Didemo Formasa Soal Pupuk, Ini Jawaban Dinas Pertanian Sampang

Suyono, Plt. Kepala Dinas Pertanian Sampang menemui pendemo

Puluhan anggota Forum Mahasiswa Sampang (Formasa) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pertanian setempat pada Kamis 12 November 2020.

Aksi ini dilakukan untuk menuntut tanggung jawab atas kinerja buruk Dinas Pertanian Sampang, sehingga para petani merasa disulitkan mendapatkan pupuk karena alasan langka dan mahal.

Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Sampang, Suyono mengatakan bahwa pupuk saat ini tidak langka karena pihaknya sudah mendapatkan bantuan pupuk dari Kementerian Pertanian.

Suyono, Plt Kepala Dinas Pertanian memberikan penjelasan terhadap media

“Sekali lagi saya sampaikan tidak langka, karena kita sudah mendapatkan tambahan pupuk dari kementerian Pertanian 1.775, tanggal 5 Oktober kemarin,” ucapnya.

Namun ia akui, petani yang belum masuk elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK) tidak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi karena terbentur aturan.

“Diluar itu kita tidak bisa mempertanggung jawabkan dan melayani, satu-satunya adalah memakai pupuk non subsidi atau pupuk organik,” tetangnya.

Sedangkan terkait harga pupuk saat ini, dia mengaku bahwa itu adalah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku di kios resmi, yakni 90 ribu perkarung pupuk urea.

“Kalau ngambil, kalau ada yang jual pupuk 95 laporkan, kalau temen-temen punya data laporkan, kita akan dukung. Jadi kita juga berpihak pada petani, kita bukan diem saja,” ucapnya.

Kemudian, dia menghimbau agar petani yang belum mengentri e-RDKK agar memasukkan data ke petugas untuk ditambahkan ke kelompok yang ada.

“Sehingga di tahun 2021 tidak ada petani yang tidak menikmati pupuk bersubsidi,” pungkasnya. (Romi)

Mewakili Jeritan Petani, Puluhan Anggota Formasa Demo Dispertan Sampang

Forum Mahasiswa Sampang (Formasa) menuntut tanggung jawab Dinas Pertanian Sampang

Pupuk langka dan mahal, puluhan anggota Forum Mahasiswa Sampang (Formasa) menuntut pertanggung jawaban Dinas Pertanian Sampang, Madura, Jawa Timur, Kamis (12/11/20).

Para peserta aksi mulai menyuarakan jeritan dan keluhan petani sejak pukul 09.00 Wib di depan Kantor Dinas Pertanian setempat.

“Aksi ini kami lakukan, karena kami dan para petani geram dengan kinerja kepala Dinas Pertanian, BPP, dan BPL yang tidak bekerja dengan benar,” ungkap Arifin, Ketua Umum Formasa.

Arifin, Ketua Umum Formasa memberikan penjelasan kepada awak media

Oleh sebab itu, lanjut dia, Formasa menuntut Dinas Pertanian untuk bertanggung jawab atas apa yang telah mereka temukan di lapangan.

“Kami telah mengcrosscheck dari 180 desa dan 6 kelurahan, ternyata kami menemukan pupuk mahal dan langka, sehingga petani sulit untuk mendapatkan pupuk,” paparnya.

Karena itu, Formasa menuntut agar Dinas Pertanian bertanggung jawab atas mahal dan langkanya pupuk dan meminta untuk mengevaluasi kinerja Balai Pelatihan Pertanian (BPP) dan Badan Penyuluhan Lapangan (BPL) secara tegas.

“Karena menurut kami, tidak aktifnya BPP dan BPL di setiap Kecamatan adalah akar dari permasalahan ini,” jelasnya.

Pihaknya juga menuntut Dinas Pertanian untuk mengusut tuntas benih padi gratis yang diperjual belikan oleh oknum-oknum tertentu dengan harga 50 – 90 ribu rupiah.

