Jamasan Pusaka Sumenep Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia
Redaksi - Wednesday, 24 June 2026 | 06:51 AM


salsabilafm.com - Tradisi Jamasan Pusaka di Desa Wisata Keris Aeng Tong-tong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Pengakuan tersebut disampaikan oleh Mpu Ika Arista dalam rangkaian Pagelaran Haul Akbar dan Jamasan Keris 2026, yang digelar di Desa Aeng Tong-tong.
"Momen ini menjadi penegasan bahwa tradisi yang telah berlangsung turun-temurun tersebut kini mendapat pengakuan negara," kata Ika Rabu (24/6/2026).
Penetapan WBTb itu, lanjut Ika, tertuang dalam Sertifikat Nomor 255/WB/KB.00.01/2025 yang ditandatangani Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon di Jakarta pada 15 Desember 2025.
Pengakuan ini diberikan atas konsistensi masyarakat, khususnya para pelestari budaya di Aeng Tong-tong, yang secara rutin menjaga tradisi Haul Akbar dan prosesi Jamasan Pusaka selama lebih dari satu dekade.
"Ini hasil dari konsistensi selama 10 tahun, menjaga, melaksanakan Haul Akbar serta jamasan pusaka," ujar dia.
Dia menegaskan, pengakuan itu menjadi dorongan moral untuk memperkuat pelestarian budaya keris di tingkat lokal maupun nasional.
"Ini menjadi tanggung jawab untuk memastikan tradisi ini tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi muda," ujarnya.
Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim mengatakan, Jamasan Pusaka tidak hanya bermakna sebagai proses membersihkan benda pusaka secara fisik, tetapi juga memiliki nilai spiritual.
"Jamasan keris bukan sekadar membersihkan secara fisik, tetapi juga mengandung makna penyucian batin dan penguatan nilai-nilai budaya," kata Imam saat memberikan sambutan.
Imam berharap, penetapan sebagai WBTb Indonesia dapat memperkuat upaya pelestarian budaya lokal serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga warisan leluhur.
Menurutnya, tradisi seperti Jamasan Pusaka merupakan identitas budaya yang harus terus dijaga agar tidak tergerus zaman.
"Harapan kami, tradisi ini terus lestari dan generasi muda ikut terlibat agar tidak putus," pungkasnya. (*)
Next News

Tim Kemendikdasmen Tinjau SDN Konang 4 Bangkalan, Perbaikan Dimulai September
9 hours ago

Besok Lomba Gerak Jalan di Sampang, Polisi Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas
9 hours ago

4 Pegawai RSMZ Sampang Dinonaktifkan, Dewas: No Drugs, No Tolerance
9 hours ago

Ribuan Nelayan Sampang Tidak Bisa Akses BBM Subsidi, Administrasi Jadi Kendala
16 hours ago

Atap Gedung KDKMP Gunakan Seng, Dandim 0828/Sampang: Pembangunan Tahap Kedua Pakai Genteng
16 hours ago

Samsat Sampang Imbau Warga Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan hingga 31 Agustus
17 hours ago

Lahan 7,1 Hektare Disiapkan Pemkab Sumenep untuk Sekolah Rakyat Permanen
17 hours ago

176,20 Hektare Kawasan Bromo Dilalap Api, Penanganan Karhutla via Darat dan Udara
a day ago

Bromo Ditutup Akibat Kebakaran, Wisatawan Bisa Ajukan Reschedule atau Refund Tiket
2 days ago

Ikuti Pelatihan Mushaf Al-Qur'an Isyarat, Penyandang Disabilitas: Saya Sekarang Bisa Baca Sedikit
2 days ago




