Banjir Rendam Jalur Utama Blega Bangkalan, Arus Lalu Lintas Terhambat
Ach. Mukrim - Saturday, 10 January 2026 | 01:23 AM


salsabilafm.com - Jalur lintas selatan Madura, tepatnya di Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, kembali lumpuh total akibat banjir bandang, Sabtu (10/1/2026). Luapan sungai menyusul hujan deras sejak dini hari membuat akses utama penghubung antar kabupaten tersebut hanya bisa dilalui kendaraan besar.
Kanit Laka Lantas Polres Bangkalan, Ipda Jauhari melaporkan, banjir merendam jalan mulai dari depan Pasar Blega hingga Polsek Bangkalan sepanjang 800 meter. Berdasarkan pantauan salsabilafm, Sabtu (10/1/2026), debit air hingga saat ini masih menunjukkan tren naik. Akibatnya, kendaraan kecil terpaksa harus memutar balik.
"Air mulai masuk ke area jalan raya dan pemukiman sejak pukul 06.00 WIB. Semalam hujan sangat deras. Pagi ini sungai meluap dengan arus yang cukup kuat. Wilayah Blega terendam, mulai dari depan Pasar Blega hingga Polsek Bangkalan sepanjang 800 meter," kata Jauhari.
Dia mengungkapkan, kondisi ini mengakibatkan arus lalu lintas di jalur selatan Pulau Madura lumpuh. Petugas kepolisian di lapangan mengonfirmasi bahwa saat ini hanya kendaraan roda empat yang sanggup menembus genangan air. Kendaraan roda dua diminta untuk tidak memaksakan melintas demi menghindari kerusakan mesin atau terseret arus.
"Kami bekerja sama dengan TNI AL dan BPBD untuk penanganan di Blega. Fokus utama adalah keamanan warga dan membantu mengarahkan pengendara," ungkapnya.
Sementara, Camat Blega, Deddy Suherman mengatakan, intensitas banjir kali ini lebih kecil dibanding tahun lalu, meski sempat merendam jalan raya utama.
Menurutnya, banjir pertama kali dilaporkan terjadi di Desa Kajjan, sebelum akhirnya meluas dan melewati Desa Blega Oloh, yang berdampak pada terendamnya akses jalan raya utama Blega.
"Banjir kali ini lebih kecil daripada tahun 2025 lalu. Informasi yang kami dapatkan, banjir ini pertama di Desa Kajjan, terus melewati Blega Oloh dan merendam jalan raya Blega," katanya.
Deddy mengungkapkan, ketinggian air di jalan raya sempat mencapai di atas mata kaki orang dewasa, namun saat ini kondisi di Desa Kajjan dan jalan raya dilaporkan sudah mulai surut. Meskipun air telah surut, Deddy belum dapat memberikan data pasti mengenai jumlah desa, dusun, jumlah orang, maupun area sawah yang terdampak. Pihaknya masih melakukan pendataan komprehensif di lapangan.
"Jangan terlalu detail dulu Pak, kami masih belum tahu. Kami masih mendata," ungkapnya.
Deddy memastikan, pemerintah kecamatan telah mengaktifkan Satgas Kesiapsiagaan Bencana (KSB). Satgas ini yang akan bertugas mendistribusikan bantuan, baik berupa nasi bungkus maupun kebutuhan darurat lainnya, kepada masyarakat yang terdampak banjir.
"Semoga banjir ini tidak semakin besar dan segera surut doakan ya pak," pungkas Deddy. (Mukrim)
Next News

Demi Beli Susu Anak, Pria di Bangkalan Nekat Curi Motor
16 hours ago

Banjir Setinggi 1,2 Meter Rendam Blega, 1.600 Rumah Terdampak
16 hours ago

Penyeberangan Jangkar-Sumenep-Lembar Ditunda Akibat Cuaca Ekstrem
16 hours ago

Ratusan Pengurus Ranting - Anak Ranting Muslimat NU Kedungdung Masa Khidmat 2025-2030 Resmi Dilantik
17 hours ago

Fasilitas Minim, DLH Sampang Akui Kewalahan Tangani Sampah di Pantura
17 hours ago

Rezeki di Balik Banjir Blega: Jasa Ojek Gerobak Jadi Penyelamat Pemotor yang Khawatir Mogok
18 hours ago

Angin Kencang di Pamekasan, 14 Rumah Rusak dan Pohon Tumbang
a day ago

Data Dinkes Pamekasan 2025: 1.248 Orang Terserang Penyakit Campak, 12 Meninggal Dunia
a day ago

Usulan Baju Adat Sampang Jadi WBTB Nasional Ditolak Pusat
2 days ago

Bukan Sekadar Mengajar, Guru di Sampang Dituntut Ciptakan 'Joyful Learning' di Era Digital
2 days ago





