Jemaah Haji asal Bangkalan Tak Dapat Makanan di Mina, Begini Penjelasan Kemenhaj
Redaksi - Sunday, 31 May 2026 | 08:55 AM


salsabilafm.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) merespons laporan sejumlah jemaah haji asal Bangkalan yang tergabung dalam kelompok terbang SUB-72 sempat tidak mendapatkan makanan saat berada di Mina. Peristiwa tersebut terjadi pada hari pertama kedatangan jemaah di Mina pada Rabu 27 Mei 2026.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha menjelaskan, berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, ditemukan adanya ketidaksesuaian prosedur distribusi konsumsi antara pihak syarikah dan petugas pengawas konsumsi di Markaz 71.
"Makanan yang seharusnya diserahkan kepada petugas pengawas konsumsi untuk kemudian didistribusikan kepada jemaah, ternyata langsung diletakkan oleh pihak syarikah di area tengah gang tanpa pemberitahuan kepada petugas yang bertanggung jawab. Kondisi ini ditandai dengan tidak adanya dokumen tanda terima distribusi yang lazim digunakan sebagai bukti penyerahan makanan kepada pengawas konsumsi," kata Ichsan dalam keterangannya, Minggu (31/5/2026).
Akibatnya, petugas mengalami kesulitan untuk memastikan rombongan mana yang telah menerima makanan dan rombongan mana yang belum. Untuk memastikan seluruh jemaah memperoleh haknya, petugas pengawas konsumsi kemudian mengecek secara langsung ke setiap tenda serta mendistribusikan makanan kepada rombongan yang belum menerimanya.
"Proses verifikasi dan distribusi ulang tersebut membutuhkan waktu yang cukup panjang karena harus dilakukan secara menyeluruh. Seluruh proses baru dapat diselesaikan pada sore hari setelah petugas memastikan seluruh jemaah di lokasi mendapatkan makanan," bebernya.
Ichsan menegaskan, permasalahan tersebut bukan disebabkan oleh tidak tersedianya makanan, melainkan akibat kesalahan dalam prosedur distribusi di lapangan.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan kami, makanan untuk jemaah sebenarnya telah tersedia. Kendala yang terjadi adalah adanya ketidaksesuaian prosedur distribusi sehingga sebagian makanan tidak tercatat dalam mekanisme serah terima yang berlaku. Akibatnya, petugas harus melakukan pengecekan satu per satu ke setiap tenda untuk memastikan seluruh jemaah telah menerima makanan mereka," ujarnya.
Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan syarikah untuk melakukan evaluasi dan perbaikan prosedur distribusi agar kejadian serupa tidak terulang pada fase layanan berikutnya.
Kementerian Haji dan Umrah juga mengapresiasi respons cepat petugas di lapangan yang melakukan verifikasi dan distribusi ulang hingga seluruh jemaah mendapatkan layanan konsumsi sebagaimana mestinya.
"Kami telah meminta pihak syarikah untuk memastikan seluruh distribusi konsumsi dilakukan sesuai prosedur, termasuk pemberitahuan kepada petugas pengawas konsumsi dan pencatatan serah terima yang jelas. Langkah ini penting agar distribusi dapat dipantau secara akurat dan hak-hak jemaah terpenuhi tepat waktu," pungkas Ichsan. (*)
Next News

Polisi Gerebek Kamar Kos di Bangkalan, 21 Paket Sabu Siap Edar Diamankan
6 hours ago

Bupati Kholilurrahman Harap NU Terus Berkembang dan Jawab Tantangan Zaman
6 hours ago

Pemotor Tabrak Tiang di Jalan Raya Jrengik, 1 Meninggal dan 1 Luka Berat
6 hours ago

Kecelakaan Maut di Sampang, Pemotor Tewas dan Pembonceng Terluka
a day ago

Penjangkauan Calon Siswa SR Sampang Capai 116 Orang, Target Rampung Juni
a day ago

WHO Desak Indonesia Lindungi Anak dari Bahaya Vape dan Tembakau
a day ago

Ratusan Guru di Sumenep Akan Pensiun Tahun Ini
a day ago

Pemkab Sumenep Sebut Garam Impor Jadi Hambatan Petani Lokal
a day ago

Yasinta Moiwend Lapor Polisi, Keberatan Wajahnya Ditampilkan di Film Pesta Babi
a day ago

4 Lokasi Masuk Tahap Verifikasi Pembangunan Sekolah Rakyat di Pamekasan
2 days ago





