HCML Latih 15 Pelaku UMKM Mandangin Pasarkan Produk Secara Digital

Spread the love

salsabilafm.com – Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) menggelar pelatihan packaging dan marketing bagi 15 pelaku UMKM asal Desa Pulau Mandangin selama dua hari, Sabtu-Minggu (15-16/11/2025). 15 pelaku UMKM binaan HCML ini dilatih di Aula Diskopindag Sampang.

Tak sampai di situ, mereka juga melakukan kunjungan ke beberapa lokasi pengembangan usaha di Sampang, seperti rumah produksi UMKM, mengunjungi Dewi Bread Hause, melakukan sharing season dengan owner Martabak Hawaii, dan kunjungan ke tempat olahan ikan. Selain pelatihan, para pelaku UMKM juga diberikan bantuan peralatan berupa hand sealer dan vacuum sealer. Bantuan diserahkan langsung oleh Angga Nugraha, Senior Officer Site Relation of HCML.

Pj Kepala Desa Pulau Mandangin,Choirul Anam mengatakan, kegiatan yang dinamai Sarana Pemberdayaan UMKM (Sapa UMKM) Mandangin ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para pelaku UMKM binaan SKK Migas-HCML. Pada tahun 2024, sebanyak 25 peserta diajak study banding ke Banyuwangi.

“Terus setelah diseleksi tersisa 15 orang yang ikut pelatihan ini,” ucap Anam.

Anam juga mengucapkan terimakasih kepada SKK Migas dan HCML karena melalui program PPMnya bisa memberdayakan warganya, terutama ibu-ibu pelaku usaha kecil.

“Ini langkah bagus dan diupayakan terus dididik, agar pelaku UMKM ini bisa mengembangkan usahanya hingga besar, dengan harapan bisa ditularkan ke warga lainnya,” ujar Anam.

Menurut dia, keberadaan SKK Migas – HCML di wilayah desa Pulau Mandangin sangat positif dan menjadi tetangga yang baik bagi warga setempat. “Makanya, beri mereka pelatihan dan alat penunjang usaha. Sampai saat ini kami bersyukur setiap tahun, HCML memberikan program untuk warga desa kami,” terangnya.

Sementara, Senior Officer Site Relation of HCML, Angga Nugraha menyampaikan, bahwa UMKM ini bagian dari bidang ekonomi, selain bidang sosal, pendidikan, dan tata kelola kelembagaan.

“Khusus bidang ekonomi ini, jika nanti suaminya tidak melaut karena musiman, para peserta binaan yang notabene perempuan bisa membantu menghidupkan ekonomi keluarga dengan berwirausaha,” kata Angga.

Dia juga mengajak para pelaku usaha agar memanfatkan kesempatan tersebut, sehingga memahami cara mengolah usahanya.

“Walaupun usahanya kecil kita tetap yakin, tetap berinovasi untuk menjadi besar. Jangan berhenti di satu olahan produk saja, terus berkreasi dan memanfaatkan peluang yang ada,” pasan Angga saat memberikan sambutan.

Dia menambahkan, pelaku UMKM binaan HCML harus melek teknologi digital. Sebab, ketika produk sudah jadi, maka tahap pemasarannya adalah melalui online.

“Sulit berkembang kalau jualannya hanya di toko saja. Kami harap pelaku usaha ini mampu menggunkan digital, biga gunakan platform marketing place seperti Shopee, atau Facebook, Instagram, dan Tiktok. Itu bisa digunakan dengan harapan bisa diterapkan untuk usahanya sendiri,” pesan Angga.

Selanjutnya, kata dia, pelaku usaha bisa memanfatakan jejaring di bawah, terutama di tempat-tempat pelaku usaha yang sudah besar dan memiliki daya tarik di pasaran. Pelaku usaha, jelas Angga, bisa belajar atau mencontoh ketika mengunjungi usaha lain, bahkan bisa dikolaborasikan untuk pegembangan usaha dengan kreasi berbeda.

“Kami harap pelaku UMKM ini selalu mengutamakan kualitas produk, karena UMKM ini sebagai motor penggerak ekonomi di desa,” pungkasnya. (*)


Spread the love

Related Articles

Latest Articles