“Apabila tuntutan kami tidak dipenuhi dalam sepeluh hari, maka kami meminta Plt, Kepala Dinas Pertanian mundur dari jabatan dan segera mengosongkan kantor Dinas Pertanian,” tegasnya. (Romi)

Akibat Covid-19, Pembangunan Ruang Tunggu Terminal Ketapang Ditunda

0
Sepi, pemandangan Terminal Ketapang Sampang, Kamis (12/11/20) pagi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) berencana melengkapi fasilitas Terminal Ketapang. Akan tetapi, kelengkapan fasilitas tersebut tidak dapat terwujud tahun ini, melainkan pada 2021 mendatang.

“Sebenarnya tahun ini kami sudah menganggarkan pembangunan ruang tunggu penumpang, tapi tidak bisa terealisasi karena anggaran dialihkan untuk penanganan Covid-19,” ujar Arief Maulana, Kasi Angkutan dan Keselamatan Jalan Dishub Sampang, Kamis (12/11/20).

Diakuinya, dari segi fasilitas memang masih banyak kekurangan pada terminal Ketapang. Menurutnya, fasilitas penunjang yang dibutuhkan di antaranya, ruang tunggu penumpang, kantor petugas, toilet, dan kios pedagang.

“Yang paling penting memang ruang tunggu penumpang, tapi sekarang gagal kami bangun karena anggarannya habis. Tapi kedepan fasilitasnya akan kami lengkapi secara bertahap, demi pertumbuhan ekonomi masyarakat Ketapang,” ujarnya.

“Kami akan prioritaskan ruang tunggu dulu tahun depan. Kami saat ini masih proses pengajuan anggaran.” imbuhnya. (Mukrim)

Anggaran PUPR Sampang Tahun 2021 Capai 250 Miliar Rupiah

0
Kepala Dinas PUPR Sampang, A. Hafi. Foto : Mukrim

Anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang di tahun 2021 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2020.

Kepala Dinas PUPR Sampang A. Hafi mentotal semua anggaran yang akan diterima pada tahun 2021 sebesar 250 miliar, dengan anggaran terbesar berada dibidang infrastruktur jalan dan jembatan senilai 152 miliar rupiah.

“Yang jelas proyek 2021 sama saja dengan tahun kemaren (2020), cuma yang terkena refocusing tahun kemaren itu kami (PUPR) usulkan kembali,” jelasnya, Rabu ( 11/11/20).

Kemudian bidang Irigasi senilai 3,9 miliar, bidang sungai 25 miliar dan untuk kesekretariatan PUPR sekitar 11 miliar rupiah.

Disampaikan pula bahwa dana ditahun 2020 yang bersumber dari APBN termasuk DAK semuanya dikepras, sedangkan yang bersumber dari APBD mengalami pengurangan 50 persen karena adanya pandemi covid,19.

“Oleh karena itu, kita cuma sebagian saja yang bisa dilaksanakan,” ungkap Hafi pada jurnalis salsabilafm.

Berbeda dari tahun sebelumnya, pengerjaan proyek di tahun 2021 akan dilakukan pada awal tahun, sebab perencanaannya telah dilaksanakan di akhir tahun 2020.

“Jadi insyallah diawal tahun bisa di launching,” ucapnya.

Pihaknya menegaskan, bahwa akan mendukung visi misi pemerintah Kabupaten Sampang yang sejak awal memprioritaskan infrastruktur, dan itu merupakan tupoksi institusinya.

“Bukan hanya itu saja prioritas bupati termasuk masalah tanah Sreseh-Sampang (Srepang), pak bupati ingin masalah pembebasan tanahnya selesai pada tahun ini,” tutupnya. (Romi)

Penyuntikan IB Sapi Limosin Dibatasi, Ini Alasannya !

0
Sapi lokal Madura. Foto: Rizal Efendi

Penyuntikan Inseminasi Buatan (IB) jenis Sapi Limosin dibatasi bagi para peternak sapi di Sampang, Madura, JawaTimur. Hal tersebut dilakukan oleh Dinas Peternakan setempat guna menjaga kelestarian sapi Madura.

