Selasa, 16 Juni 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

2 Desa di Sampang Dapat Bantuan Rp100 Juta dari Program Desa Berdaya 2026

Ach. Mukrim - Sunday, 14 June 2026 | 08:50 AM

Background
2 Desa di Sampang Dapat Bantuan Rp100 Juta dari Program Desa Berdaya 2026
Ilustrasi Desa berdaya. (ai/)

salsabilafm.com - Dua desa di Kabupaten Sampang berhasil mendapatkan bantuan melalui Program Desa Berdaya 2026 yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kedua desa tersebut adalah Desa Tanggumong dan Desa Jrangoan, yang masing-masing akan menerima bantuan senilai Rp100 juta.


Sebelumnya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sampang mengusulkan tujuh desa untuk mengikuti program tersebut. Selain Tanggumong dan Jrangoan, desa yang diajukan meliputi Mandangin, Tobaih Barat, Batioh, Samaran, dan Apaan.


Kepala Bidang Penataan dan Kerja Sama Desa DPMD Sampang, Abd. Hadi Purnomo, mengatakan, hanya dua desa yang berhasil memenuhi persyaratan dan ditetapkan sebagai penerima bantuan tahun ini.




"Dari tujuh desa yang kami usulkan, hanya Desa Tanggumong dan Desa Jrangoan yang lolos sebagai penerima Program Desa Berdaya 2026," ujarnya, Minggu (14/6/2026).


Menurutnya, bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan potensi ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program pemberdayaan yang produktif.




Pada tahun ini, kedua desa penerima mengajukan proposal di bidang ketahanan pangan. Dana bantuan yang diterima akan dimanfaatkan untuk pengadaan alat dan mesin pertanian serta pengembangan usaha peternakan kambing.


Hadi menjelaskan, jumlah desa penerima Program Desa Berdaya tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, tercatat lima desa di Kabupaten Sampang memperoleh bantuan serupa. 


Penurunan jumlah penerima itu disebut sebagai konsekuensi dari kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.




"Tambahan dukungan dari pemerintah provinsi sangat diperlukan untuk menunjang pelaksanaan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di desa," pungkasnya. (Mukrim)