Basarnas Perluas Area Pencarian untuk Menemukan Jurnalis Hilang Kontak
Redaksi - Saturday, 12 September 2026 | 04:21 AM


salsabilafm.com - Tim SAR Gabungan memperluas operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau, Banten, pada hari kelima, Sabtu (12/9/2026). Area pencarian diperluas menjadi enam sektor dengan total luas sekitar 4.512 mil laut persegi.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan, perluasan pencarian dilakukan untuk menjangkau wilayah yang lebih luas, mulai dari gugusan kepulauan Krakatau hingga perairan terbuka Samudra Hindia dan pesisir Lampung.
Perkembangan operasi tersebut disampaikan Al Amrad di Posko Utama Pencarian, Pantai Marina Carita, Banten. Tim SAR Gabungan menambah sektor pencarian dari sebelumnya empat menjadi enam sektor.
"Untuk operasi hari ini, kita melaksanakan pencarian dengan luas area kurang lebih 4.512 nautical mile secara keseluruhan yang dibagi menjadi enam sektor," ujar Al Amrad dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).
Sebanyak 13 unit alat utama sistem persenjataan (alutsista) laut dan satu unit alutsista udara dikerahkan untuk mendukung operasi pencarian. Armada tersebut menyisir perairan Selat Sunda hingga pesisir Lampung.
Pembagian sektor dan armada laut yang dikerahkan adalah sebagai berikut:
Sektor T seluas 348 NM²: KRI Kerambit, KP Sanjaya, dan KAL Pahawang.
Sektor U: KRI Leuser, KAL Anyer, dan KN SAR Antasena.
Sektor J seluas 473 NM²: KN SAR Basudewa dan TB Gunung Santri.
Sektor W seluas 497 NM²: KP Hayabusa dan RIB 02 Banten untuk menyisir wilayah pesisir.
Sektor X seluas 380 NM²: KN SAR Tetuka dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) untuk menyisir bibir pantai.
Sektor Y: RIB 02 Lampung yang mendirikan posko di Pulau Sebesi untuk mendukung pencarian hingga pesisir Lampung.
Perahu cepat jenis rigid inflatable boat (RIB) dan RBB memiliki peran penting dalam menjangkau perairan pesisir dangkal yang tidak dapat dimasuki kapal berukuran besar, seperti KRI, KAL, dan KN SAR.
Helikopter Dikerahkan, Cuaca Mendukung
Selain armada laut, Tim SAR Gabungan mengerahkan Helikopter Heli Rescue 3604 dari Satuan Udara Pencarian dan Pertolongan. Helikopter tersebut bertolak menuju Carita untuk mendukung pencarian dari udara dengan cakupan area sekitar 2.063 mil laut.
Pencarian udara dilakukan untuk memantau kondisi perairan dan pergerakan arus dari wilayah Banten hingga Lampung. Penggunaan drone pemantau juga tetap disiapkan bagi tim laut secara tentatif, menyesuaikan dengan ketebalan sebaran abu vulkanik di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Kondisi cuaca pada Sabtu pagi terpantau mendukung pelaksanaan operasi pencarian. Berdasarkan koordinasi dengan BMKG dan PVMBG, perairan Selat Sunda relatif teduh, dengan ketinggian gelombang rata-rata 0,5 meter dan kecepatan angin sekitar 9 knot.
Al Amrad berharap dukungan doa dari masyarakat dapat mengiringi upaya pencarian hingga seluruh korban ditemukan.
"Bantu dengan doa dari rekan-rekan semua, semoga rekan-rekan jurnalis dan tiga kru ini bisa ditemukan secepatnya dalam kondisi selamat," tutup Al Amrad. (*)
Next News

Kecelakaan di JLS Sampang, 1 Orang Meninggal Dunia
7 hours ago

9 Nelayan Sumenep Ditahan Otoritas Australia, 2 Dikarantina karena Sakit
7 hours ago

Tanggapi Pembongkaran Paksa Minimarket di Pamekasan, Begini Penjelasan Emil Dardak
7 hours ago

Saksikan Ibunya Diancam dengan Celurit, Anak 8 Tahun di Pamekasan Alami Trauma
an hour ago

Polisi Panggil Saksi-saksi Kasus Pembongkaran Retail Modern di Pamekasan
an hour ago

Leher Siswa SMA Terjerat Kabel PLN di Bangkalan
a day ago

Digerebek Suami di Tempat Kerja, Nakes Diduga Selingkuh dengan Kepala Puskesmas Robatal
a day ago

Pecatur Sampang Raih Dua Medali di Asia Pacific Deaf Chess Championship 2026
a day ago

Minibus Vs Motor Terlibat Kecelakaan di Pamekasan
2 days ago

Kecewa Pelayanan Kesehatan, Warga Segel Pustu Blu'uran Sampang
2 days ago