“Inseminasi Buatan (IB) sudah dijatah oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjaga kelestarian sapi lokal Madura,” tutur Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sampang, Suyono melalui Kabid Peternakan, Hendra Gunawan, Rabu (11/11/20) pagi.

Menurutnya, pemberian IB sapi Limosin memang sengaja dibatasi, khawatir sapi lokal Madura mengalami kepunahan jika hal tersebut tidak dilakukan.

“Jadi apabila satu petugas ditarget jatah 100 ekor IB, Maka 50 IB sapi Limosin dan 50 IB sapi lokal Madura,” jelasnya.

Dijelaskan Hendra, apabila peternak ingin menyuntik peliharaannya, maka disarankan terlebih dahulu melihat kondisi dan postur sapi.

“Apabila sapinya besar, maka akan disuntikkan IB sapi Limosin, jika kecil, maka IB jenis sapi lokal Madura yang akan disuntikkan,” pungkasnya. (Romi)

Rumah Sakit Umum Ketapang Dibuka Tanggal 12 November 2020

Proses pembangunan RSU Ketapang. Foto : Ahmad Bashori

Rumah Sakit Umum (RSU) Ketapang, Sampang, Madura, Jawa Timur, akan segera beroperasi.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang, Agus Mulyadi membenarkan hal ini, menurutnya RSU Ketapang akan beroperasi pada tanggal 12 November 2020.

“Insyaallah doakan bersama, mudah-mudahan lancar tanggal 12 November Hari H nya,” jelasnya kepada jurnalis salsabilafm, Selasa (10/11/20).

Lebih lanjut pihaknya menuturkan untuk saat ini RSU Ketapang memiliki sebanyak 34 tenaga kesehatan, kemudian ada sekitar 140 orang yang nantinya akan masuk untuk direkrut.

“Sambil lalu jalan tidak kemudian langsung sempurna” katanya.

RSU yang mulai dibangun sejak tahun 2016 tersebut, diharapkan bisa melayani permasalahan kesehatan masyarakat diwilayah Pantura Sampang.

Untuk saat ini, Pembangunan RSU Ketapang baru mencapai lantai dua (2). Sedangkan target pembangunan, diharapkan bisa sampai lantai lima (5) tergantung pada situasi dan kondisi.

“Antusiasme masyarakat terhadap dibukanya rumah sakit sangat tinggi, jadi masyarakat berharap segera dibuka, akan tetapi tidak serta merta sempurna, dibutuhkan persiapan dan banyak hal harus disiapkan,” paparnya.

Pihaknya berharap, pelayanan yang diberikan kepada masyarakat bisa sesuai dengan kebutuhan, sehingga warga pantura tidak harus jauh- jauh ke RSUD Muhammad Zeyn Sampang. (Abaz)

Bertepatan Hari Pahlawan, Ketua Lesbumi Sampang Ajak Teladani Pangeran Trunojoyo

0
Sederhana, Ketua Lesbumi PC NU Kabupaten saat dijumpai di kediamannya, Selasa (10/11/20) siang.

Bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional, Ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) PC NU Kabupaten Sampang, H. Daiman mengajak tauladani sosok Pangeran Trunojoyo.

Ketua Lesbumi PC NU Kabupaten Sampang itu mengatakan Pangeran Trunojoyo merupakan sosok pahlawan yang kepahlawanannya lebih dari pahlawan yang lain.

“Karena awal mula perlawanan di tanah Jawa, satu-satunya tokoh adalah Trunojoyo yang melawan pertama kali VOC Belanda, bahkan Untung Suropati Diponegoro masih dibelakang Trunojoyo,” terang H. Daiman pada salsabilafm, Selasa (10/11/20).

Dia menceritakan, alasan perlawanan Trunojoyo Karena kerajaan Mataram waktu itu berkongsi dengan VOC Belanda yang tidak sesuai dengan adat istiadat dan kepercayaan orang Jawa yang memegang ke-Islaman Wali Songo.

