Selasa, 13 Januari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Capai 63 Persen dari Target, PAD Pasar Sampang Tahun 2025 Terkumpul Rp3,82 Miliar

Ach. Mukrim - Monday, 12 January 2026 | 08:13 AM

Background
Capai 63 Persen dari Target, PAD Pasar Sampang Tahun 2025 Terkumpul Rp3,82 Miliar
Warga saat keluar dari pintu masuk pasar Srimngunan Sampang. (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com -  Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Sampang membukukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp3,82 miliar pada tahun anggaran 2025. Meski baru mencapai 63,51 persen dari target Rp6,03 miliar, capaian ini mencatatkan tren pertumbuhan positif dibandingkan perolehan tahun sebelumnya.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskopindag Kabupaten Sampang, Zaiful Muqoddas, mengatakan, peningkatan realisasi ini dipicu oleh penguatan disiplin internal dan pengawasan ketat terhadap pengelolaan pasar dalam dua bulan terakhir tahun 2025.


"Kami melakukan evaluasi rutin mingguan. Kepala pasar yang tidak mampu mencapai target minimal 60 persen langsung kami evaluasi atau diganti. Ketegasan juga kami terapkan kepada pedagang lewat peringatan tertulis hingga penyegelan kios bagi yang membandel," katanya, Senin (12/1/2026).


Dia mengungkapkan, berdasarkan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) per 30 Desember 2025, kontribusi PAD terbesar masih bersumber dari sektor Retribusi Daerah, khususnya pelayanan pasar yang menyumbang Rp3,78 miliar. Realisasi ini melampaui capaian tahun 2024 yang hanya sebesar Rp3,33 miliar.


Tidak tercapainya target Rp6 miliar pada 2025, kata dia, disebabkan oleh penggunaan acuan perhitungan lama. Target tersebut sebelumnya masih mencakup sektor parkir pasar yang kini kewenangannya telah berpindah dari Diskopindag.


"Berdasarkan hitungan terbaru, potensi riil PAD pasar meski lunas 100 persen itu di angka Rp4,7 miliar. Namun, target di anggaran tetap terpasang Rp6 miliar," imbuhnya.


Dia menjelaskan, memasuki tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Sampang telah menyiapkan skema agresif untuk menutup celah kekurangan pendapatan. Target PAD dipatok tetap di angka Rp6 miliar dengan memperluas objek pungutan.


Salah satu langkah utama adalah melakukan ekspansi penarikan retribusi bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pelaku UMKM yang beroperasi di kawasan publik, mulai dari Alun-Alun Trunojoyo, GOR, hingga kawasan Monumen.


Selain perluasan objek, Diskopindag berencana melakukan penyesuaian tarif sewa kios dan los dengan estimasi kenaikan 10 hingga 20 persen. Pihaknya juga memberikan penghargaan (award) kepada pasar yang berhasil mencapai realisasi PAD 100 persen sebagai bentuk motivasi.


"Kami juga akan menutup total kios atau los yang menunggak retribusi dan langsung membukanya bagi pedagang baru yang siap membayar di awal," tegasnya.


Pihaknya saat ini tengah memfokuskan pengawasan pada lima pasar dengan potensi PAD terbesar di Sampang, yakni Pasar Srimangunan, Pasar Kota, Pasar Lebak, Pasar Aengsareh, dan Pasar Tambelangan. "Melalui rangkaian strategi ini, kami optimistis realisasi PAD 2026 akan meningkat signifikan guna memperkuat fiskal daerah," pungkas Zaiful. (Mukrim)