BPS Sampang Mulai Sensus Ekonomi 2026, UMKM hingga Konten Kreator Jadi Sasaran Pendataan
Ach. Mukrim - Tuesday, 02 June 2026 | 05:43 AM


salsabilafm.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sampang mulai melaksanakan rangkaian Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Pendataan ini bertujuan memotret kondisi terkini seluruh aktivitas ekonomi, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perusahaan besar, hingga pelaku ekonomi digital seperti kreator konten di platform media sosial.
Ketua Pelaksana Sensus Ekonomi BPS Kabupaten Sampang, Nor Kholis, mengatakan, sensus ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Kegiatan serupa terakhir digelar pada 2016 dan kini kembali dilakukan untuk memperoleh gambaran terbaru mengenai struktur ekonomi Indonesia.
"Sensus ekonomi ini merupakan kegiatan rutin BPS yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Tahun 2026 menjadi momentum untuk memotret seluruh kegiatan ekonomi yang ada di Indonesia," katanya, Selasa (2/6/2026).
Dia menjelaskan, pelaksanaan sensus dimulai sejak 1 Mei hingga 31 Agustus 2026 dan dibagi dalam dua tahapan. Tahap pertama menyasar perusahaan atau usaha besar yang dilakukan melalui pengisian kuesioner secara mandiri melalui email hingga 14 Juni.
BPS telah mengirimkan formulir elektronik kepada perusahaan-perusahaan yang sudah masuk dalam basis data BPS. Data yang diisi akan langsung terhubung ke server pusat tanpa melalui kantor BPS daerah.
"Metodenya dilakukan secara daring melalui email. Perusahaan mengisi sendiri kuesioner yang kami kirimkan. Jika hingga batas waktu belum mengisi, petugas akan melakukan kunjungan langsung," jelasnya.
Sementara itu, lanjutnya, pendataan terhadap UMKM dan usaha rumah tangga akan dimulai pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Petugas BPS akan melakukan sensus secara door to door dengan mendatangi setiap rumah untuk mendata aktivitas usaha yang dijalankan masyarakat.
Dalam pendataan tersebut, petugas akan menggali berbagai informasi, mulai dari jenis usaha, jumlah tenaga kerja, aset usaha, pendapatan dan pengeluaran, hingga lokasi usaha.
"Semua usaha akan masuk dalam cakupan sensus ekonomi, baik usaha mikro, kecil, menengah maupun besar. Karena tujuan utama sensus ini adalah mendapatkan gambaran utuh mengenai aktivitas ekonomi masyarakat," lanjutnya.
Dia memaparkan, selain sektor usaha konvensional, Sensus Ekonomi 2026 juga mulai menjangkau sektor ekonomi digital yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pelaku usaha berbasis platform digital seperti penjual online, YouTuber, TikToker, maupun kreator konten yang memperoleh pendapatan dari internet akan masuk dalam objek pendataan.
"Aspek ekonomi digital belum tergambar secara maksimal dalam sensus sebelumnya sehingga menjadi salah satu fokus baru dalam pelaksanaan sensus kali ini," paparnya.
"Sekarang ekonomi digital berkembang sangat pesat. Kreator konten yang mendapatkan penghasilan dari YouTube atau platform digital lainnya juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang akan kami data," imbuhnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga akan mengumpulkan informasi terkait ekonomi hijau, ekonomi biru, serta status halal pada kegiatan usaha. Data tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai perkembangan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.
Hasil sensus nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan ekonomi nasional. Data yang diperoleh akan digunakan untuk mengetahui struktur usaha, karakteristik pelaku usaha, sektor ekonomi dominan, hingga profil demografi pengusaha di Indonesia.
"Sensus ini akan menghasilkan data dasar yang sangat penting bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi ke depan," ujarnya.
Terkait keamanan data, Dia memastikan seluruh informasi yang diberikan masyarakat akan terjaga kerahasiaannya. Sistem pendataan dilakukan secara digital dan terintegrasi langsung dengan server pusat sehingga tidak tersimpan di perangkat petugas maupun kantor BPS daerah.
"Begitu data dikirim, langsung masuk ke server pusat. Setelah itu data di perangkat petugas akan dihapus secara otomatis sehingga kerahasiaannya tetap terjaga," ujarnya.
Kholis juga mengimbau masyarakat Kabupaten Sampang untuk menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan informasi yang benar sesuai kondisi sebenarnya.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sampang untuk menerima kedatangan petugas Sensus Ekonomi 2026 dengan baik. Berikan data yang jujur dan sesuai kondisi yang ada, karena data tersebut akan menjadi dasar pembangunan ekonomi daerah dan nasional," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Harga Bibit Tembakau di Sampang Mahal, Disperta Siapkan Bantuan Pupuk dan Alsintan
17 hours ago

Job Fair Bangkalan 2026, 3.400 Lowongan Pekerjaan Disediakan
18 hours ago

Mohammad Farok Pimpin DPC PKB Sampang 2026-2031, Fokus Konsolidasi Internal
18 hours ago

2 Desa di Sampang Dapat Bantuan Program Desa Berdaya 2026
18 hours ago

Sering Temukan Kasus Keracunan, Pemkab Sampang Bentuk Tim Binwas MBG
18 hours ago

DWP Bapenda Sumenep Gelar Pertemuan Rutin dan Pelatihan Pembuatan Bunga dari Kawat Bulu
20 hours ago

Purbaya Pastikan Kenaikan Pertamax Tidak Akan Ganggu Stabilitas Harga Barang
10 hours ago

Sejumlah Tokoh Bantah Terlibat Kasus Korupsi MBG
10 hours ago

Presiden FIFA Senang Iran Berlaga di Piala Dunia 2026
10 hours ago

Piala Dunia 2026 Akan Dimulai, Upacara Pembukaan di 3 Negara
10 hours ago