Lebih lanjut, ia mengajak semua masyarakat Sampang untuk meneladani sosok Trunojoyo yang merupakan santri muda pemilik keprihatinan jiwa terhadap masyarakat dan tanah airnya.

“Bisakah anak muda sekarang mempunyai jiwa seperti itu, prihatin terhadap orang tua, masyarakat, dan daerahnya. Trunojoyo bisa menggentarkan nasional, bisakah anak Sampang menggentarkan Madura,” tuturnya.

Mampukah pemuda Sampang membawa nama daerahnya dengan prestasi. “Waktu itu prestasi Trunojoyo mampu melawan ketidak baikan, tirani kekuasaan,” imbuhnya.

Dari situ ia mengajak semua pemuda Sampang untuk meningkatkan skil sesuai cara yang mereka inginkan sehingga mampu mengantar Sampang hingga ke tingkat internasional.

“Maka dari itu kita gerakkan anak muda untuk tahu sejarah, karena rugi jika orang Sampang tidak tahu sejarah leluhurnya sendiri. Mungkin dari situ mereka bisa terbawa spiritnya untuk berkarya lebih baik dan kuat lagi,” pungkasnya. (Romi)

Formasa Ziarah Kubur Peringati Hari Pahlawan di Sampang

0
Sebanyak 20 anggota Formasa berziarah ke Pebabaran Trunojoyo Sampang. Foto : Fahromi N

Memperingati Hari Pahlawan pada tanggal 10 November 2020, Forum Mahasiswa Sampang (Formasa) melakukan ziarah bersama ke makam para pahlawan, Selasa (10/11/20) sore.

Ada dua titik ziarah dalam kegiatan ini, yakni Pababaran Trunojoyo Jalan Pahlawan Gg. VIII Sampang dan Taman Makam Pahlawan (TMP) Jalan Kusuma Bangsa Sampang.

Arifin, Ketua Umum Formasa mengatakan, ziarah ini untuk mengingatkan kepada semua kader dan anggota Formasa serta mahasiswa Sampang pada umumnya bahwa di Sampang terkubur jasad-jasad orang yang berani mendedikasikan nyawanya untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

“Sehingga nantinya, mahasiswa Sampang bisa sadar bahwa mereka (Pahlawan) memberikan nyawanya terhadap bangsa ini dan apa yang kita dapat berikan terhadap bangsa khususnya Kabupaten Sampang,” jelasnya.

Pababaran Trunojoyo Jalan Pahlawan Gg. VIII Sampang

Selain itu, tujuan lain dari ziarah adalah untuk mengenalkan tempat dimana ari-ari pangeran Trunojoyo dikubur di Pebabaran Trunojoyo Sampang kepada beberapa mahasiswa yang belum mengetahui itu.

“Kita hanya mengingatkan bahwa siapa Trunojoyo yang namanya ada di logo Kabupaten Sampang, dan kita ingin memperkenalkan pahlawan-pahlawan yang ada di Kabupaten Sampang,” tuturnya.

Diharapkan dia, ziarah ini bisa menumbuhkan kesadaran dan bisa memancing jiwa-jiwa mahasiswa untuk berkontribusi nyata terhadap kabupaten Sampang, baik dalam pengawasan ataupun gerakan sosial. (Romi)

Aliansi Darurat Agraria Tuntut Pengadilan Negeri Sampang Adil Beri Putusan

0
Nurul Huda (Berjaket merah), Korlap Aksi ketika unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Sampang. Foto : Fahromi N

Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Darurat Agraria melakukan unjuk rasa di depan Kantor Pengadilan Negeri Sampang, Selasa (10/11/2020) pagi.

Unjuk rasa ini terkait kasus pengeluaran sertifikat tanah yang dilakukan oleh oknum ketiga tanpa adanya pemberitahuan ahli waris tanah yang notabene adalah pemilik hak atas tanah tersebut.

