Minggu, 4 Januari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Antisipasi Radikalisme via Game Online, Bakesbangpol Sampang Minta Orang Tua Pantau Gadget Anak

Redaksi - Saturday, 03 January 2026 | 07:46 AM

Background
 Antisipasi Radikalisme via Game Online, Bakesbangpol Sampang Minta Orang Tua Pantau Gadget Anak
Antisipasi Radikalisme via Game Online, Bakesbangpol Sampang Minta Orang Tua Pantau Gadget Anak ( Istimewa/)


salsabilafm.com - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, meminta para orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas digital anak, menyusul ancaman penyebaran paham radikalisme melalui platform game online.


Kepala Bakesbangpol Sampang, Chairijah, mengatakan, pola rekrutmen kelompok radikal kini mulai bergeser ke ranah digital, memanfaatkan celah kurangnya interaksi sosial anak di dunia nyata. Kurangnya interaksi sosial di dunia nyata membuat anak-anak lebih rentan terpapar ideologi berbahaya saat berselancar di dunia maya.


"Anak-anak sekarang lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget hingga lupa bersosialisasi secara langsung. Ini menjadi celah yang bisa dimanfaatkan kelompok radikal untuk menyebarkan pahamnya," Sabtu  (3/1/2026).


Menurutnya, peringatan ini merujuk pada data resmi Densus 88 Antiteror Polri yang mencatat adanya lonjakan signifikan anak-anak yang terpapar paham radikal. Hingga saat ini, Polri tengah mengidentifikasi sedikitnya 110 anak yang terindikasi direkrut secara halus melalui berbagai platform media daring.


Meski sejauh ini belum ditemukan kasus serupa di wilayah Sampang, namun kata dia, potensi ancaman tersebut tetap tinggi mengingat akses internet yang kini berada dalam genggaman anak-anak.


Chairijah menekankan pentingnya peran orang tua dalam memantau durasi dan jenis konten yang dikonsumsi anak saat bermain ponsel. Menurutnya, penggunaan gawai harus dikembalikan pada fungsi edukatif, bukan sebagai media isolasi diri.


"Kami berharap orang tua bisa mengarahkan anak untuk lebih banyak beraktivitas di luar rumah dan berinteraksi sosial. Jangan biarkan anak bergantung sepenuhnya pada gawai," katanya.


Dijelaskan, kepolisian dan instansi terkait terus melakukan pemantauan siber guna mencegah perluasan jaringan rekrutmen teror yang menyasar generasi muda melalui ruang digital.


"Fungsikan gawai hanya untuk kebutuhan edukasi. Ajak anak-anak kembali beraktivitas di luar dan berinteraksi secara sehat agar mereka tidak ketergantungan pada teknologi yang bisa disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab," pungkasnya. (Mukrim).