3 Kecamatan di Sampang Belum Setorkan Data Kekeringan, Ini Daftarnya
Ach. Mukrim - Tuesday, 02 June 2026 | 06:41 AM


salsabilafm.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang masih menunggu laporan tiga kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan musim kemarau tahun ini.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang Mohammad Hozin mengatakan, pendataan daerah yang berpotensi mengalami kekeringan dilakukan melalui pemerintah kecamatan. Data tersebut menjadi dasar pemetaan wilayah terdampak sekaligus bahan penyusunan kebijakan penanganan saat musim kemarau.
Dari total 14 kecamatan di Kabupaten Sampang, hingga kini baru 11 kecamatan yang telah menyampaikan data desa rawan kekeringan kepada BPBD.
"Sementara yang belum menyetorkan data adalah Kecamatan Sampang, Kedungdung, dan Ketapang," katanya, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, daftar desa yang berpotensi mengalami kekeringan dari kecamatan yang sudah melapor telah diserahkan kepada Bagian Hukum Sekretariat Kabupaten (Setkab) Sampang. Data tersebut akan digunakan sebagai dasar penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati tentang penetapan wilayah terdampak kekeringan.
SK tersebut menjadi landasan hukum bagi BPBD untuk melaksanakan berbagai langkah penanganan, termasuk penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak.
"SK itu nantinya menjadi dasar bagi kami untuk melakukan dropping air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan," jelas Hozin.
Dia menjelaskan, meski tiga kecamatan belum menyerahkan data terbaru, pihaknya tidak akan menghentikan upaya mitigasi. Pihaknya akan menggunakan data kekeringan tahun sebelumnya sebagai acuan sementara untuk wilayah yang belum melapor.
"Dengan demikian, distribusi bantuan air bersih tetap dapat dilakukan apabila wilayah-wilayah tersebut kembali mengalami krisis air bersih saat musim kemarau berlangsung," jelasnya.
Hozin memperkirakan puncak musim kemarau di Kabupaten Sampang akan terjadi pada Agustus mendatang. Namun, kondisi cuaca masih berpotensi berkembang sehingga musim kemarau bisa berlangsung lebih panjang.
"Kemungkinan puncaknya pada Agustus, tetapi tidak menutup kemungkinan kemarau berlanjut hingga September," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

42 Pelajar Terpilih Jadi Paskibraka Sampang 2026, 2 Anggota Wakili Jawa Timur
6 hours ago

Satpol PP Sampang Tertibkan Reklame Tak Berizin, Dorong Peningkatan PAD
6 hours ago

Bantah Pembangunan KDKMP Tak Libatkan Warga Lokal, Dandim 0828: Pekerjanya Tukang Sampang
6 hours ago

Rumput Lapangan SKEP Bangkalan Terbakar, Ini Penyebabnya
6 hours ago

Diduga Akibat Tersinggung, Pemilik Bengkel di Bangkalan Ditusuk Pemulung
7 hours ago

Ayah Tewas Dimassa, Anak Terduga Pencuri Ayam di Bali Nangis Histeris
26 minutes ago

Ketua PCNU Sampang Tekankan Fatayat NU Perkuat Kaderisasi dan Jaga Nilai Aswaja
28 minutes ago

20 Finalis Duta Genre Sampang 2026 Ikuti Karantina
a day ago

PC Fatayat NU Sampang 2025-2030 Resmi Dilantik, Komitmen Berkhidmat dan Berdampak Nyata
a day ago

KPAI: Budaya Tutup Mulut Jadi Penghambat Pengungkapan Kasus Kekerasan Seksual di Sampang
a day ago