“Ini adalah bentuk kekecewaan kami atas oknum yang telah menempati lahan dari ibu Supatmi sebagai ahli waris sah tanpa adanya pemberitahuan, kasus ini masih berjalan di Pengadilan” ungkap Korlap Aksi, Nurul Huda kepada media.

Menurutnya, dalam kasus ini Supatmi sangat dirugikan baik secara materil dan in material sebab perbuatan melanggar hukum tergugat yakni oknum yang mendirikan sepetak bangunan di atas tanah Supatmi.

Oleh sebab itu, Aliansi Darurat Agraria menuntut Pengadilan Negeri Sampang memenuhi beberapa tuntutan. Meliputi menetapkan keputusan seadil-adilnya tanpa ada tendensi ke pihak yang mempunyai power of agility.

“Bersikap adil dalam memberikan keputusan dalam perkara Supatmi, memastikan tidak ada intervensi dari pihak manapun dalam putusan perkara, dan memenangkan Supatmi dalam proses peradilan,” ujarnya.

Apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi, Aliansi Darurat Agraria menyatakan sikap akan menggelar aksi turun jalan lebih masif lagi.

Kepala Pengadilan Negeri Sampang, Irianto Prajatna Utama menemui peserta aksi

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pengadilan Negeri Sampang, Irianto Prijatna Utama mengatakan, apa yang telah disampaikan oleh peserta aksi akan pihaknya dengarkan dan sampaikan ke Majelis Hakim untuk memberikan putusan yang terbaik.

“Tugas hakim itu sangat berat, kita harus menilai secara objektif semua yang diajukan ke persidangan. Terkait kasus yang sudah ada sejak 2014 silam itu, berikan kepercayaan kepada pengadilan untuk memutus sebaik-baiknya,” tegasnya. (Romi)

Hari Pahlawan Nasional 2020, Pemkab Sampang Gelar Upacara Peringatan

Proses pengibaran Bendera Kebangsaan dalam gelar upacara peringatan. Foto : Fahromi N

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan 10 November 2020 berikut ziarah makam pahlawan nasional, Selasa (10/11/2020).

Bertempat di Taman Makam Pahlawan kusuma Bangsa, kegiatan tersebut diikuti oleh Wakil Bupati Sampang, H Abdulloh Hidayat, Kapolres Sampang, Akbp. Abdul Hafidz dan unsur pemerintah lainnya.

Wakil Bupati Sampang, H Abdulloh Hidayat mengatakan semangat kepahlawanan yang terus menyala dapat dijadikan sebagai motor penggerak dalam upaya mengisi kemerdekaan untuk mewujudkan cita-cita pendiri negeri.

“Yakin apabila setiap anak bangsa Indonesia semangat dengan nilai-nilai kepahlawanan tersebut maka kita akan dapat menyelesaikan berbagai permasalahan di bangsa ini,” ucapnya.

Wakil Bupati Sampang, H Abdulloh Hidayat ketika memberikan sambutan.

Kemudian dia mengajak semua pihak untuk menunjukkan kontribusi kepada bangsa dan negara dengan menjadi pahlawan masa kini yang memiliki empati untuk menolong sesama, saling menghargai, dan menghormati satu sama lain.

Ia menambahkan, berpartisipasi memperingati hari pahlawan merupakan salah satu bentuk penghargaan atas jasa pahlawan.

“Sebagaimana ucapan bapak proklamator Soekarno, hanya bangsa berharga yang menghargai jasa pahlawannya yang dapat menjadi bangsa besar,” tuturnya.

Lantas dia berharap, semua pemerintah dan masyarakat bergotong-royong membangun negeri.

“Jangan sia-siakan perjuangan mereka yang telah berkorban demi Bumi Pertiwi. Kita buktikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang tangguh berdaya saing, penuh kreasi, dan tidak kalah dengan bangsa yang lain,” pungkasnya. (Romi)