Gagal Capai Target PAD Pasar, Choirijah: Kami Tetap Ikuti Rekomendasi DPRD
Ach. Mukrim - Tuesday, 29 April 2025 | 01:07 PM


salsabilafm.com – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menyatakan siap mengikuti rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang, termasuk laporan data-data yang diminta.
Kepala Diskopindag Sampang, Choirijah mengatakan, tahun 2023 izin masih berlaku tiga tahunan, dan dilakukan pemungutan harian dan pasaran terhadap retribusi Kios, Los, dan Pelataran. Saat itu, data by name dan by address tidak lengkap. Maka dengan ditetapkannya Peraturan Daerah (Perda) nomor 1 tahun 2024, maka berlaku tarif tahunan untuk Los dan Kios.
"Sehingga by data, by dagangan, dan by penjualnya itu sudah jelas. Dimasa transisi itu orang-orang merasa keberatan karena tahunan. Karena kalau bayar sekaligus mereka merasa berat," katanya, Senin (28/04/2025).
Choirijah mengungkapkan, sebelum tahun 2023 ditambah harian dan tahunan lebih tinggi pembayarannya yang dibebankan kepada masyarakat. Setelah dijelaskan ke masing-masing pasar, meskipun ada spanduk ditarik tahunan, pedagang meminta pembayaran dengan cara cicil yang 1 tahun harus lunas.
"Disitu kan transisi dan ada isu lebih mahal, akhirnya tidak membayar. Tetapi untuk penagihan, upaya itu kami lebih jelas. Karena data-data yang tidak bayar itu yang mana semuanya ada," ujarnya.
Dia beralasan, target PAD dari retribusi pasar tidak tercapai karena transisi tidak cukup satu hingga dua tahun. "Berdasarkan hasil study saya ke Tuban, menata itu butuh 3 tahun, bahkan dari Rp 5 miliar bisa mencapai Rp 8 miliar. Yang saya inginkan kedepannya seperti itu," dalihnya.
Pihaknya juga tidak menampik bahwa pasar Srimangunan adalah pasar paling besar di Sampang, tapi capaiannya paling rendah tahun 2024. Bahkan, lebih tinggi capaiannya pada tahun sebelumnya. Hal itu, kata Choirijah, karena tahun sebelumnya ditopang oleh izin tiga tahunan.
"Tapi disitu kurang optimal di lapangan, karena dari sebagian pedagang yang biasa bayar harian Rp 1000 – Rp 2000, walaupun punya beberapa Los," terangnya.
"Intinya, kami tetap mengikuti rekomendasi DPRD," sambungnya. (Mukrim)
Next News

DWP Bapenda Sumenep Tampil Aktif dalam Rangkaian Semarak HUT Ke-81 RI
14 hours ago

Polisi Rekomendasikan Tes Urine Random di RSUD dr. Mohammad Zyn
14 hours ago

Pemkab Sampang Anggarkan Rp22 Juta untuk Pengadaan Mesin Pemotong Rumput
14 hours ago

Disnaker Sampang Latih Keterampilan Puluhan Peserta, Dorong Manfaatkan Peluang Kerja Resmi
14 hours ago

Bupati Sampang Dorong Pulau Mandangin Jadi Destinasi Wisata dan Sentra Ekonomi Warga
14 hours ago

Harga Cabai Rawit Naik Jelang Perayaan Maulid Nabi, Bawang dan Telur Stabil
19 hours ago

Geger, Ibu di Pamekasan Bunuh Anak Kandung Berusia 10 Tahun
19 hours ago

BASSRA Bantah Tolak Rencana Industri di Bangkalan
19 hours ago

Diusulkan Jadi Kabupaten Kepulauan Sumenep, Ini Alasan Bupati Fauzi
19 hours ago

Dishub Sampang Catat 5 Titik Parkir Berpotensi Tambah PAD
12 hours ago





