Deteksi Dini Cacar Monyet, Dinkes Sampang Gerakkan Kader Posyandu
Ach. Mukrim - Saturday, 14 September 2024 | 10:21 PM


salsabilafm.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang menggerakkan para tenaga medis dan kader Pos Pelayanan Terpadu (posyandu) di wilayah masing-masing. Tujuannya untuk melakukan deteksi dini kemungkinan ada warga terserang cacar monyet atau monkeypox (Mpox).
Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kabupaten Sampang, Abdullah Najich mengatakan, selama ini belum ada warga yang terdeteksi terserang penyakit cacar monyet. Namun demikian, upaya proaktif perlu dilakukan dengan melakukan deteksi dini.
"Mengingat jenis penyakit ini merupakan jenis penyakit yang menular," katanya, Sabtu (14/9/2024).
Dia mengatakan, penyakit cacar monyet tersebut telah terdeteksi di Jawa Timur. Karena itu, kabupaten lain di Jatim, termasuk Sampang, harus meningkatkan kewaspadaan.
Salah satu upaya pencegahan yang harus dilakukan oleh masyarakat dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
Dia menjelaskan, gejala awal serangan virus Mpox mirip dengan cacar air biasa, yaitu ruam atau bintil berair yang muncul di wajah, dada, hingga bagian dalam hidung dan mulut. Bedanya, lanjut Najich, cacar monyet disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening yang biasanya terjadi di rahang bawah, leher, dan selangkangan.
"Selain itu, gejala cacar monyet juga dibagi dalam dua kategori, yaitu fase prodromal atau fase awal yang ditandai dengan demam, sakit kepala, dan nyeri otot, kemudian berlanjut ke fase erupsi pada 1-3 hari kemudian, yang ditandai dengan munculnya ruam," katanya.
Oleh karena itu, lanjutnya, masyarakat yang mengalami gejala cacar agar segera melaporkan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
"Kami sudah tekankan pada pihak rumah sakit dan puskesmas di 14 kecamatan menyosialisasikan kepada masyarakat agar mengutamakan PHBS," katanya.
Pihaknya juga telah meminta para petugas medis di masing-masing puskesmas untuk menggerakkan kader posyandu di Kabupaten Sampang, terkait dengan deteksi dini kasus tersebut.
"Di Kabupaten Sampang ini ada sebanyak 1.043 orang kader posyandu, dan mereka kami minta untuk proaktif terjun ke masyarakat melakukan pemantauan dan mengedukasi masyarakat akan pentingnya berpola hidup sehat," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Rekomendasi Tempat Camping Hits di Sampang Madura untuk Liburan Akhir Pekan
22 days ago

Daftar Lengkap Lokasi SPBU di Sampang Madura dan Fasilitasnya
22 days ago

Geografi Pulau Madura: Mengulas Kondisi Alam dan Potensi Produksi Garam Nasional
2 months ago

Bonus Atlet Sampang Tertunda, Disporabudpar Sebut Anggaran Hibah Tak Mencukupi
6 months ago

Bonus Tak Kunjung Terwujud, Atlet Sampang Kecewa
6 months ago

Muhlis, Atlet Catur Tunarungu Asal Sampang Raih 3 Medali di SEA Deaf Games 2025
7 months ago

Wakili Indonesia, Atlet Catur Disabilitas Asal Sampang Siap Beraksi di SEA Deaf Games 2025
7 months ago

Mahasiswa di Pamekasan Sosialisasikan Anti Perundungan ke Sekolah
7 months ago

Target Tingkatkan IPM, DPRD Sampang Usulkan Santri Dapat Ijazah Kesetaraan
7 months ago

Gelar Kongres Tahunan, PSSI Sampang Fokus Wujudkan Pelatih Berlisensi
7 months ago





