Selasa, 15 September 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Sumur Bor 40 Meter di Sumenep Diduga Mengandung Gas

Redaksi - Tuesday, 15 September 2026 | 03:15 AM

Background
Sumur Bor 40 Meter di Sumenep Diduga Mengandung Gas
Api dari genangan air sumur bor di Sumenep. (Istimewa/)


salsabilafm.com  - Warga Desa Tamidung, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dikejutkan semburan air bercampur lumpur yang diduga mengandung gas mudah terbakar saat pengeboran sumur, Senin (14/9/2026). 


Semburan tersebut muncul saat Asdino mengebor sumur di lahan tegalan miliknya untuk mencari sumber air di tengah kondisi kekeringan yang melanda wilayah tersebut.




Halim, warga yang menyaksikan kejadian itu, mengatakan, semburan muncul setelah pengeboran mencapai kedalaman sekitar 40 meter.


Air bercampur lumpur keluar dari lubang pengeboran disertai bau menyengat. Kondisi tersebut membuat warga penasaran sekaligus khawatir.


"Waktu pengeboran sampai sekitar 40 meter, tiba-tiba keluar air bercampur lumpur. Baunya juga menyengat," kata Halim. 




Warga kemudian mencoba memastikan dugaan adanya gas yang keluar bersama semburan tersebut. Mereka menyulut api di genangan air yang berada tidak jauh dari titik pengeboran


Api ternyata menyala di atas genangan tersebut. Kobaran api bahkan disebut mencapai ketinggian hampir dua meter. Peristiwa itu membuat warga semakin khawatir. Pengeboran sumur akhirnya dihentikan untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.




"Karena penasaran, warga mencoba menyulut api di genangan air. Ternyata langsung menyala dan tingginya hampir dua meter," tambahnya.


Halim mengatakan, fenomena tersebut merupakan kejadian pertama yang diketahuinya di Desa Tamidung. Warga belum mengetahui secara pasti kandungan gas yang muncul bersama air dan lumpur tersebut. Menurut dia, kondisi itu perlu segera diperiksa oleh pihak yang memiliki kewenangan dan keahlian. 


Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan sumber serta jenis gas yang keluar dari lokasi pengeboran. "Kami berharap segera ada tim berwenang yang datang untuk melakukan pemeriksaan dan langkah preventif agar tidak terjadi sesuatu yang membahayakan warga," pungkasnya. (*)