Selasa, 3 November 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Limbah Kulit Pisang dan Semangka Disulap Jadi Es Krim, 2 Siswi MIS Al-Falah III Raih Juara 1

Redaksi - Tuesday, 03 November 2026 | 08:08 AM

Background
Limbah Kulit Pisang dan Semangka Disulap Jadi Es Krim, 2 Siswi MIS Al-Falah III Raih Juara 1
Nadilla Karamaya dan Syafiqa Nurul Aini menunjukkan produk es krim COOL NAWA berbahan olahan kulit pisang dan kulit semangka (MIS Al-Falah III untuk salsabilafm/)

salsabilafm.com - Kreativitas dua siswi Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al-Falah III, Yayasan Sunan Kalijaga Larangan, Pamekasan, berhasil mengantarkan mereka meraih Juara 1 dalam ajang Lomba Hari Guru Nasional (HGN) tingkat Kabupaten Pamekasan.


Keduanya adalah Nadilla Karamaya dan Syafiqa Nurul Aini, siswi kelas VA yang tergabung dalam program Pioneer Inspirative Class (PIC) MIS Al-Falah III. Mereka menciptakan inovasi es krim berbahan limbah kulit pisang dan kulit semangka sisa program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Produk yang diberi nama COOL NAWA (Coolit Banana Watermelon Cream) tersebut meraih Juara 1 kategori Produk Pembelajaran Pemanfaatan Limbah.




Melalui kreativitas dan sejumlah percobaan, kedua siswi itu berhasil mengolah kulit buah yang selama ini kerap dianggap sebagai sampah menjadi produk es krim dengan tekstur menyerupai es krim pada umumnya.


Wali kelas VA Pioneer Inspirative Class MIS Al-Falah III, Mufarrohah, menilai inovasi tersebut merupakan terobosan positif. Sebab, menggabungkan pembelajaran, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan.




"Menurut saya, inovasi ini merupakan sebuah terobosan yang sangat positif dan kreatif. Siswa tidak hanya belajar menghasilkan sebuah produk makanan, tetapi juga diajak untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan limbah organik yang selama ini sering dianggap tidak bernilai. Kulit pisang dan semangka yang biasanya dibuang ternyata dapat dikembangkan menjadi produk inovatif berupa es krim," ungkapnya.


Mufarrohah berharap, inovasi COOL NAWA tidak berhenti sebagai produk perlombaan, namun karya tersebut dapat terus dikembangkan menjadi produk unggulan yang memiliki manfaat sekaligus nilai ekonomi.


"Saya juga berharap para siswa tidak cepat puas dengan prestasi yang telah diraih. Jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk terus belajar," pesannya.




Prestasi Nadilla dan Syafiqa menjadi kebanggaan keluarga besar MIS Al-Falah III Yayasan Sunan Kalijaga Larangan. Inovasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh sejak usia sekolah dasar.


Melalui COOL NAWA, keduanya membuktikan bahwa limbah organik yang sering dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi karya kreatif yang berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat. (Rossy)