Sapu Lidi LPBH NU, Menyoal Penegakan Hukum di Kabupaten Sampang
SalsabilaNews - Saturday, 27 March 2021 | 08:25 AM



Diskusi Publik Sapu Lidi saat life streming di Fans page Salsabila
Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) Sampang menggelar diskusi publik Sampang Peduli Hukum (Sapu Lidi) di Bunga Billiard (B2) & Cafe Jalan Jaksa Agung Suprapto Pliyang Sampang, Kamis (25/3/2021).
Dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari pihak kepolisian, dan Kejaksaan Negeri Sampang serta akademisi dan praktisi hukum, Diskusi tersebut mengangkat tema "Menyoal Penegakan Hukum di Kabupaten Sampang".

Proses penyerahan sertifikat dari Ketua LPBH NU (Kanan) kepada narasumber yang hadir
Ketua LPBH NU Sampang, Alfian Farisi, SH menyampaikan bahwa tema tersebut diangkat dari kepedulian LPBH NU terhadap penegakan hukum di Kabupaten Sampang, melihat masih banyak perkara yang belum terungkap di Sampang.
"Sapu Lidi ini sebenernya sederhana, kita hanya ingin menelaah beberapa kasus di Sampang secara formil dan mengkritisi proses penyelidikan, penyidikan dan seterusnya, agar dari penegak hukum punya qhirah, walaupun ada perkara yang kurang bukti dan sebagainya, dan agar proses keadilan terpenuhi, baik dari sisi terdakwah ataupun korban," jelasnya.
Sebagai narasumber, Lukma Hakim SH MH salah satu praktisi hukum di Sampang mengungkapkan rentetan kasus yang hingga kini belum dapat diungkapkan oleh pihak kepolisian resort Sampang.
Seperti kasus dugaan pembunuhan misterius seorang pemuda Maharani pulau Mandangin, kasus pembuangan bayi yang juga terjadi di tanah yang berjuluk pulau kambing itu, kasus pembunuhan seorang janda di Kecamatan Sreseh Sampang dan perkara hukum lainnya.
"Ada dua PR besar Polres Sampang di pulau Mandangin yang belum terselesaikan. Pertama, meningalnya atau hilang jejaknya seorang pemuda Maharani berusia 19 yang hingga kini tidak ada langkah konkrit dari Polres. Kedua, kasus pembuangan bayi pada tahun 2020," papar Founder Trunojoyo Law Firm itu.

Sesi foto bersama pasca acara dilaksanakan
Menanggapi hal tersebut, Kanit Pidana Ekonomi Polres Sampang Aipda Soni mewakili Kasatreskrim Polres Sampang AKP Sudaryanto SH yang tidak dapat mengikuti forum menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Sapu Lidi yang ia ibaratkan sebagai jamu bagi pihak kepolisian.
"Sebelumnya, saya suka dengan diskusi ini, ini juga sebagai jamu di Polres," ucapnya.
Diakuinya, memang banyak perkara-perkara yang belum terungkap karena hal tersebut terjadi di luar kemampuan pihaknya. Menurutnya ada banyak faktor yang menyebabkan perkara-perkara tersebut tidak terungkap, salah satunya kultur budaya Madura.
"Contohnya karakteristik di Madura yang berbeda dari daerah lainnya, seperti halnya saksi enggan memberikan keterangan dan jawabannya ketika proses penyidikan jawab tidak tahu," katanya.
Selain itu, banyaknya peraturan tumpang tindih juga menyulitkan pihak kepolisian untuk mengungkap sejumlah kasus yang ada dan kendala-kendala lainnya. (Romi)
Next News

Rekomendasi Tempat Camping Hits di Sampang Madura untuk Liburan Akhir Pekan
5 days ago

Daftar Lengkap Lokasi SPBU di Sampang Madura dan Fasilitasnya
5 days ago

Geografi Pulau Madura: Mengulas Kondisi Alam dan Potensi Produksi Garam Nasional
a month ago

Bonus Atlet Sampang Tertunda, Disporabudpar Sebut Anggaran Hibah Tak Mencukupi
6 months ago

Bonus Tak Kunjung Terwujud, Atlet Sampang Kecewa
6 months ago

Muhlis, Atlet Catur Tunarungu Asal Sampang Raih 3 Medali di SEA Deaf Games 2025
6 months ago

Wakili Indonesia, Atlet Catur Disabilitas Asal Sampang Siap Beraksi di SEA Deaf Games 2025
7 months ago

Mahasiswa di Pamekasan Sosialisasikan Anti Perundungan ke Sekolah
7 months ago

Target Tingkatkan IPM, DPRD Sampang Usulkan Santri Dapat Ijazah Kesetaraan
7 months ago

Gelar Kongres Tahunan, PSSI Sampang Fokus Wujudkan Pelatih Berlisensi
7 months ago





