandar Arisan, Total Kerugian Capai Rp1 Miliar
Ilustrasi uang arisan. ( Istimewa/)


salsabilafm.com  – Jagat media sosial dihebohkan dengan unggahan video yang memperlihatkan keributan warga di Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. 


Sejumlah ibu rumah tangga tampak meluapkan amarah kepada seorang perempuan berinisial FD, yang diduga sebagai bandar arisan bodong. 




Dalam potongan video yang viral, terduga pelaku yang mengenakan sweter abu-abu dan jilbab merah menjadi sasaran protes para peserta yang menuntut uang mereka kembali.


Sekretaris Desa Keleyan, Hadit Gaurof, membenarkan bahwa peristiwa tersebut melibatkan warganya. Namun, dia mengaku belum mengetahui secara pasti mekanisme rinci dari praktik arisan tersebut. 


"Benar yang viral itu warga Desa Keleyan. Kalau tidak salah permasalahannya itu arisan bodong, tetapi seperti apa mekanismenya, saya tidak tahu pastinya," ujar Hadit, Minggu (26/4/2026).




Menurut dia, Pemerintah desa telah berupaya memfasilitasi pertemuan antara FD dan para peserta. Sekitar 15 orang yang mengaku sebagai korban sempat dikumpulkan di Balai Desa Keleyan untuk mediasi. 


Namun, pertemuan tersebut tidak membuahkan titik temu karena belum adanya kesepakatan mengenai skema pengembalian uang.




"Masalah utang piutangnya pernah diselesaikan di balai desa tetapi belum klir. Kala itu kami suruh balik agar diperinci terlebih dahulu berapa total utang. Kami beri waktu satu minggu, tapi sampai sekarang belum kembali ke balai desa," jelas Hadit. 


Berdasarkan pengakuan warga saat mediasi, nilai setoran peserta bervariasi, mulai dari Rp 40 juta, Rp 50 juta, hingga ada yang mengklaim telah menyetor sebesar Rp1 miliar.


Mengenai keberadaan uang peserta, Hadit mengungkapkan, terduga pelaku FD sempat memberikan penjelasan saat berada di balai desa. Uang tersebut diduga tidak disimpan, melainkan diputar kembali. 




"FD saat di balai desa bilangnya uang milik peserta dipakai untuk diputar, menutup lubang ke beberapa peserta lainnya," tuturnya. 


Terkait upaya ganti rugi, FD mengaku memiliki aset senilai Rp 400 juta yang siap digunakan untuk membayar para peserta. 




Namun, jumlah tersebut jauh dari total kerugian warga. Peserta pun menolak tawaran FD yang ingin mencicil sisa kekurangan. 


"Pihak peserta tidak mau dengan sistem cicil karena ingin uang kembali secara tunai," tambahnya.


Salah satu peserta yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku awalnya tertarik karena arisan ini sudah berjalan lancar sejak sebelum tahun 2021. Namun, kecurigaan muncul setelah adanya sistem jual beli arisan yang tidak masuk akal.




"Informasinya ada peserta yang setor Rp 1 miliar dan dijanjikan keuntungan Rp 100 juta. Kalau tidak salah ada 92 korban, mungkin ada yang sudah dikembalikan jadi sisanya sekitar 83 orang," ungkap sumber tersebut. 


Sementara itu, Kapolsek Socah Iptu Pariadi menyatakan, pihaknya telah mengarahkan para korban untuk melaporkan kasus ini ke tingkat polres karena skala kerugian yang sangat besar.




"Sudah banyak yang melapor ke polres, sekitar 70 orang lebih korbannya dengan total kerugian sekitar Rp10 miliar. Mereka rata-rata ingin uang kembali, informasinya ada satu orang yang setor Rp 300 juta," kata Pariadi. (*)