Didemo Formasa Soal Pupuk, Ini Jawaban Dinas Pertanian Sampang

IMG 20201112 WA0072
Suyono, Plt. Kepala Dinas Pertanian Sampang menemui pendemo

Puluhan anggota Forum Mahasiswa Sampang (Formasa) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pertanian setempat pada Kamis 12 November 2020.

Aksi ini dilakukan untuk menuntut tanggung jawab atas kinerja buruk Dinas Pertanian Sampang, sehingga para petani merasa disulitkan mendapatkan pupuk karena alasan langka dan mahal.

Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Sampang, Suyono mengatakan bahwa pupuk saat ini tidak langka karena pihaknya sudah mendapatkan bantuan pupuk dari Kementerian Pertanian.

IMG 20201112 WA0073
Suyono, Plt Kepala Dinas Pertanian memberikan penjelasan terhadap media

“Sekali lagi saya sampaikan tidak langka, karena kita sudah mendapatkan tambahan pupuk dari kementerian Pertanian 1.775, tanggal 5 Oktober kemarin,” ucapnya.

Namun ia akui, petani yang belum masuk elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK) tidak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi karena terbentur aturan.

“Diluar itu kita tidak bisa mempertanggung jawabkan dan melayani, satu-satunya adalah memakai pupuk non subsidi atau pupuk organik,” tetangnya.

Sedangkan terkait harga pupuk saat ini, dia mengaku bahwa itu adalah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku di kios resmi, yakni 90 ribu perkarung pupuk urea.

“Kalau ngambil, kalau ada yang jual pupuk 95 laporkan, kalau temen-temen punya data laporkan, kita akan dukung. Jadi kita juga berpihak pada petani, kita bukan diem saja,” ucapnya.

Kemudian, dia menghimbau agar petani yang belum mengentri e-RDKK agar memasukkan data ke petugas untuk ditambahkan ke kelompok yang ada.

“Sehingga di tahun 2021 tidak ada petani yang tidak menikmati pupuk bersubsidi,” pungkasnya. (Romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *