Sekolah Perempuan Perdamaian Bintang 9 Sampang Refleksi 2021 Menuju Resolusi 2022
SalsabilaNews - Sunday, 09 January 2022 | 06:27 PM



Setiap perempuan dilahirkan dalam keadaan fitrah, setiap perempuan adalah manusia seutuhnya dan setiap perempuan layak memiliki mimpi, cita-cita dan harapan. Kesempatan dan akses yang sama perlu dikumandangkan, terlebih lagi mengenai pendidikan yang lebih inklusif bagi khalayak ramai.
Renungkan, bahwa kehadiran perempuan bukan sebagai boomerang, bukan sebagai objek seksual, bukan sebagai malapetaka, bukan sebagai budak dan bukan sumber fitnah kehidupan.
Akan tetapi, perempuan adalah makhluk sosial sebagai subjek kehidupan, yang kehadirannya membawa perdamaian dan menjadi mitra menuju kemaslahatan. Karena sejatinya, yang namanya manusia pasti memiliki hak kebebasan dari segala macam kekerasan dan diskriminasi.
Curahan hati tersebut diungkapkan oleh Aminatur Rizqiyah, Pengelola Sekolah Perempuan (SP) Perdamaian Bintang 9 Sampang seusai menggelar kegiatan refleksi 2021 menuju resolusi 2022 di taman kota Sampang, Sabtu (8/1/2021) kemarin.
Aminatur Rizqiyah mengatakan, kegiatan ini bertujuan sebagai via dalam proses perenungan dan analisis diri sendiri dalam merefleksikan perubahan yang dirasakan oleh anggota Sekolah Perempuan Perdamaian Bintang 9 Sampang.
"Baik secara individu maupun atas nama komunitas dari sebuah harapan yang sudah dan belum dicapai di tahun 2021 dan resolusi 2022 dalam mewujudkannya," ucapnya kepada salsabilafm.com, Minggu (9/1/2022).
Dari kegiatan ini, perempuan yang juga aktif sebagai Sekretaris PC Fatayat NU Sampang ini berharap, adanya komitmen bersama untuk saling bersinergi dan saling memberi energi positif untuk saling peduli, saling menguatkan dan saling mendukung antar perempuan.
Dijelaskan, hasil dari refleksi yang diungkapkan melalui perasaan, pesan dan kesan para anggota Sekolah Perempuan Perdamaian Bintang 9 Sampang bahwa proses perjalanan di SP yakni sebagai anugerah hidup yang patut disyukuri.
"Menurut Ummu Kulsum, salah satu anggota SP, berproses di SP bisa mengetahui bagaimana cara menghargai diri sendiri dan orang lain. Sebab sebuah pilihan atas segala sesuatu yang dirasakan, akan dimulai dari diri dan berakhir pada diri sendiri," tuturnya.
Diungkapkan pula, pada tahun 2022, SP akan melaksanakan rekrutmen anggota baru melalui peace camp, agar banyak perempuan muslim, non muslim dan dissabilitas memiliki wadah untuk berekspresi bersama, tanpa memandang perbedaan dan bersatu tanpa pamrih.
"Sehingga suara perempuan bersatu dalam kepedulian. SP juga sebagai teladan ketahanan komunitas dari perempuan oleh perempuan dan untuk perempuan dalam mewujudkan kemaslahatan, kesejahteraan dan kesetaraan untuk hidup dalam damai," pungkasnya. (Romi)
Next News

Cara Membuat KTP Elektronik (e-KTP) Pertama Kali: Syarat, Prosedur, dan Biaya
21 days ago

Apa Fungsi KTP Elektronik (e-KTP)? Ini Pengertian, Manfaat, dan Kegunaannya
21 days ago

Cara Menanam Tembakau yang Baik untuk Pemula, Mulai dari Pembibitan hingga Panen
24 days ago

Tips Berkendara Aman Saat Hujan.
23 days ago

Apa itu kecelakaan lalu lintas? Penyebab dan jenis-jenisnya.
23 days ago

Cara membangun komunikasi antara orang tua dan anak
23 days ago

Tips Keamanan Anak di Media Sosial: Panduan bagi Orang Tua untuk Mencegah Risiko Kejahatan Digital
23 days ago

Dampak Psikologis Kekerasan Seksual pada Anak: Trauma yang Perlu Dipahami
23 days ago

Peran Keluarga dalam Melindungi Anak dari Kekerasan Seksual
25 days ago

Perbedaan Rudapaksa, Persetubuhan, dan Pencabulan Menurut Hukum Indonesia
25 days ago





