Sebagai Acuan Pelaksanaan Program, Dinkes KB Akan Lakukan Pendataan Keluarga Awal April 2021
SalsabilaNews - Wednesday, 17 March 2021 | 12:55 PM



Hanian Maria Farouq Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DALDUK dan KB) Dinkes KB Sampang
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan melakukan Pendataan Keluarga (PK) yang digelar secara nasional melalui Dinas Kesehatan Keluarga Berencana (DINKES KB) Sampang pada 2021, untuk menghasilkan potret kependudukan Indonesia.
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DALDUK dan KB) Dinkes KB Sampang, Hanian Maria Farouq, menyampaikan bahwa pendataan akan dilaksanakan selama dua bulan penuh mulai dari 01 April hingga 31 Mei 2021, yang akan dilakukan oleh Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana
(PLKB).
"Pelaksanaanya 2 bulan, hal-hal yang telah kami lakukan dalam rangka persiapan pelaksanaan pendataan keluarga itu, kami sekarang ini masih dalam proses pelatihan kader pendata, yang akan membantu kami melakukan pendataan sampai ke tingkat desa," paparnya.
"PLKB itu non-PNS, mereka hanya di honor 750 ribu oleh kami," katanya.
Pendataan Keluarga ini, dilakukan lima tahun sekali, sebelumnya dilakukan pada tahun 2015, maka sebenarnya pada tahun 2020 pendataan selanjutnya, namun karena pandemi, maka dilakukan pada tahun ini.
"Seperti biasa lima tahunan itu, House to House (Rumah ke Rumah)," lanjutnya.
Kemudian disampaikan bahwa hasil pendataan keluarga ini akan menjadi acuan untuk melanjutkan program kedepannya.
"Seperti jumlah KK Keluarga Prasejahtera, jumlah Rumah Sehat berapa, jumlah Akseptor KB Aktif yang sudah ikut KB secara terus menerus setiap tahun, berapa, jadi sangat penting data dasar itu bagi kami," imbuhnya.
Selain melanjutkan program rutin yang telah ada, Dinkes KB memiliki konsern program yang baru di tahun 2021ini, yaitu berkaitan dengan Stunting dengan bekerjasama dengan instansi terkait.
"Karena pengentasan Stunting itu, tidak hanya cukup kami yang bisa melaksanakan, karena itu nanti melibatkan pertanian, melibatkan koperasi, perikanan dan sebagainya, jadi beberapa lintas sektor harus ikut bersatu padu untuk mengentas Stanting di Sampang," lanjutnya.
Disebutkan pula, untuk mengentaskan Stanting ini, pihaknya lebih menekankan pada Mindset (Pola Pikir), dan juga yang menjadi prioritas sasaran adalah usia remaja, atau yang dikenal Insan Genre (Generasi Berencana).
"Dari jauh-jauh remaja dalam hal merencanakan pernikahan, berapa usia menikah yang ideal, kalau di KB, perempuan 21 tahun dan laki laki 25 tahun, secara lahir batin dan reproduksi mereka juga telah siap, tinggal mengatur jarak kehamilan, yang dikenal dengan istilah 4 T, dengan moto Dua Anak Lebih Sehat," ujarnya.
Pihaknya berharap kepada PLKB di Desa agar terus mensosialisasikan tentang pentingnya pernikahan yang ideal dan ketika mempunyai anak juga bisa mengikuti program KB atau menjadi Akseptor KB.
"Kita punya target Angka Kelahiran Total atau Total Fertility Rate (TFR) itu, 2,0 sementara di Sampang masih mendekati 3 jika dirata rata," pungkasnya. (Abaz)
Next News

Rekomendasi Tempat Camping Hits di Sampang Madura untuk Liburan Akhir Pekan
5 months ago

Daftar Lengkap Lokasi SPBU di Sampang Madura dan Fasilitasnya
5 months ago

Geografi Pulau Madura: Mengulas Kondisi Alam dan Potensi Produksi Garam Nasional
6 months ago

Bonus Atlet Sampang Tertunda, Disporabudpar Sebut Anggaran Hibah Tak Mencukupi
10 months ago

Bonus Tak Kunjung Terwujud, Atlet Sampang Kecewa
10 months ago

Muhlis, Atlet Catur Tunarungu Asal Sampang Raih 3 Medali di SEA Deaf Games 2025
a year ago

Wakili Indonesia, Atlet Catur Disabilitas Asal Sampang Siap Beraksi di SEA Deaf Games 2025
a year ago

Mahasiswa di Pamekasan Sosialisasikan Anti Perundungan ke Sekolah
a year ago

Target Tingkatkan IPM, DPRD Sampang Usulkan Santri Dapat Ijazah Kesetaraan
a year ago

Gelar Kongres Tahunan, PSSI Sampang Fokus Wujudkan Pelatih Berlisensi
a year ago





